Dalam guratan hatiku saat ini, ada sesuatu yang ingin aku katakan kepadamu. Andaikan kau tahu, aku selalu mendo’akanmu. Tapi,



Tugas Cerpen "HARUSKAH AKU BERPUTUS ASA UNTUK MENDAPATKANMU"
Putus Asa karena Cinta

HARUSKAH AKU BERPUTUS ASA UNTUK MENDAPATKANMU

Dalam guratan hatiku saat ini, ada sesuatu yang ingin aku katakan kepadamu. Andaikan kau tahu, aku selalu mendo’akanmu. Tapi, kenyataannya lain, kau selalu mendo’akan dia. Andaikan kau tahu, aku selalu meminta kepada Tuhan agar kau selalu sehat dan dalam lindungan-Nya. Tapi, pada kenyataannya lain, kau mendo’akan dia agar selalu dalam lindungan Tuhan. Andaikan kau tahu, aku sangat menyayangimu. Tapi hatimu tidak. Kau menyayangi dia.

Andaikan kau tahu, aku sangat mencintaimu lebih dari aku mencintai diriku sendiri. Tapi tidak denganmu. Kau sangat mencintai dia lebih dari cinta yang kau miliki. Andaikan kau tahu, aku sangat mengasihimu. Tapi kenyataannya kau mengasihi dia lebih dari hidupmu. Andaikan kau tahu, hidup dan matiku hanya untukmu, dan hanya untukmu. Tapi, itu tidak kau padaku. Hidup dan matimu hanya untuk dia, hanya buat dia. Andaikan kau tahu, jasmani dan rohaniku bahkan darah serta jasadku yang kerempeng berbau tanah ini aku persembahkan hanya untukmu. Aku korbankan segalanya hanya buatmu. Tapi, itu tidak kau sayang. Itu tidak kau padaku. Jasmani dan rohanimu serta tubuhmu yang cantik itu hanyalah buat dia. Hanya untuk dia. Semuanya kau korbankan untuk dia. Kau persembahkan dan kau berikan segalanya hanya untuk dia, untukku tiada tersisa lagi.

Andaikan kau tahu, segala yang kumiliki adalah untukmu. Tapi sebaliknya, segala yang kau miliki kau persembahkan kepadanya. Andaikan kau tahu, nyawaku akan aku persembahkan padamu. Semua itu tiada lain untuk aku mendapatkan cinta dan kasih sayangmu. Tapi sayang, nyawa serta cinta dan kasih-sayangmu buat dia. Andaikan kau tahu, sudah banyak yang telah aku korbankan kepadamu saat ini. Andaikan kau tahu, aku tidak pernah mengeluh sedikitpun tentang apa yang kau mau. Tentang apa yang kau katakan. Tentang apa yang kau lafazkan. Tentang apa yang kau inginkan. Aku tidak pernah menolak apa pun kehendakmu. Aku tidak pernah sedikitpun mengeluh kesah kepadamu.

Aku akan melindungimu dari segala marabahaya. Aku akan selalu membuat kau tersenyum. Aku akan selalu membuat kau tertawa. Aku akan selalu membuat kau riang-gembira. Aku akan selalu... tapi, itu tidak kau. Bahkan kau sebaliknya padaku. Kau membenciku melebihi benci orang kepada seorang penjahat. Kau tidak menginginkan diriku ada disisimu. Kau tidak sudi untuk menolehku lagi. Kau enggan untuk bersua denganku. Kau malu bila aku bersamamu. Kau diam sejuta bahasa bila aku bicara kepadamu.

Kau ingin melindungi dia dari segala marabahaya. Kau ingin membuat ia selalu tersenyum, karena senyumanmu hanya untuk dia. Kau sangat menginginkan dia disisimu, menemani hidup dan matimu. Sedangkan selama ini akulah yang selalu ada untukmu. Dengan sekelip mata kau tinggalkan aku di pinggir jalanan. Kau ingin selalu bicara dengan dia, kau ingin selalu ada untuk dia. Kau inginkan dia selalu bersua denganmu setiap waktu. Dan, akunya kapan...?          

Aku tidak akan mendapatkan kesempatan untuk bersamamu. Aku tidak akan mendapatkan peluang untuk bersamamu. Semua itu bagiku hanya hayalan di siang bolong. Semua itu hanyalah ilusinasi disiang hari. Bagimu aku tiada arti, meskipun berjuta pengorbanan yang telah aku berikan kepadamu. Bagimu aku tiada berfaedah, aku hanya bebanmu. Aku hanyalah benalu dibenakmu.
Cukupkah sampai disini saja usahaku untuk mendapatkanmu? Cukupkah sampai disini saja untuk aku menaklukkan hatimu? Cukupkah disini saja untuk aku memohonkan kau pada Tuhan, agar kau menjadi milikku? Cukupkah sampai disini saja untuk aku memintamu pada Tuhan? Cukupkah sampai disini saja untuk aku menginginkanmu? Cukupkah sampai disini, Tuhan? Haruskah aku berputus asa untuk mendapatkan dia menjadi istriku, Tuhan? Sekali lagi Tuhan, haruskah aku berputus asa...?

Andaikan kau tahu, sebenarnya aku sudah lelah untuk menaklukkanmu. Andaikan kau tahu, aku sudah capek untuk mendapatkanmu. Andaikan kau tahu, aku sudah letih untuk mendapatkan cintamu. Andaikan kau tahu, aku juga sudah capek untuk membuka hatimu. Andaikan kau tahu, aku juga sudah lelah untuk membuat kau mencintai dan menyayangi aku. Mungkin aku memang tidak layak untuk kau cintai. Mungkin aku memang tidak layak untuk kau sayangi. Mungkin cinta dan kasih-sayangmu buatku sudah tiada lagi. Kutahu, semua itu bukan mungkin lagi, akan tetapi semua itu “pasti”.

Tuhan, mengapa dia mencintai orang lain? Sedangkan aku sangat mencintai dan menyayanginya. Sedangkan aku amat merindukannya setiap waktu. Aku ingin dia menjadi milikku, Tuhan. Aku ingin dia menjadi istriku selamanya bahkan ke surga nantinya. Tuhan, mengapa dia bisa mencintai orang lain, sedangkan orang itu belum tentu mencintainya? Sedangkan orang itu belum pasti lagi menyayangi dan mengasihinya. Cintanya yang masih polos akan dipermainkan oleh lelaki yang tidak bertanggung jawab, Tuhan. Tolonglah lindungi dia untuku, Tuhan....

Tuhan, bantulah aku. Kuatkanlah aku. Bakarlah semangatku. Jangan sampai aku berputus asa untuk mendapatkannya. Bakarlah semangatku, Tuhan, agar dia akan kupinta hingga Kau menjemputku. Akan kupinta dia hingga hatinya luluh buatku. Hatinya yang keras bagaikan batu cadas itu akan aku hancurkan dengan palu cinta dariMu. 

"D" Aku mencintaimu dengan sepenuh raga dan nyawaku.                   

        
        
Share To:

Unknown

Post A Comment:

0 comments so far,add yours