Acapkali kuucapkan pada Tuhan, “akankah kau milikku?.” Karena saban waktu kupinta kau kepada Tuhan. Kupinta kau pada Yang Maha Kuasa


Contoh Penulisan Prosa "AKANKAH KAU MILIKKU?"
Lambaian Perpisahan

AKANKAH KAU MILIKKU?

Acapkali kuucapkan pada Tuhan, “akankah kau milikku?.” Karena saban waktu kupinta kau kepada Tuhan. Kupinta kau pada Yang Maha Kuasa di dhuhaku. Kupinta kau pada Tuhan di tahajudku. Kupinta kau pada Tuhan di sholat hajatku. Kumohon pada Ilahi di lima waktuku hanya dirimu. Hanya dirimu “cinta.” Tiada gadis lain dihatiku. Tiada wanita lain dijiwaku. Tiada perempuan lain yang bersemayam di sukmaku, kecuali dirimu. Bidadari sekalipun tidak dapat ‘tuk menggantikan dirimu di jiwaku.

Menjelang tidurku, do’aku hanya untuk dirimu. Setiap langkahku hanya ingin menemuimu. Hatiku selalu melafazkan namamu disetiap sekon. Namamu seumpama lafaz zikir, dan seumpama asma Ilahi Rabbi. Namamu seumpama ayat-ayat cinta yang kurangkai dengan sebuah tinta emas dari sorga.

Aku tahu langit itu tinggi. Aku juga tahu bintang-bintang itu jauh. Akankah seperti itu cinta kita? Akankah seperti itu jalinan kasih kita? Akankah seperti itu hubungan cinta dan kasih-sayang kita? Aku tidak mau itu terjadi pada hubungan cinta kita. Aku tidak sudi itu “cinta.” Aku juga paham gunung-ganang itu sangat tinggi dan menjulang. Aku tahu samudra itu dalam. Aku tidak perduli akan semua itu. Jika engkau sebuah mutiara di dasar samudra, maka kau akan kuselam walaupun hilang hafasku dari raga. Jika kau seumpama bongkahan intan di atas gunung yang menjulang. Maka gunung ganang itu akan aku daki, walaupun aku harus mati bersamamu. Akan aku pertaruhkan nyawa ini untuk mendapatkan dan membahagiakanmu. Karena aku ingin kau selalu ada disisiku selama-lamanya.

Perjalanan untuk mendapatkanmu amatlah panjang. Sebuah perjalanan yang berliku dan penuh dengan ranjau-ranjau cinta.perjalanan untuk memilikimu amatlah susah. Onak dan duri serta lautan api harus aku tempuhi. Perjalanan untuk menjadikan dirimu yang sah amatlah berat. Hinggakan daku harus mengorbankan nyawa ini demi kamu “cinta.” Namun semuanya harus aku lakukan demi untuk hidup dan semati bersamamu. Demi untuk merajut tali cinta dan kasih sayang selamanya hanya denganmu. Demi sebuah kehidupan yang sakinah, mawadah dan warahmah (samawa).

Aku tidak akan pernah lelah. Aku tidak akan pernah untuk menyerah. Aku tidak akan pernah untuk mengalah. Aku tidak akan pernah untuk pasrah. Aku tidak akan pernah untuk bersedih. Akan selalu kupinta kau pada Allah. Walaupun aku harus meneteskan darahku yang merah. Aku tidak akan pernah berhenti memintamu pada Allah. Walaupun dunia ini akan musnah.

Aku tidak bisa hidup tanpamu di sisiku. Aku tidak akan kuat untuk mengharungi hidup ini jika tanpamu di sisiku. Aku tidak sanggup, aku tidak sanggup untuk menerokai alam ini jika tidak bersamamu. Aku tidak berdaya jika kau tiada di depanku. Aku bagaikan kehilangan tongkat, bendera akbar. Aku bagaikan kehilangan nyawa jika kau jauh dariku. Aku tidak bisa segala-galanya jika kau lenyap dari hidupku.

Akankah kau milikku?




                      
Share To:

ANTS EDUCATION

Post A Comment:

0 comments so far,add yours