Jumat, 01 April 2016

Muara Ulakkan Menjadi Saksi Sejarah Cinta ABG

Muara Ulakkan Sambas
Muara Ulakkan Menjadi Saksi Sejarah Cinta ABG  Hari Jum’at, tanggal 25 bulan September tahun 2015 hari Raya ke dua Idul Adha 1436 Hijriyah. Muara Ulakkan menjadi saksi sejarah cinta ABG. Pada awalnya Sambas adalah nama atas 3 orang berteman akrab yaitu melayu, dayak dan cina, akan tetapi nama tempat/wilayah dan nama Kerajaan yang berada tepat di pertemuan 3 sungai yaitu sungai Sambas Kecil, sungai Subah dan sungai Teberau yang lebih dikenal dengan Muara Ulakan. 

Suku Melayu Sambas adalah suku bangsa atau etnoreligius Muslim yang berbudaya melayu dan menempati sebagian besar wilayah Kabupaten Sambas, Kabupaten Bengkayang, Kota Singkawang dan sebagian kecil Kabupaten Pontianak-Kalimantan Barat. Disebut sebagai Melayu Sambas karena memang di Sambas adalah bersuku bangsa Melayu, penamaan tersebut sering digunakan oleh masyarakat setempat, seperti halnya dalam bahasa, penduduk setempat menyebutnya Bahasa Melayu Sambas.

Megenai judul di atas, tersebutlah seorang remaja muda yang telah melafazkan cinta dan meniatkan cintanya di Muara Ulakkan tersebut di depan Istana Sambas Alwatzikkoebillah dan di samping Masjid Jami’ Sambas. 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...