Pertemuan tanpabatas, pertemuan tiga dimensi, pertemuan tanpa rekayasa, pertemuan yang misteri antara aku dan kamu, pertemuan tanpa tatapmuka


Contoh Prosa Remaja “INI BUKAN CINTA” Sugianto, S.Pd.I
Ilustrasi: Bukan Cinta

Contoh Prosa Remaja “INI BUKAN CINTA” Sugianto, S.Pd.I

Pertemuan tanpabatas, pertemuan tiga dimensi, pertemuan tanpa rekayasa, pertemuan yang misteri antara aku dan kamu, pertemuan tanpa tatapmuka selamanya. Sekian lama kita bicara, sekian lama kita cerita, sekian lama itu pula rasa kasih dan sayang bersemi di hatikita, tapi itu bukan CINTA. Itu hanya ungkapan kata, itu hanya goresan belaka, itu bukan suara hati, karena hati tidak bicara, semuanya dibatas ambang kasih dan sayang belaka.

Jauh sudah kita melagkah di dunia maya, aku dan kau seumpama hologram dan rekayasa teknologi, hati kita saling merasakan jiwa kita saling menyayangi, perasaan kita saling mengasihi, tapi itu bukan CINTA. Semua itu bukan CINTA. Tapi, semua itu lebih dari CINTA.

Mataku tidak pernah menatapmu, dan matamu tidak pernah menatapku. Tanganku tidak pernah berjabat denganmu, dan engkau pun tidak pernah berjabat denganku. Tapi aku merasakan apa yang kau rasakan. Engkau pun merasakan apa yang aku rasakan selama ini. Tapi, itu bukan CINTA. Tapi itu bukan sayang, semua itu lebih dari CINTA. Semua itu lebih dari SAYANG.

Saban hari kita bicara, setiap saat bibir kita berkata, aku merindukanmu, engkau pun merindukanku. Aku mendambakanmu, engkau pun mendambakanku. Tapi, itu bukan CINTA. Ini bukan kasih dan sayang. Tapi, ini lebih dari CINTA dan lebih dari SAYANG.

Kesedihan yang kau alami, kepedihan yang kau rasakan, luka yang menumpuk di hatimu dengan galau kehidupanmu selama ini. Semua itu aku rasakan, semua itu aku pikirkan, dan semua itu aku sematkan di hati dan otakku memikirkanmu. Aku tidak ingin kau menangis, aku tidak ingin kau berduka, aku tidak ingin kau bersedih, aku tidak ingin kau kecewa. Aku tidak ingin kau merana. Aku tidak ingin...

Aku bukan siapa-siapa, dan kau pun bukan siapa-siapa, kita bukan siapa-siapa, dan kita bukan apa-apa. Aku adalah aku, sedangkan kau adalah kau. Inilah aku, inilah wujudku, inilah rupaku. Dan, begitulah kau pula adanya, begitulah wujudmu, begitulah rupamu, dengan kecantikan dan keayuanmu menawanku. Tapi itu bukan CINTA.

Tuhan takdirkan aku dan kau bersua, tapi semua itu hanya di alam hologram. Kau dan aku bicara, tapi semua itu hanya di dunia maya. Kau dan aku bercengkrama tapi semua itu di batas ambang tiga dimensi. Kita saling merasakan, kita saling mengasihi, tapi semua itu bukan CINTA, semua itu bukannya sebuah REKAYASA.     

Terima kasih buatmu, terima kasih atas segalanya, kepedulianmu kepadaku amat berharga. Kepedulianmu padaku amat sempurna. Perhatianmu, perhatianku, perhatian kita, saling memperhatikan, saling mengungkapkan rasa. Tapi semua itu bukan CINTA. Semua itu bukan CINTA.

Ucapmu kuingat selalu, goresanmu kusemat di hape dan hatiku. Goresanku kau semat di dadamu menjadi penyemangat hidupmu yang rapuh. Ucapku penyemangat hidupmu yang ingin kandas oleh dunia yang begitu kejam. Ucapku adalah obat buatmu, ucapku dan kalimatku merupakan penawar buat lukamu. Meskipun aku hanya kumbang jalang yang hina di luar istana. Meskipun aku hanya pipit kecil di gurun pasir yang malang. Meskipun aku bukannya seorang Arjuna. Meskipun aku bukannya seorang dewa, aku hanyalah seekor gagak rimba yang renta.

