Sugianto, S.Pd.I: PENGGUNAAN GADGET YANG BAIK BAGI SISWA SD, Menyatakan dengan sebenarnya bahwa tulisan Artikel Ilmiah yang berjudul


Sugianto, S.Pd.I: PENGGUNAAN GADGET  YANG BAIK BAGI SISWA SD
Penggunaan Gadget yang Baik dan Benar

LOMBA MENULIS ARTIKEL ILMIAH POPULER

DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH DASAR
KEMDIKBUD


Oleh:

Sugianto, S.Pd.I





PENGGUNAAN GADGET
YANG BAIK BAGI SISWA SD




Tahun 2017

SURAT PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN


Saya yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama                                   :    Sugianto, S.Pd.I
Tempat dan tanggal lahir     :    Sekadim, 29-4-1977
Pekerjaan                             :    TU/OPERATOR SDN 12 BULUH
                                                  ENGGADANG

Menyatakan dengan sebenarnya bahwa tulisan Artikel Ilmiah yang berjudul “Penggunaan Gadget yang Baik Bagi Siswa Sekolah Dasar” dengan Tema “Strategi Peningkatan Mutu Sekolah Dasar yang saya tulis ini benar-benar merupakan hasil karya sendiri; bukan merupakan tulisan milik orang lain yang saya akui sebagai hasil tulisan saya sendiri.

Apabila dikemudian hari terbukti tulisan cerita rakyat ini hasil jiplakan, saya bersedia menerima sanksi atas perbuatan tersebut.


                                                                                Singkawang, 16 September 2017
                                                                                     Yang membuat pernyataan

Rp. 6000
 
                                                                                                         


                                                                                             Sugianto, S.Pd.I




Biodata Penulis


Nama lengkap               :      Sugianto, S.Pd.I
Telp kantor/ponsel         :      081 345 904 965
Posel                             :      0852 4571 6578
Akun Facebook             :      antssugi@yahoo.co.id
Alamat kantor               :      SDN 12 BULUH ENGGADANG KECAMATAN
                                             TEBAS, KAB. SAMBAS, PROV. KALIAMANTAN
                                             BARAT, Jln. Desa Serumpun Buluh, Dusun Buluh
                                             Enggadang, Kecamatan Tebas, Kode Pos: 79461
Judul Naskah                :      Penggunaan Gadget yang Baik Bagi Siswa
                                             Sekolah Dasar
Tema                             :      Strategi Peningkatan Mutu Sekolah Dasar
Riwayat pekerjaan        :      TU/OPERATOR SDN 12 BULUH ENGGADANG

Riwayat Pendidikan dan Tahun Belajar:
S-1                                :      STIT 2012 Singkawang   
SMA                             :      PAKET C 2006 PMK  
SMP                              :     PAKET B 2003 PMK
SD                               :      SDN No. 8 SEKADIM 1990  










Kata Pengantar

Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Allah S.W.T berkat rahmat dan nikmatNya jualah sehingga penulis dapat menyelesaikan Karya Tulis Ilmiah ini yang berjudul PENGGUNAAN GADGET yang BAIK BAGI SISWA SEKOLAH DASAR. Judul ini sengaja penulis angkat agar menarik perhatian pembaca dan diharapkan dapat menggugah kesadaran para siswa akan kesadaran dalam penggunaan gadget yang baik bagi siswa dengan prestasi di sekolah nantinya.
Dalam Karya Tulis Ilmiah ini dijelaskna tentang PENGGUNAAN GADGET yang BAIK BAGI SISWA SEKOLAH DASARdan upaya yang dilakukan oleh guru ataupun Bapak Kepala Sekolah agar siswa di SDN 12 Buluh Enggadang Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat, menggunakan gadget dengan baik dan benar. Agar nilai siswa di SDN 12 Buluh Enggadang Kecamatan Tebas tidak mengalami penurunan.
Tidak lupa penulis khaturkan terimakasih sebanyak-banyaknya kepada Bapak Kepala Sekolah SDN 12 Buluh Enggadang, H. Hamdani, S.Pd. SD, Ibu Hj. Juliani, S.Pd.SD selaku guru Bahasa Indonesia dan Bapak Mistur, S.Pd.SD selaku wali kelas VI (enam), yang telah memberikan banyak bantuan dorongan dan semangat hingga berbagai kendala dapat diatasi dengan mudah.
Penulis menyadari bahwa karya tulis ini masih banyak kekurangan. Demi kesempurnaan karya tulis ini bentuk dan berbagai saran dari berbagai pihak sangat diharapkan. Semoga karya tulis ini bermanfaat bagi pembaca.


