Juli 2016


Dahulu kala di bumi Serambi Mekah atau tanah Terigas terdapat dara dan bujang yang cantik dan ganteng. Mereka adalah kakak beradik anak dari Raja Tan Unggal yang lalim kepada rakyatnya. Sang Raja memerintah dengan keras dan kejam, sehingga rakyat benci kepadanya. Ia melarang kedua anak-anaknya untuk bermain atau bergaul dengan rakyat biasa. Karena Sang Raja takut nanti anak-anaknya akan tertarik serta jatuh cinta kepada rakyat biasa. Jika anak seorang raja kawin dengan rakyat jelata, maka habislah keturunan darah birunya.

Kedua kakak beradik itu hanya tinggal di dalam istana, meskipun mereka berdua tinggal di dalam istana, akan tetapi mereka berdua tinggal terpisah. Begitulah keadaan mereka hingga mereka dewasa. Setelah mereka dewasa, mereka dipertemukan oleh ayahnya si Raja Tan Unggal. Pada saat itulah mereka saling melepas rasa rindunya, akhirnya keluarlah dari mulut mereka perkataan yang dianggap tabu oleh yang mendengarnya. Dan disampaikan oleh pengawal kepada Raja Tan Unggal.

Kalimat apa yang telah mereka ucapkan itu? Ada di bawah ini..........
Dara        :     “Kanda Bujang Nadi”, kata si Dara Nandung kepada si Bujang Nadi.
Bujang     :     “Ya Adinda”, jawab si Bujang Nadi singkat dan tersenyum manis.
Dara        :     “Adinda tidak akan kawin jika tidak mendapatkan laki-laki segagah dan setampan Kakanda Bujang Nadi”, kata si Dara Nandung kepada si Bujang Nadi.
Bujang     :     “Kakanda pun demikian juga Adinda, Kakanda tidak akan kawin jika tidak mendapatkan atau menemukan seorang gadis secantik dan seayu Adinda Dara Nandung”, kata si Bujang Nadi kepada si Dara Nandung.

Pada saat itulah pengawal mendengar apa yang telah mereka ucapkan, dan melaporkannya kepada sang raja. Setelah dilaporkan kepada sang raja, maka mereka berdua diadili. Dara nandung dan Bujang Nadi membela diri dengan mengatakan bahwa itu adalah fitnah belaka. Namun orang tuanya (Raja Tan Unggal) tidak mau terima. Anggapnya perbuatan kedua anaknya telah mencoreng mukanya. Akhirnya kedua anaknya menerima dengan rela keputusan ayahandanya.

Mereka dihukum, di tanam hidup-hidup dibukit Sebedang (sekarang masuk dalam wilayah Kecamatan Sebawi). Menurut penduduk mereka ditanam dengan peti besi terbuat dari emas, ketika mereka ditanam Dara Nandung dan Bujang Nadi masing-masing dibekali alat permainannya. Dara Nandung dibekali alat tenunannya, sedangkan Bujang Nadi dibekali dengan ayam jagonya. Selain itu mereka dibekali dengan pelita, air tujuh garung dan ketupat tujuh buah. Mereka berdua telah ditanam hidup-hidup oleh ayahandanya sendiri di Bukit Sebedang, dan selama tujuh hari tujuh malam kedengaran kokok ayamnya. 
Hamdani
Di Cari SUNARSIH, pergi meninggalkan SAMBAS 22 Tahun Lalu ke Malaysia  
Bermula 22 tahun lalu (tahun 1995) di desa terpencil yaitu desa Pusaka, Dusun Sekadim, Rt. 19/Rw. 07, jalan Pemugaran, Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat, Indonesia. Pergilah seorang anak gadis ke Malaysia Barat di Selangor yaitu, Sunarsih (Sangngah) anak dari Hamdani dan Asnik. SUNARSIH lahir di Sekadim, tanggal 22 Oktober 1978 lalu. Sunarsih meninggalkan SAMBAS kurang lebih 22 tahun yang lalu. Ia ikut TKI, dan Ia dibawa oleh seorang laki-laki bernama Kardi dari Parit Jawa Selakau ke Pontianak untuk membuat paspor. Ia di Malaysia ditawarkan bekerja sebagai seorang pembantu di rumah orang Cina.  
Tak lama Sunarsih (Sangngah) bekerja di rumah orang Cina tersebut, ia lari ke tempat lain (Kilang Pepaya membuat manisan). Sunarsih lari dari rumah orang Cina tersebut karena orang Cina itu judes dan galak (garang). Sunarsih pergi ke Malaysia bersama dengan teman-temannya serta sepupunya, yaitu; Suriani (Gusti), Saninah (Issan), Sumiati (Neyot), dan Kasmawati (Anong). Selang beberapa waktu Neyot dapat jodoh dengan orang Lombok dan mengajak Sunarsih untuk pulang ke kampung, akan tetapi Sunarsih menolaknya. Di dalam surat yang dikirim oleh Sunarsih ke pada kedua orang tuanya, ia akan kawin dengan orang Jawa, yaitu “Edi”.
Akan tetapi, beberapa bulan kemudian, datang lagi surat kepada kedua orang tuanya, bahwa ia hanya gurau-gurau dengan lelaki tersebut, dan akan kawin dengan budak Malaysia bernama “Muhammad Adwan” orang Selangor, Malaysia. Muhammad Adwan telah banyak membantunya daam proses mencari kehidupan yang lebih baik dinegeri jiran. Surat terakhir yang dikirimkan oleh Sunarsih atau Sangngah kepada pihak keluarga di kampung (Sekadim, Kecamatan Tebas) adalah pada tanggal 1 April 1996 dengan alamat No. 18 jalan: Teladan 25/22 Taman Sri Muda, Sah Alam Selangor, Malaysia. Hp: 035216028. Sedangkan alamat yang kedua adalah No. 13, jalan Tertib, 25/32, Taman Sri Muda, Selangor, 40400 Malaysia.

