Sekarang banyak orang membicarakan tentang PKI. Mulai dari warung kopi hingga obrolan televisi. Mulai dari petani hingga orang yang berdasi.


PKI DI MATA GENERASI BARU
Generasi Anak Bangsa Indonesia

PKI DI MATA GENERASI BARU

Sekarang banyak orang membicarakan tentang PKI. Mulai dari warung kopi hingga obrolan televisi. Mulai dari petani hingga orang yang berdasi. Semuanya membicarakan PKI. Tidak luput pula anak generasi baru di zaman yang serba edan ini. Sedangkan selama ini, tidak pernah didengar sama sekali. Sedangkan selama ini, banyak orang yang sudah tidak perduli lagi. Selama ini nama PKI tidak banyak yang mengetahui. Bahkan, banyak diantara mereka yang tidak ambil peduli, apa itu PKI. Apa yang namanya PKI?

PKI itu siapa? Pasti mereka bertanya-tanya. Siapa PKI itu? Mereka mau banyak tahu. Apa kerjanya PKI itu? Mereka bertanya-tanya di dalam kalbu. Apakah mereka seorang pejabat yang berbaju hijau? Atau pun mungkin mereka itu seorang penjahat? Apakah mereka juga sering memakai baju yang berwarna putih? Apakah mereka hanya goyang-goyang kaki? Apakah mereka goyang-goyang pinggul dan kepala serta hanya duduk-duduk diam di kursi hangat. Apakah ada diantara mereka yang menjadi petani, pedagang, atau pun mereka seorang sopir. Apapun pekerjaannya akankah kita mengetahuinya?.

Lalu di mana tinggalnya PKI itu? Apakah PKI itu tinggalnya di langit? Apakah PKI itu tinggalnya di istana? Apakah PKI itu tinggalnya di kolong jembatan? Apakah PKI itu tidurnya di gubuk bambu dan kontrakkan? Apakah PKI itu tinggalnya di asrama atau pun di kos-an? Apakah mereka juga ditinggal di apartement? Apakah mereka orang yang melarat atau pun konglomerat? Bermacam-macam pertanyaan dibenak mereka. sedangkan selama ini mereka tidak pernah mendengar tentang PKI sama sekali. Sedangkan selama ini mereka tidak tahu tentang keberadaan dari PKI itu.

Selama ini nama PKI sudah lama terkubur. Kini namanya tumbuh dengan subur ditepi bibir seperti cendawan yang diguyur. Selama ini PKI di mata generasi baru tidak ada yang tahu. Mereka tidak tahu karena tidak ada yang memberi tahu. Mereka tidak tahu akan penderitaan rakyat Indonesia tempo dulu. Mereka tidak tahu akan pengalaman perih bangsa ini. Mereka tidak tahu betapa banyak nyawa, harta dan benda yang telah menjadi korban dalam memerdekakan negara ini. Mereka tidak tahu dengan banyaknya darah yang telah tercurahkan demi Indonesia ini. Berapa banyak yang peduli dengan negara yang tercinta saat sekarang ini?.

PKI di mata generasi baru. Mereka tidak banyak yang tahu. Karena nama PKI itu dikubur seiring dengan waktu. Mereka ingin meleyapkan bukti sejarah dengan perlahan-lahan. Jika tidak ada yang peduli pada negeri ini, maka akan hancurlah Ibu Pertiwi. Bahkan guru pun mungkin dan pasti ada yang tidak tahu, PKI itu apa?. PKI itu siapa? Siapakah PKI sekarang ini?. Di manakah mereka berada kini?. Kerja apa mereka?. Pejabat atau penjahat mereka?. Orang melarat atau pun orang konglomerat?. Mereka guru atau pun seorang penipu?. Petani atau pun pak haji?. Akankah mereka tahu selaku generasi baru?. Selaku generasi baru akankah kita jeli siapa mereka?.                 

Sekarang film PKI diputar kembali. Aku harap esok atau lusa serta tahun nanti film itu diputar lagi. Aku juga bermohon agar kejadian itu jangan terulang kembali. Aku harap selaku generasi baru harus mencintai negerinya dengan sepenuh hati. Karena semua itu merupakan sejarah pahit negeri yang tercinta ini. Sejarah kelam bangsa Indonesia yang menyedihkan hati. Menyayat-nyayat hati. Menusuk jantung, perih, pedih, sedih yang tidak terlupakan hingga hilang mentari. Selaku generasi baru harus tahu dengan sejarah negeri dan bangsanya. Rela mati demi negara yang tercinta. Rela gugur demi mempertahankan Indonesia.

Sekarang, selaku generasi baru, baru mengerti apa itu yang namanya PKI. PKI itu penghianat bangsa. PKI itu kejam. PKI itu arogan. PKI itu komunis. PKI itu Partai Komunis Indonesia. PKI itu tidak mempunyai Tuhan dan tidak beriman. PKI itu menentang hukum Tuhan. PKI itu tidak manusiawi. PKI itu anarkis. PKI itu musuh dalam selimut. PKI itu pisau mata dua. Itulah gambaran tentang PKI.

Selaku generasi baru, cintailah negeri ini. Selaku generasi baru, sayangilah negeri yang tercinta ini. Selaku generasi baru, hormatilah dan hargailah jasa-jasa pahlawan negeri ini. Selaku generasi baru, isi dan pertahankanlah kemerdekaan NKRI ini. Selaku generasi baru, pupuklah semangat patriotis di dalam hati dan sanubari. Selaku generasi baru, junjung tinggilah rasa persatuan dan kesatuan bangsa demi Indonesia yang tercinta ini. Selaku generasi baru, jangan biarkan PKI tumbuh dan hidup kembali. Selaku generasi baru, singsinglah lengan bajumu, pertahankan Indonesia ini dari rongrongan golongan setani. Maju dan bergandeng bahu bersama ABRI mempertahankan dan menjaga NKRI. NKRI adalah harga MATI. PKI kubur dari negeri ini selama-lamanya dan jangan sampai hidup kembali.

Itulah PKI, kuamanahkan negeri ini padamu selaku generasi baru. “Sugianto, S.Pd.I.”            

      

     
Share To:

Unknown

Post A Comment:

0 comments so far,add yours