                                                                      Sambas, 20 September 2017


                                                                                       Penulis


DAFTAR ISI

                                                                                                                    Halaman
Kata Pengantar ……………………………………………………………..   i
Daftar Isi ……………………………………………………………….......  ii
BAB I PENDAHULUAN ............................................................................ 1
  1. Latar Belakang …………………………………………………....... 1
  2. Tujuan ……………………………………………………………....  2
  3. Rumusan Masalah …………………………………………………..  2
  4. Pemilihan Judul …………………………………………….............  3
BAB II SEJARAH DAN DAMPAK GADGET BAGI SISWA
SEKOLAH DASAR …………………………………….............  4
  1. Sejarah dan Perkembangan Gadget ………………………………..   4
  2. Dampak Positif dan Negatif dari Gadget ………………………….. 5
Dampak Positif Gadget pada Siswa ……………………………..      6
Dampak Negatif Gadget pada Siswa …………………………....      7
Langkah atau cara agar siswa menggunakan gadget
dengan baik dan benar ………………………………….............        8
BAB III PENGGUNAAN GADGET YANG BAIK
BAGI SISWA SEKOLAH DASAR ………………..................  9

BAB IV PENUTUP
  1. Kesimpulan ……………………………………………..................   13
  2. Saran …………………………………………………………........   13
DAFTAR PUSTAKA ……………………………………………............  15
BIOGRAFI PENULIS …………………………………………..............   16
ANGKET …………………………………………....................................  18




BAB I
PENDAHULUAN

A.           LATAR BELAKANG
Di zaman serba teknologi seperti sekarang ini, gadget atau ponsel bukanlah barang asing bagi siapapun. Bahkan, anak-anak kecil pun sudah banyak yang bermain dengan gadget. Anak-anak ini sebagai siswa di sekolah, memiliki kewajiban untuk belajar. Lalu adakah gadget dapat berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa? Apakah siswa dapat menggunakan gadget miliknya dengan baik dan benar di sekolah?
Gadget adalah tekhnologi yang diciptakan oleh manusia untuk mempermudah komunikasi. Saat ini gadget sudah beragam macamnya, walau fungsi utamanya adalah untuk menelepon atau pun untuk berbicara jarak jauh, fitur gadget sudah banyak berkembang. Mulai dari penambahan fitur kamera, MP3, bahkan jaringan internet.
Kemajuan teknologi komunikasi telah banyak memberikan manfaat bagi kehidupan manusia, secara khusus juga bermanfaat bagi dunia pendidikan terutama dalam proses pembelajaran, baik dalam proses perencanaan pembelajaran, pengelolaan pembelajaran serta penilaian pembelajaran.
Penggunaan gadget dalam dunia pendidikan merupakan sebuah permasalahan yang perlu dikaji secara mendalam karena dalam pikiran kita sepertinya gadget hanya berguna untuk menyampaikan Short Message Service (SMS), mendengarkan musik, menonton tayangan audiovisual, dan game. Tak ada manfaat yang berarti sehingga harus dilarang untuk dibawa dan dipergunakan siswa di lingkungan sekolah.
Sebenarnya, gadget juga dapat bermanfaat bagi kalangan pelajar jika digunakan untuk kepentingan belajar. Gadget yang dapat terhubung dengan layanan internet akan membantu siswa menemukan informasi yang dapat menopang pengetahuannya di sekolah. Namun, pada kenyataannya sangat sedikit pelajar yang memanfaatkan pada sisi ini.
Dengan demikian, peranan guru sangat dibutuhkan dalam hal ini agar guru di sekolah dapat mengarahkan anak didiknya agar dapat memanfaatkan gadget untuk mendapatkan berbagai informasi atau menyelesaikan tugas atau PR yang diberikan oleh guru. Agar semua siswa dapat menggunakan gadgetnya dengan baik dan benar.
Selanjutnya agar murid tidak menggunakan gadgetnya hanya untuk sms-an, main game, dengar musik, nonton tayangan audiovisual, serta facebook-an, melainkan mendapatkan berbagai informasi dan ilmu pendidikan. Memfungsikan gadget sesuai dengan fungsinya. Selanjutnya, hal ini akan berdampak  terhadap prestasi belajarnya di sekolah.

B.            TUJUAN
Artikel Ilmiah ini dibuat berdasarkan mengikuti Lomba Penulisan Artikel Ilmiah Populer Sekolah Dasar yang diselenggarakan oleh Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar, Kemdikbud tahun 2017. Disamping itu pula penulis akan dapat mengetahui penggunaan gadget oleh siswa di SDN 12 Buluh Enggadang dengan baik dan benar. Penulis juga telah melakukan survei dimana tempat penulis bekerja, yaitu di SDN 12 Buluh Enggadang Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat.

