Berkelahi dengan Tuhan. Sebelum kita membahas judul artikel di atas, kita defenisikan dulu apa itu Tuhan. Kata dari “Tuhan” dipahami sebagai Roh


Berkelahi dengan Tuhan
ilustrasi: marah

Berkelahi dengan Tuhan. Sebelum kita membahas judul artikel di atas, kita defenisikan dulu apa itu Tuhan. Kata dari “Tuhan” dipahami sebagai Roh Maha Kuasa dan asas dari suatu kepercayaan. Akan tetapi tidak ada kesepakatan bersama mengenai konsep ketuhanan. Sehingga ada berbagai konsep mengenai ketuhanan, meliputi: teisme, deisme, panteisme, dan lain-lain. Menurut pandangan teisme, Tuhan merupakan pencipta sekaligus pengatur segala kejadian di alam semesta. Itulah makna dari kata “Tuhan”, dan banyak pula yang mendefenisikan kata “Tuhan” itu menurut aliran dan konsep ajaran mereka.

Tuhanlah yang menentukan segala apa yang ada di dunia ini, tidak luput pula akan takdir kita, rezeki kita, jodoh kita, mati dan sakit kita, bahagia dan tidaknya kita, semuanya. Tuhanlah yang mengambil peran, kita hanyalah pelakon atau artis di dunia ini. Sedangkan sutradaranya hanyalah DIA, Tuhan yang Maha Kuasa. Apabila kita bicara akan rezeki, jodoh, mati, sakit, dan lain sebagainya. Itu disebut dengan qada dan qadar dari Allah Subhanahu Wata’ala. Sedangkan defenisi dari qada dan qadar yang penulis dari referensi adalah kata qada bermakna sesuatu yang ditetapkan Allah pada mahluk-Nya, baik berupa penciptaan, peniadaan maupun perubahannya. Sedangkan qadar bermakna sesuatu yang telah ditentukan Allah sejak zaman azali.

Lalu, bagaimana dengan hubungan atau korelasinya antara artikeldengan judul di atas, yaitu “berkelahi dengan Tuhan”. Apa yang dimaksud dengan berkelahi? Menurut KBBI “berkelahi” adalah “berkelahi” Verba (kata kerja) bertengkar dengan disertai adu kata-kata atau adu tenaga: “sesudah berkelahi pukul-memukul, kedua anak itu sama-sama menangis.”

Sekarang penulis akan membahas mengenai judul artikel di atas, “berkelahi dengan Tuhan”. Namun sebelumnya penulis ingin bertanya pada saudara-saudari “tepuk dada tanya selera ya”. Apakah anda pernah mengeluh dengan Tuhan dalam hal kehidupan dunia ini, (tanpa terkecuali, masalah cinta, asmara, rezeki, jodoh, sakit, dan lain-lainnya)?. Kemudian, apakah anda pernah mengomel dan menyalahkan Tuhan akan semua itu? “Dengan keluhan,,, Tuhan tidak adil, mengapa Tuhan menciptakan aku seperti ini, mengapa aku tidak kaya, mengapa aku tidak cantik, mengapa aku tidak ganteng, mengapa aku cacat, mengapa aku tidak punya pacar, mengapa suamiku selingkuh, dan banyak sekali keluhan anda pada Tuhan.

“Kemudian dalam do’apun kita marah atau berkelahi dengan TUHAN, ya Tuhan, aku sudah sholat, aku sudah puasa, aku sudah melaksanakan suruhanMu, perintahMu, tapi mengapa aku tidakkaya-kaya, aku masih miskin. Jodohku belum datang. Padahal pengorbananku kepadanya sudah banyak, apalagi Tuhan”. Tanpa kita sadari keluhan kita itu, “marah” kepadaNya.

Bahkan ada yang nganbek, ngak mau lagi untuk sholat dan puasa,bahkan mendengar suara azan pun jadi benci. Karena belum memperkenankan permohonannya atau do’anya. Dia terus berkelahi dengan Tuhan. Kita pun tanpa kita sadari telah berkelahi dengan Tuhan, karena apa yang kita inginkan tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan. Semuanya rencana Tuhan, lalu apa yang bisa kita lakukan? Sabar dan berdo’a serta ikhtiar, insya Allah akan dikabulkan dan diperkenankan, hanya menunggu waktu. Dan jangan lupa, berprasangka baiklah kepada ALLAH. Allah tergantung prasangka hambaNya.

Semoga artikel ini bermanfaat buat kita semua khususnya penulis. Itulah yang dimaksud dengan berkelahi dengan Tuhan.       
Share To:

Unknown

Post A Comment:

0 comments so far,add yours