Minggu, 03 April 2016

PJ atau Pajak Jadian Bahasa Kekinian di FaceBook

PJ atau Pajak Jadian ABG Kekinian di FB
Pajak Jadian
PJ atau Pajak Jadian ABG Kekinian di FB, PJ pajak kekini-kinian yang sering diucpakan oleh anak remaja atau ABG di dunia maya atau DUMAI serta ketika mereka bicara sesama mereka di dunia nyata. Hingga kita kadang-kadang tidak paham dan mengerti apa yang mereka bicarakan. Lalu apa seenarnya PJ itu?  Sebelum membahasa tentang PJ, akan penulis bahas dulu mengenai PAJAK. Karena hubungan PJ dan pajak itu ada, serupa tapi tidak sama.   

Pajak adalah pungutan wajib yang dibayar rakyat untuk negara dan akan digunakan untuk kepentingan pemerintah dan masyarakat umum. Rakyat yang membayar pajak tidak akan merasakan manfaat dari pajak secara langsung, karena pajak digunakan untuk kepentingan umum, bukan untuk kepentingan pribadi. Itulah makna atau defenisi dari pajak: “untuk kepentingan umum bukan untuk kepentingan pribadi”. Sedangkan PJ adalah “Pajak Jadian”. Maksudnya jika ada teman kita yang jadian dengan pacaranya, maka kita pinta “pajak atas jadian mereka”. Ya mungkin menurut mereka untuk tidak banyak bicara agar jadian mereka tidak tersebar ke ortu mereka, ke guru mereka atau teman-teman satu kelas serta teman-teman satu sekolah.

Pajak Jadian itu untuk kepentingan pribadi semata, tidak untuk kepentingan umum. Biasana sipelaku atau yang jadian tadi, akan memberikan PJ kepeda teman-teman dekatnya. Misalnya PJ itu berupa traktir-an bakso, mie goreng, coklat silverquien, minum dan lain sebagainya. Nah, bagi para ABG apakah Anda sudah memberikan PJ kepada tean Anda? Jika menurut pendapat saya “janganlah terlalu berlebih-lebihan dalam berpacaran hingga mengeluarkan PJ yang banyak. Karena hubungan Anda itu tidak akan berlangsung lama, ya paling lama satu atau dua bulan. Karena Anda merasa bosan, dan cepat bosan. Karena pula dalam Islam itu tidak ada (maaf) semua itu hanyalah dokrin orang-orang yang tidak berkepentingan yang suka kita tiru keberadaannya. Jika tidak kita ikut, apa kata dunia, teman-teman kita semua PJ-PJ-an. Tapi, buat apa ikut yang salah-kan? Lebih baik jadilah “DIRI KITA SENDIRI”.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...