C.           RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan apa yang telah dikemukakan di atas, penulis akan membahas 2 masalah yang timbul yaitu:
1.             Apakah di SDN 12 Buluh Enggadang, Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas telah menggunakan gadget dengan baik dan benar?
2.             Apakah selama mereka menggunakan gadget prestasi siswa di SDN 12 Buluh Enggadang, Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas  menurunkan?



D.           ALASAN PEMILIHAN JUDUL
Karena penulis sendiri adalah seorang Tata Usaha atau Operator di SDN 12 Buluh Enggadang, Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat. Dan penulis sering melihat siswa sering membawa gadget ketika ke sekolah.
Mereka juga sering mengutak-atik fitur gadget ketika guru sedang menerangkan pelajaran. Oleh karena itu, penulis sangat tertarik untuk membahas gadget ini dalam hubungannya tentang prestasi siswa di sekolah SDN 12 Buluh Enggadang, Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat.
Mungkin selama ini mereka sudah menggunakan fitur gadget dengan baik dan benar untuk mendapatkan berbagai informasi mengenai pelajaran yang telah disampaikan oleh guru.


















BAB II
 SEJARAH DAN DAMPAK DARI GADGET 
BAGI SISWA SEKOLAH DASAR

A.           Sejarah dan Perkembangan Gadget
Setiap orang pasti punya gadget kan? Sekarang ini anak Sekolah Dasar  pun punya gadget. Kalau bicara  perkembangan gadget sepertinya tidak akan pernah berhenti. Sejarah Perkembangan gadget bermula di awal abad ke 19, sungguh perjalanan teknologi yang sangat lama.
Literatur sejarah perkembangan gadget adalah sebagai berikut. Tahun 1910 adalah permulaan telepon seluler yang ditemukan oleh Lars Magnus Ericsson (Swedia), pendiri perusahaan Ericsson yang kini di kenal dengan perusahaan Sony Ericsson dan merupakan bidang bisnis telegraf.
Tahun 1970-an perkembangan telepon mobile di dominasi oleh 3 perusahaan besar yaitu di Eropa dengan perusahaan Nokia dan perusahaan Motorola-nya.
Teknologi ini mulai digunakan tahun 1970 yang diawali dengan penggunaan mikroprosesor untuk teknologi komunikasi. Dan pada tahun 1971, jaringan gadget pertama dibuka di Finlandia bernama ARP. Menyusul kemudian NMT di Skandinavia pada tahun 1981 dan AMPS pada tahun 1983.
Baru-baru ini, tren komunikasi seluler mulai beralih kepada generasi berikutnya yang diprediksikan akan menjadi teknologi komunikasi seluler yang sangat menjanjikan. Generasi 3 atau yang sering disebut dengan nama 3G merupakan teknologi terbaru dalam dunia seluler. Generasi 3G ini lebih dikenal dengan sebutan UMTS (Universal Mobile Telecommunication System) atau WCDMA (Wideband-Coded Division Multiple Access).
Kelebihan generasi terbaru ini terletak pada kecepatan transfer data yang mencapai 384 kbps di luar ruangan dan 2 mbps untuk aplikasi indoor. Selain itu, generasi ini dapat menyediakan layanan multimedia seperti internet, video streaming, video telephone, dan lain-lain dengan lebih baik.
Kelebihan utama yang dimiliki generasi ketiga adalah kemampuan transfer data yang cepat atau memiliki bit rate yang tinggi. Tingginya bit rate yang dimiliki menyebabkan banyak operator CDMA dapat menyediakan berbagai aplikasi multimedia yang lebih baik dan bervariasi, dan menjadi daya tarik tersendiri bagi pelanggan.
Bayangkan, hanya dengan sebuah gadget, kita memiliki fasilitas kamera, video, komputer, stereo dan radio. Selain itu, berbagai fasilitas hiburan pun bisa dinikmati seperti video klip, keadaan lalu lintas secara real time, teleconference, bahkan ketika kita duduk di rumah pun, kita masih bisa melakukan berbagai hal tanpa harus keluar ruangan, seperti mencek saldo bank, memesan makanan dan lain-lain. Itu semua bukan hal yang mustahil bagi generasi ketiga.
Demikianlah sejarah Perkembangan gadget terbentuk. Perkembangan gadget terus berlanjut, teknologi gadget akan terus bergulir, inovasi baru akan terus muncul pada masa-masa yang akan datang. Kemudian gadget akan masuk dalam ranah kurikulum dimanfaatkan oleh siswa untuk medapatkan berbagai informasi mengenai pelajaran yang mereka hadapi.