Diharapkan kepada teman-teman ang berada di Malaysia atau Indonesia dapatlah kiranya menginfokan kepada kami (Bapak Hamdani Hp: 0823 5250 2034). Dan pula saya harapkan kepada SUNARSIH atau SANGNGAH anak dari Su HAMDANI, untuk pulang segera ke INDONESIA, SEKADIM, karena orang tua mu sangat merindukanmu kembali. Tolonglah maafkan kesalahan mereka, Ku buatkan ARTIKEL ini sengaja buat mereka, agar KAK NGAH PULANG. AKU ANTO anak NING PARRI, PULANGLANG..... BALIK LAH..... KAMI MENUNGGU MU................      
Hamdani
PULANGLAH anakku SUNARSIH, kami merinduanmu
Bermula 22 tahun lalu (tahun 1995) di desa terpencil yaitu desa Pusaka, Dusun Sekadim, Rt. 19/Rw. 07, jalan Pemugaran, Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat, Indonesia. Pergilah seorang anak gadis ke Malaysia Barat di Selangor yaitu, Sunarsih (Sangngah) anak dari Hamdani dan Asnik. SUNARSIH lahir di Sekadim, tanggal 22 Oktober 1978 lalu. Sunarsih meninggalkan SAMBAS kurang lebih 22 tahun yang lalu. Ia ikut TKI, dan Ia dibawa oleh seorang laki-laki bernama Kardi dari Parit Jawa Selakau ke Pontianak untuk membuat paspor. Ia di Malaysia ditawarkan bekerja sebagai seorang pembantu di rumah orang Cina.  
Tak lama Sunarsih (Sangngah) bekerja di rumah orang Cina tersebut, ia lari ke tempat lain (Kilang Pepaya membuat manisan). Sunarsih lari dari rumah orang Cina tersebut karena orang Cina itu judes dan galak (garang). Sunarsih pergi ke Malaysia bersama dengan teman-temannya serta sepupunya, yaitu; Suriani (Gusti), Saninah (Issan), Sumiati (Neyot), dan Kasmawati (Anong). Selang beberapa waktu Neyot dapat jodoh dengan orang Lombok dan mengajak Sunarsih untuk pulang ke kampung, akan tetapi Sunarsih menolaknya. Di dalam surat yang dikirim oleh Sunarsih ke pada kedua orang tuanya, ia akan kawin dengan orang Jawa, yaitu “Edi”.
Akan tetapi, beberapa bulan kemudian, datang lagi surat kepada kedua orang tuanya, bahwa ia hanya gurau-gurau dengan lelaki tersebut, dan akan kawin dengan budak Malaysia bernama “Muhammad Adwan” orang Selangor, Malaysia. Muhammad Adwan telah banyak membantunya daam proses mencari kehidupan yang lebih baik dinegeri jiran. Surat terakhir yang dikirimkan oleh Sunarsih atau Sangngah kepada pihak keluarga di kampung (Sekadim, Kecamatan Tebas) adalah pada tanggal 1 April 1996 dengan alamat No. 18 jalan: Teladan 25/22 Taman Sri Muda, Sah Alam Selangor, Malaysia. Hp: 035216028. Sedangkan alamat yang kedua adalah No. 13, jalan Tertib, 25/32, Taman Sri Muda, Selangor, 40400 Malaysia.