Kau umpama purnama, sedangkan aku bulan gerhana. Kau umpama bianglala, aku seumpama kain perca. Kau seumpama mahligai, sedangkan aku hanyalah seonggok kardus usang. Namun kau tetap tatap aku sebagai seorang manusia. Namun kau tetap lihat aku dengan dua belah matamu yang cantik. Namun kau tetap menganggap aku sebagai seorang insan yang paling sempurna. Namun kau tetap anggap aku sebagai seorang yang berhati mulia.

Kau tidak pernah menganggap aku sebagai seorang pengemis di hatimu. Kau tidak pernah menganggap aku sebagai seorang gembel. Kau tidak pernah merasa malu bila berteman denganku. Engkau pun tidak pernah memandang aku dengan sebelah mata. Aku adalah aku di matamu. Kau adalah kau. Ini jalanmu, itu adalah jalanku. Dan, ini bukan CINTA. Ini bukannya CINTA.

Puluhan purnama kita lalui, sadarkah kau?. Jutaan waktu telah kita lampaui, tahukah kau?. Berapa banyak nafas telah kau hembuskan selama ini, ingatkah kau?. Tanpa sadar semua itu kita lalui. Tanpasadar semua itu kita rasakan. Aku dan kau tetap berjalan pada jalur TUHAN. Ini bukannya CINTA. Tapi semua ini ketentuan TUHAN. Ini bukannya rekayasa, ini bukannya ilusi, ini bukannya mimpi. Ini ketentuanNya. Dan, ini hati yang bicara.

Kataku perkataanmu. Perkataanmu adalah kataku. Terima kasih atas segalanya. Buat segalanya. Buat kau yang temani aku bicara. Buat kau yang perdulikanku berkata-kata. Aku merupakan pendengar setiamu. Dan aku akan selalu berkata kepadamu, aku akan selalu ingatkan dirimu. “Majulah, bangkitlah, semangatlah demi masa depanmu, demi keluargamu, demi orang tuamu, demi orang-orang yang menyayangimu, demi orang-orang yang peduli sama dirimu, demi insan yang mencintaimu. Masih banyak orang yang membutuhkanmu, masih banyak orang yang menyayangimu. Begitu juga aku. Tapi, ini bukan CINTA. Ini bukan KASIH. Ini lebih dari CINTA, ini lebih dari RASA”.

Sebelum aku dipanggil-Nya. Sebelum daku berjumpa dengan-Nya. Dan, sebelum aku menjadi tamu-Nya. Aku ingin katakan padamu “capailah cita-citamu, raihlah masa depanmu, gapailah impianmu yang kau ucapkan padaku tempo dulu. peluklah erat cita-citamu itu yang telah kau lafazkan padaku puluhan purnama lalu. Ambillah semuanya, jangan ada yang tersisa lagi. Bahagiakan mereka semuanya demi Aku, BUKAN. Semua ini demi duniamu yang lebih baik lagi”.                                

Janganlah kau menyerah sebelum kau kalah. Janganlah kau mundur sebelum jasadmu hancur. Janganlah kau takut, sebelum hatimu kecut. Bangkitlah... bakarlah semangatmu ketika nanti aku sudah tidak mampu lagi untuk bicara. Ketika aku sudah tidak mampu lagi untuk menuliskan kata-kata penyemangat buatmu. Saat aku sudah tidak mampu lagi ‘tuk katakan kata-kata pembakar jiwa dan sukmamu. Engkau sendirilah yang kuharapkan untuk mengobarkan semangat 45 di dadamu agar keberhasilan dan kesuksesan di dunia mayapada ini akan kau dapatkan.      

Karena, lambat atau pun cepat, aku akan pergi meninggalkanmu selama-lamanya. Lambat atau pun cepat, aku akan mendahuluimu tanpa aku melihatmu sama sekali. Lambat ataupun cepat, itu PASTI. Ini bukan CINTA kawan... ini bukan KASIH... Tapi ini melebihi CINTA. Wasalam “Sugianto, S.Pd.I”    

Share To:

Unknown

Post A Comment:

0 comments so far,add yours