B.            Dampak Positif dan Negatif dari Gadget
Banyak orang percaya bahwa banyak sekali pengaruh gadget terhadap prestasi belajar siswa. Gadget sendiri atau yang biasa disebut dengan HP atau handphone ini tentu bukan hal asing lagi bagi para siswa sekolah. Bila dulu penggunaannya mungkin hanya terbatas pada siswa sekolah tingkat atas dan universitas. Namun, zaman sekarang siswa SD pun sudah banyak yang memiliki HP atau gadget. Begitu juga dengan di SDN 12 Buluh Enggadang Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat.
Tidak bisa dipungkiri bahwa gadget memang punya beragam manfaat. Manfaatnya, tidak hanya bagi orang kantoran atau orang dewasa lainnya, tapi juga bagi para pelajar. Namun, seiring dengan perkembangan zaman, banyak pula dampak-dampak negatif gadget yang merugikan para siswa.
1.        Dampak Positif Gadget pada Siswa
Untuk mengetahui lebih jauh apa saja pengaruh gadget terhadap prestasi belajar siswa, berikut adalah beberapa contoh kegunaan gadget dari segi positif.
·                Sebagai alat komunikasi jarak jauh, gadget menjadi andalan siswa untuk berinteraksi dengan teman-temannya. Hal ini bisa mempermudah siswa untuk mengkoordinasi teman-temannya bila ingin belajar kelompok atau mengerjakan tugas bersama.
·                Gadget diciptakan untuk memudahkan kehidupan, dan sudah terbukti bahwa hidup siswa pun memang cukup terbantu oleh keberadaan gadget.
Misalnya, di luar jam sekolah, siswa bisa berkomunikasi dengan temannya untuk menanyakan materi tugas atau PR tanpa harus keluar rumah yang bisa menghabiskan banyak waktu.
·                Gadget bisa menyimpan suatu data dan mudah dibawa kemana-mana, ini tentu sangat berguna. Manfaat gadget bagi siswa berdasarkan hal ini misalnya siswa bisa mencatat materi pelajaran dan bisa menghapalnya di mana pun dan kapan pun.
Contoh lain, siswa mencatat beberapa informasi penting dan menyimpannya dalam HP, misal pengumuman ujian, suatu materi yang ia lihat di sebuah buku di toko buku, dan lain-lain.
·                Pengaruh gadget terhadap prestasi belajar siswa tidak hanya dalam bidang pelajaran. Gadget memiliki fitur-fitur hiburan, seperti musik (MP3) atau game. Fitur ini bisa menghibur para siswa yang mungkin penat saat belajar. Dengan demikian otak siswa akan kembali segar dan mampu menampung materi pelajaran dengan baik.
·                Saat ini telah banyak diproduksi gadget berfitur internet. Hal ini cukup memudahkan para siswa untuk mencari informasi tentang materi pelajaran lewat internet yang sudah tersedia di gadget.

2.        Dampak Negatif Gadget pada Siswa
Pengaruh gadget terhadap prestasi belajar siswa memang cukup banyak. Selain dari segi positif, banyak pula pengaruh negatif gadget yang patut diwaspadai dan seharusnya dihindari.
·                Hal negatif gadget yang mungkin paling menonjol adalah fitur internetnya. Walau memudahkan siswa untuk mencari informasi pelajaran, pada kenyataannya hampir semua siswa menggunakan fitur ini untuk hiburan semata.
·                Apakah itu adalah hal yang salah? Tentu saja tidak, asalkan digunakan sesuai kapasitas. Namun faktanya, cukup banyak prestasi siswa yang menurun hanya karena terlalu asyik dengan dunia maya yang ada dalam HP atau gadget, misal asyik dengan jejaring sosial yang kini sedang marak.
·                Selain fitur internet, fitur game dalam gadget pun cukup mempengaruhi prestasi belajar siswa di sekolah. Sama seperti internet, game tidak akan merugikan bila digunakan sesuai aturan dan memiliki batasan. Tapi, umumnya siswa malah keasyikan bermain game dan lupa untuk belajar.
·                Hal negatif lain adalah penggunaan gadget di saat ujian. Hal seperti ini sudah sering sekali ditemukan di sekolah-sekolah Indonesia. Keberadaan gadget yang digunakan untuk mencontek, mungkin memang akan meningkatkan nilai ujian, tapi akan sangat memperburuk mental siswa.
·                Mereka menjadi selalu tergantung pada teman atau pada contekan yang disiapkan di dalam gadget. Bila nilai bagus tidak seiring dengan kecerdasan, hal ini sangat merugikan sekali, bukan?
Itulah beberapa pengaruh gadget terhadap prestasi belajar siswa, baik dari segi positif maupun negatif. Gadget memang mempermudah, tapi penggunaannya pada siswa harus diawasi agar tidak terjadi hal-hal yang merugikan. Dalam hal ini merupakan upaya dari guru dan orang tua agar anak didik bisa menggunakan gadget dengan baik dan benar.
3.        Langkah atau cara agar siswa menggunakan gadget dengan baik dan benar
Masalah penggunaan gadget bagi siswa di sekolah bukan hanya tanggung jawab guru di sekolah selaku pendidik. Semua ini menjadi tanggung jawab bersama antara orang tua, guru, masyarakat (lingkungan) serta peran pemerintah.
·                Mengarahkan siswa dalam mencari informasi pelajaran yang dipelajarinya.
·                Memberikan penjelasan kepada siswa akibat dari salah menggunakan media teknologi khususnya gadget.
·                Penggunaan gadget harus digunakan sesuai kapasitas siswa. Jangan terlalu asyik dengan dunia maya yang ada dalam HP atau gadget.
·                Melarang siswa untuk menggunakan fitur game dalam gadget yang dapat mempengaruhi prestasi belajar siswa di sekolah.
·                Memberikan pengertian kepada anak agar jangan menggunakan gadget di saat ujian. Karena sifat atau perbuatan mencotek itu tidak baik dan dilarang oleh agama. Karena dengan mencontek akan memperburuk mental siswa. Bila nilai bagus tidak seiring dengan kecerdasan, hal ini sangat merugikan sekali, bukan?