Diharapkan kepada teman-teman ang berada di Malaysia atau Indonesia dapatlah kiranya menginfokan kepada kami (Bapak Hamdani Hp: 0823 5250 2034). Dan pula saya harapkan kepada SUNARSIH atau SANGNGAH anak dari Su HAMDANI, untuk pulang segera ke INDONESIA, SEKADIM, karena orang tua mu sangat merindukanmu kembali. Tolonglah maafkan kesalahan mereka, Ku buatkan ARTIKEL ini sengaja buat mereka, agar KAK NGAH PULANG. AKU ANTO anak NING PARRI, PULANGLANG..... BALIK LAH..... KAMI MENUNGGU MU................      
Hamdani
Kembalilah anakku SUNARSIH yang meninggalkan SAMBAS 22 Th Lalu
Bermula 22 tahun lalu (tahun 1995) di desa terpencil yaitu desa Pusaka, Dusun Sekadim, Rt. 19/Rw. 07, jalan Pemugaran, Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat, Indonesia. Pergilah seorang anak gadis ke Malaysia Barat di Selangor yaitu, Sunarsih (Sangngah) anak dari Hamdani dan Asnik. SUNARSIH lahir di Sekadim, tanggal 22 Oktober 1978 lalu. Sunarsih meninggalkan SAMBAS kurang lebih 22 tahun yang lalu. Ia ikut TKI, dan Ia dibawa oleh seorang laki-laki bernama Kardi dari Parit Jawa Selakau ke Pontianak untuk membuat paspor. Ia di Malaysia ditawarkan bekerja sebagai seorang pembantu di rumah orang Cina.  
Tak lama Sunarsih (Sangngah) bekerja di rumah orang Cina tersebut, ia lari ke tempat lain (Kilang Pepaya membuat manisan). Sunarsih lari dari rumah orang Cina tersebut karena orang Cina itu judes dan galak (garang). Sunarsih pergi ke Malaysia bersama dengan teman-temannya serta sepupunya, yaitu; Suriani (Gusti), Saninah (Issan), Sumiati (Neyot), dan Kasmawati (Anong). Selang beberapa waktu Neyot dapat jodoh dengan orang Lombok dan mengajak Sunarsih untuk pulang ke kampung, akan tetapi Sunarsih menolaknya. Di dalam surat yang dikirim oleh Sunarsih ke pada kedua orang tuanya, ia akan kawin dengan orang Jawa, yaitu “Edi”.
Akan tetapi, beberapa bulan kemudian, datang lagi surat kepada kedua orang tuanya, bahwa ia hanya gurau-gurau dengan lelaki tersebut, dan akan kawin dengan budak Malaysia bernama “Muhammad Adwan” orang Selangor, Malaysia. Muhammad Adwan telah banyak membantunya daam proses mencari kehidupan yang lebih baik dinegeri jiran. Surat terakhir yang dikirimkan oleh Sunarsih atau Sangngah kepada pihak keluarga di kampung (Sekadim, Kecamatan Tebas) adalah pada tanggal 1 April 1996 dengan alamat No. 18 jalan: Teladan 25/22 Taman Sri Muda, Sah Alam Selangor, Malaysia. Hp: 035216028. Sedangkan alamat yang kedua adalah No. 13, jalan Tertib, 25/32, Taman Sri Muda, Selangor, 40400 Malaysia.
Diharapkan kepada teman-teman ang berada di Malaysia atau Indonesia dapatlah kiranya menginfokan kepada kami (Bapak Hamdani Hp: 0823 5250 2034). Dan pula saya harapkan kepada SUNARSIH atau SANGNGAH anak dari Su HAMDANI, untuk pulang segera ke INDONESIA, SEKADIM, karena orang tua mu sangat merindukanmu kembali. Tolonglah maafkan kesalahan mereka, Ku buatkan ARTIKEL ini sengaja buat mereka, agar KAK NGAH PULANG. AKU ANTO anak NING PARRI, PULANGLANG..... BALIK LAH..... KAMI MENUNGGU MU................      
Hamdani
SUNARSIH meninggalkan SAMBAS 22 tahun lalu di Malaysia Barat, PULANGLAH
Bermula 22 tahun lalu (tahun 1995) di desa terpencil yaitu desa Pusaka, Dusun Sekadim, Rt. 19/Rw. 07, jalan Pemugaran, Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat, Indonesia. Pergilah seorang anak gadis ke Malaysia Barat di Selangor yaitu, Sunarsih (Sangngah) anak dari Hamdani dan Asnik. SUNARSIH lahir di Sekadim, tanggal 22 Oktober 1978 lalu. Sunarsih meninggalkan SAMBAS kurang lebih 22 tahun yang lalu. Ia ikut TKI, dan Ia dibawa oleh seorang laki-laki bernama Kardi dari Parit Jawa Selakau ke Pontianak untuk membuat paspor. Ia di Malaysia ditawarkan bekerja sebagai seorang pembantu di rumah orang Cina.  
Tak lama Sunarsih (Sangngah) bekerja di rumah orang Cina tersebut, ia lari ke tempat lain (Kilang Pepaya membuat manisan). Sunarsih lari dari rumah orang Cina tersebut karena orang Cina itu judes dan galak (garang). Sunarsih pergi ke Malaysia bersama dengan teman-temannya serta sepupunya, yaitu; Suriani (Gusti), Saninah (Issan), Sumiati (Neyot), dan Kasmawati (Anong). Selang beberapa waktu Neyot dapat jodoh dengan orang Lombok dan mengajak Sunarsih untuk pulang ke kampung, akan tetapi Sunarsih menolaknya. Di dalam surat yang dikirim oleh Sunarsih ke pada kedua orang tuanya, ia akan kawin dengan orang Jawa, yaitu “Edi”.
Akan tetapi, beberapa bulan kemudian, datang lagi surat kepada kedua orang tuanya, bahwa ia hanya gurau-gurau dengan lelaki tersebut, dan akan kawin dengan budak Malaysia bernama “Muhammad Adwan” orang Selangor, Malaysia. