Kamis, 20 Oktober 2016

Full Day School yang tidak bermanfaat TOLAK

Full Day School yang tidak bermanfaat TOLAK
Sugianto
Full Day School yang tidak bermanfaat TOLAK. Sebelum membahasa judul di atas, penulis menjelaskan pengertian akan full day scholl. Pengertian dari full day school adalah sekolah yang menyelenggarakan proses belajar mengajar di sekolah selama sehari penuh.

Full Day School yang tidak bermanfaat TOLAK. Dengan tidak menghormati rasa hormat saya kepada para pemimpin dan pejabat pemerintah baik pusat dan daerah hingga ke kecamatan (UPT) di manapun berada. Saya ingin menyampaikan unek-unek saya kepada pemerintah, bahwa “Full Day Scholl Program Menteri Pendidikan Prof. Dr. Muhadjir Effendy yang dicanangkan beberapa waktu lalu. Menurut saya tidak ada gunanya atau tidak bermanfaat. Malahan nanti yang akan muncul adalah mudratnya saja. Saya orang yang pertama atau mungkin orang yang kesekian dari yang lainnya menolak K13 dan Full Day Scholl yang dicanangkan oleh Menteri pendidikan tersebut. 

Belum selesai kita membenahi masalah kurikulum yang kerap kali diacak2, sekarang muncul wacana untuk Anak Sekolah Sehari Penuh, dengan alasan pendidikan dasar saat ini tidak siap menghadapi perubahan jaman yang begitu pesat. Semoga bapak2 dan ibu2 tahu bahwa tren sekolah di negara2 maju saat ini adalah less school time, no homework, more about character building.

Alasan lain dari Mendikbud adalah untuk mencegah hal-hal negatif yang bisa didapat oleh anak di luar sekolah, salah satunya adalah dengan memberi kelas agama, dibandingkan dengan belajar agama di luar sekolah yang mungkin bisa terjerumus ke arah ekstrimis. Terima kasih atas concernnya bapak, tapi kalau hal ini yang perlu belajar adalah orang tuanya, untuk mengarahkan anak agar tidak terjerumus ke hal-hal yang bersifat negatif.

Seseorang bernama Kang Hasan, katanya seorang guru, menulis di http://abdurakhman.com/sekolah-sehari-penuh-merampas-interaksi-anak-orang-tua/ menggambarkan keadaan ini seperti melepas tanggung jawab orang tua terhadap anak-anaknya ke sekolah, merenggut interaksi antara anak dengan orang tua. Pemerhati pendidikan lain menganggap bahwa homeschooling menjadi pilihan yang paling tepat dibandingkan mengirimkan anak-anak ke "pabrik" pendidikan yang bernama sekolah sehari penuh. Semoga dengan mengisi petisi ini kita bisa membuat para pembuat kebijakan sadar bahwa pilihan ini justru berbahaya, dan mendorong kita para orang tua dan praktisi pendidikan untuk dapat mencari solusi terbaik bagi anak-anak kita di jangka pendek dan bagi kemajuan Bangsa Indonesia di jangka panjang.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...