BAB III
 PENGGUNAAN GADGET YANG BAIK BAGI SISWA SEKOLAH DASAR

Gadget atau yang sering disingkat dengan sebutan HP atau pun handphone tersebut merupakan benda yang ekonomis dan dapat dibawa ke mana-mana saja. Siapa yang tidak mempunyai HP atau gadget? Guru mana yang masih belum punya gadget android? Masih adakah guru di Indonesia ini yang masih gaptek atau buta dengan teknologi? Siswa saja handphonenya lebih canggih ketimbang punya guru di sekolah. Anak SD sekarang sudah mempunyai gadget yang sering mereka bawa ke sekolah.
Dengan majunya perkembangan teknologi, kurikulum juga menyesuaikan fungsinya. Kini media gadget ataupun handphone bisa digunakan sebagai media pembelajaran selain infocus atau proyektor. Guru SD dilatih dan dibina dalam penggunaan gadget atau media pembelajaran dalam KKG ataupun pelatihan lainnya. Mau tidak mau guru harus memiliki handphone android agar bisa mengakses berbagai materi. Apalagi yang namanya Kurikulum 2013 saat ini.
Seorang guru yang sudah menguasai ataupun memahami bagaimana cara penggunaan gadget untuk mengakses materi harus bisa menyampaikan ilmunya kepada guru yang lain ataupun kepada siswanya di kelas.
Siswa sering membawa handphonenya ke sekolah hanya sekedar untuk pamer, selfi, main game, sms-an, facebook-an, BBM-an, WA-an, dan lain sebagainya. Alangkah baiknya guru mengarahkan siswa dalam penggunaan gadget dengan baik dan benar.
Cara yang dapat dilakukan oleh guru agar siswa dapat menggunakan gadget dengan baik adalah:
1.      Mengarahkan siswa dalam mencari informasi pelajaran yang dipelajarinya.
2.      Memberikan penjelasan kepada siswa akibat dari salah menggunakan media teknologi khususnya gadget.
3.      Penggunaan gadget harus digunakan sesuai kapasitas siswa. Jangan terlalu asyik dengan dunia maya yang ada dalam HP atau gadget.
4.      Melarang siswa untuk menggunakan fitur game dalam gadget yang dapat mempengaruhi prestasi belajar siswa di sekolah.
5.      Memberikan pengertian kepada anak agar jangan menggunakan gadget di saat ulangan dan ujian. Karena sifat atau perbuatan mencotek itu tidak baik dan dilarang oleh agama. Karena dengan mencontek akan memperburuk mental siswa. Bila nilai bagus tidak seiring dengan kecerdasan, hal ini sangat merugikan bagi siswa yang bersangkutan. 
Saat ini semuanya pasti tergiur dengan benda satu itu. Benda yang sangat canggih apalagi di mata pelajar. Gadget dibuat bukan hanya semata-mata untuk bergaya saja (selfi), melainkan untuk mendapatkan berbagai ilmu, informasi, bisnis, dan lain sebagainya. Gadget juga bisa digunakan sebagai alat atau media pembelajaran.  
Disamping itu gadget bisa berbahaya bila digunakan oleh pelajar yang nakal. Kebanyakan pengguna tidak memperhatikan fungsi sebenarnya dari handphone atau HP. Mereka mempersalah gunakan gadget tersebut dengan adanya video tidak layak pandang di dalam hp mereka. Mereka memfungsikan gadget sebagai aksi kejahatan semata. 
Di beberapa sekolah di Indonesia khususnya untuk para Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA). Penyitaan atau pengraziaan handphone atau gadget sudah pasti terjadi. Semua itu bertujuan agar siswa dapat memfungsikan media teknologi yang mereka miliki tepat guna. Bukan untuk disalah gunakan. Begitu juga dengan siswa di sekolah dasar, tidak luput dari pengraziaan oleh kepala sekolah ataupun wali kelas.
Setelah dilakukan pengraziaan ataupun penjaringan HP, para siswa kurang serius dalam menanggapinya, mereka menganggap remeh atau hanya sekedar peraturan biasa saja.
Guru ataupun Bapak Kepala Sekolah khususnya di SDN 12 Buluh Enggadang selalu menghimbau dan memberikan pemahaman kepada siswa agar selalu menggunakan gadget dengan baik dan benar. Penggunaan gadget yang baik tersebut tidak hanya di sekolah ataupun di rumah saja. Jika pada saat proses KBM berlangsung guru mengarahkan siswa untuk mencari materi atau jawaban yang dianggap sulit dengan sarching di internet dengan menggunakan gadget yang mereka bawa.
Jika siswa mengalami kesulitan dalam mencari data yang dibutuhkannya, maka guru akan menuntun atau mengarahkan bagaimana cara mencari data dengan menggunakan gadget. Diharapkan sekali guru juga harus menguasai cara menggunakan media online tersebut (gadget). Sesulit apapun materi yang diberikan, jika mbah google yang mengerjakannya, maka tugas atau materi dapat diselesaikan dengan mudah. Dan siswa pun banyak mengetahui tentang berbagai info melalui gadget tersebut.
Penulis telah mewawancarai beberapa siswa mengenai penggunaan handphone dalam proses pembelajaran di dalam kelas.
Berdasarkan hasil wawancara penulis dengan mengambil sampel kepada anak kelas 6 di SDN 12 Buluh Enggadang, Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas, Provisi Kalimantan Barat sebanyak 20 orang  mayoritas menyatakan bahwa mereka cenderung menggunakan fasilitas atau fitur yang terdapat didalam gadget tersebut. Keberhasilan gadget mempengaruhi pola pikir siswa. Semua itu tiada lain disebabkan oleh saran dan masukan atau pun pengarahan dari guru serta kepala sekolah agar siswa menggunakan gadget dengan baik dan benar.
Penggunaan gadget tersebut juga mereka lakukan di rumah jika mereka menemukan PR yang susah. Karena jawaban dari soal tersebut tidak mereka temukan didalam buku paket maupun didalam buku LKS. Saat ini gadget ataupun handphone merupakan buku saku dari siswa. Hampir dari semua siswa SD di Indonesia mengantongi handphone.
Penulis melakukan wawancara tersebut tiada lain hanya untuk mengetahui pengaruh penggunaan gadget terhadap perilaku anak SD, khususnya anak SD di SDN 12 Buluh Enggadang, Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat.
Dari penelitian atau wawancara yang penulis lakukan dapat disimpulkan bahwa; “jika media teknologi gadget digunakan dengan baik dan benar oleh para siswa, maka prestasi belajar siswa akan meningkat. Dan jika sebaliknya, jika gadget atau media teknologi disalahgunakan oleh para siswa, maka prestasi belajar mereka akan merosot”.
Maka dari itu gunakanlah media teknologi khususnya gadget dengan baik dan benar. Semua itu tiada lain merupakan tanggung jawab kita bersama, yaitu; orang tua selaku di rumah, guru selaku di sekolah, masyarakat selaku di lingkungannya. Selain itu juga peran serta dari pemerintah khususnya dinas terkait (Dinas Pendidikan), dengan memberikan penyuluhan ataupun sosialisasi cara menggunakan gadget dengan baik dan benar. Agar siswa ada filter dalam penggunaan gadget. 






















BAB IV
PENUTUP

A.      Kesimpulan
Berbagai dampak yang dapat ditimbulkan oleh gadget atau handphone tersebut. Baik itu dampak positif ataupun dampak negatifnya. Siswa dan siswi dapat membatasi penggunaan gadget itu dari kesadaran diri sendiri, pengaruh teman, didikan orangtua dan juga guru-guru di sekolah. Asalkan siswa dan siswi dapat membagi waktu untuk urusan belajar dan bermain dengan gadget, itu tidak masalah. Jam belajar lancar dan diselingi dengan bermain gadget, namun jangan juga sampai siswa ketagihan memakai gadget, itu perlu dibataskan dengan pengawasan orang tua jika di rumah , dan para guru jika di sekolah.
Pemakaian gadget dalam penurunan prestasi, itu tidak 100% benar. Tergantung dari diri kita sendiri. Semua pelajar SD, SMP, SMA pasti pernah memakai gadget. Jadi, dapat disimpulkan bahwa pelajar memakai gadget boleh-boleh saja. Namun tidak boleh sampai ketagihan dan lupa waktu akan belajar.
Jika sudah sampai titik ketagihan, itulah yang membuat siswa lambat dan malas belajar. Mereka asik mengutak-atik gadget dan akhirnya akan menimbulkan penurunan prestasi di kelas. Maka dari itu, gunakanlah gadget dengan baik dan benar agar ilmu akan kita dapatkan dari penggunaan gadget tersebut.

B.       Saran
1.      Dukungan orang tua
Memang menjadi dilema bagi orang tua untuk tidak membelikan gadget pada anaknya. Jika harus membeli gadget seharusnya orang tua harus mampu memproteksi permata hatinya dari pengaruh negatif dari gadget. Secara berkala orang tua harus memeriksa isi gadget putra-putrinya. Bagi sekolah yang tidak melarang siswanya membawa gadget harus secara berkala melakukan razia terhadap penggunaan gadget agar siswa terjamin bebas dari pengaruh destruktif gadget.

2.      Motivasi dari guru di sekolah  
Motivasi memegang peranan penting bagi siswa di dalam meraih prestasi. Siswa dengan motivasi yang tinggi walau kemampuannya biasa saja akan meraih prestasi yang lebih tinggi dibandingkan dengan siswa dengan kemampuan baik tetapi tanpa motivasi.
Dengan ini motivasi dari guru sangat diharapkan oleh siswa agar siswa menggunakan gadgetnya dengan baik dan benar. Penggunaan gadget yang baik dan benar itu tidak saja di sekolah melainkan di rumah dan mana saja mereka berada. Tanamkan kesadaran kepada siswa akan dampak buruk dari salah menggunakan gadget tersebut.

3.      Dukungan lingkungan
Lingkungan pergaulan juga menjadi salah satu faktor penting di dalam menciptakan prestasi belajar siswa. Saat siswa bergaul di lingkungan anak-anak yang mau dan senang belajar, siswa tersebut akan terpengaruh secara positif untuk melakukan hal yang sama.
Lain halnya jika anak atau siswa bergaul dengan anak-anak yang senang menghabiskan waktu dengan bermain, maka anak tersebut akan mudah terpengaruh untuk melakukan hal yang sama.

4.      Ketersediaan berbagai teknologi
Perkembangan teknologi harus dimanfaatkan dengan baik dan benar. Jika ketersediaan teknologi ada di rumah dan di sekolah, siswa harus bisa memanfaatkannya dengan baik dan benar.
Berbagai ilmu dan informasi pastinya akan didapatkan melalui teknologi tersebut, khususnya gadget. Jika siswa salah menggunakan teknologi yang sudah tersedia, maka teknologi tersebut akan ikut menghancurkan prestasi yang telah diraihnya.
DAFTAR PUSTAKA

1.             Ahmad Tafsir. 1999. Metodologi Pengajaran agama Islam. Remaja Rosda Karya. Bandung, Jawa Barat. 
2.             George Myerson. 2003. Heidegger, Habermas dan Telepon Genggam. Penerbit Jendela. Jakarta.    
3.             Munif Chatib. 2014. Gurunya Manusia: Menjadikan Semua Anak Spesial dan Semua Anak Juara. Mizan Kaifa. Bandung.   
4.             Wahyudi, J.B. 1992. Teknologi Informasi dan Produksi Citra Bergerak. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.   
5.             Zainudin Ikhwan. 2007. Sejarah HP dan Dampaknya Bagi Pelajar. Jakarta.




















BIOGRAFI PENULIS


Sugianto                                 Nama Lengkap                  :     Sugianto, S.Pd.I
                                 Jenis Kelamin                    :     Laki-laki
                                 Tempat, Tanggal Lahir      :     Sekadim, 29 April 1977
                                 Agama                               :     Islam
                                 Alamat                              :     Jln. Pramuka, Rt. 12. Rw. 04,
Kel. Bukit Batu, Kec.
Singkawang Tengah      
                                 Pendidikan                        :
                                 SD                                     :     SDN No. 08 Sekadim 1990
                                 SMP                                  :     PAKET B Pemangkat 2003
                                 SMA                                 :     PAKET C SKB Sambas 2006
                                 S1                                      :     STIT SA. Singkawang 2012
                                                                                 Jurusan Tarbiyah

Pengalaman Pekerjaan      :

  1. Stap Tata Usaha SMP N 4 Tebas 2000-2004
  2. Pengurus Perpustakaan SMP N 3 Tebas 2004-2008
  3. Pembina Pramuka Penggalang SMP N 3 Tebas 2004-2008
  4. Pembina Saka Taruna Bumi Kecamatan Tebas 2004-2008
  5. Pembina Pramuka Penggalang Gugus VII dan VIII 2004-2008
  6. Pembina PMR SMA N 2 Tebas 2006-2008
  7. Pembina Pramuka Siaga SDN No. 08 Sekadim 2007-2008
  8. Tata Usaha PAUD Pondok Belajar Singkawang 2009-2012
  9. Pembina Pramuka/Guru PAI SMA N 10 Singkawang 2011-2012
  10. Tata Usaha/Operator SDN 12 Buluh Enggadang, Kec. Tebas 2013-sekarang

Pengalaman Organisasi     :

1.      Penasehat IPPD Desa Pusaka 1995-1997
2.      Wakil RT 19/RW 07 Dusun Sekadim, Desa Pusaka Kec. Tebas 1995-2000
3.      Ketua RT 19/RW 07 Dusun Sekadim, Desa Pusaka Kec. Tebas 2000-2005
4.      SekBidDak DPK.BKPRMI Kec. Tebas 2000-2002
5.      SekBidSos Yayasan USWAH Kab. Sambas 2000-2002
6.      Anggota Bag. Dakwah LDK STIT SA. Singkawang 2008-2012




























ANGKET

1.      Apakah adik membawa handphone atau gadget ke sekolah?
a. YA                                                               b. TIDAK
2.      Apakah adik memiliki handphone atau gadget yang android?
a. YA                                                               b. TIDAK
3.      Apakah handphone atau gadget adik mempunyai fitur Game?
a. YA                                                               b. TIDAK
4.      Apakah handphone atau gadget adik mempunyai fitur Line?
a. YA                                                               b. TIDAK
5.      Apakah handphone atau gadget adik mempunyai fitur Facebook?
a. YA                                                               b. TIDAK
6.      Apakah handphone atau gadget adik mempunyai fitur BBM?
a. YA                                                               b. TIDAK
7.      Apakah handphone atau gadget adik mempunyai fitur WA?
a. YA                                                               b. TIDAK
8.      Apakah handphone atau gadget adik mempunyai fitur Instagram?
a. YA                                                               b. TIDAK
9.      Apakah handphone atau gadget adik mempunyai fitur Internet?
a. YA                                                               b. TIDAK
10.  Apakah adik sering main Game jika di sekolah atau di dalam kelas?
a. YA                                                               b. TIDAK
11.  Apakah adik sering main Line jika di sekolah atau di dalam kelas?
a. YA                                                               b. TIDAK
12.  Apakah adik sering main Facebook jika di sekolah atau di dalam kelas?
a. YA                                                               b. TIDAK
13.  Apakah adik sering main BBM  jika di sekolah atau di dalam kelas?
a. YA                                                               b. TIDAK
14.  Apakah adik sering main WA jika di sekolah atau di dalam kelas?
a. YA                                                               b. TIDAK

15.  Apakah adik sering main Instagram jika di sekolah atau di dalam kelas?
a. YA                                                               b. TIDAK
16.  Apakah adik sering main Internet jika di sekolah atau di dalam kelas?
a. YA                                                               b. TIDAK
17.  Apakah gadget yang adik bawa di sekolah digunakan untuk mencari data ataupun informasi mengenai pelajaran?
a. YA                                                               b. TIDAK
18.  Apakah dengan gadget adik mencari data atau jawaban jika mengerjakan PR di rumah?
a. YA                                                               b. TIDAK
19.  Apakah guru di sekolah sering mengarahkan atau pun memberikan arahan untuk menggunakan gadget dengan baik?
a. YA                                                               b. TIDAK
20.  Apakah bapak kepala sekolah sering memberikan arahan atau pun masukan dalam penggunaan gadget di sekolah? 
a. YA                                                               b. TIDAK
21.  Apakah guru pernah menyuruh adik-adik untuk mencari berbagai informasi melalui gadget ataupun handphone yang memiliki fitur lengkap?
a. YA                                                               b. TIDAK
22.  Apakah guru ataupun bapak kepala sekolah pernah melakukan razia handphone atau gadget?
a. YA                                                               b. TIDAK
23.  Apakah guru ataupun bapak kepala sekolah pernah menjelaskan dampak negatif dari handphone atau gadget?
a. YA                                                               b. TIDAK
24.  Apakah guru ataupun bapak kepala sekolah pernah menjelaskan dampak positif dari handphone atau gadget?
a. YA                                                               b. TIDAK
25.  Apakah adik pernah merasakan kesulitan dalam menggunakan handphone atau gadget?
a. YA                                                               b. TIDAK
Share To:

ANTS EDUCATION

Post A Comment:

0 comments so far,add yours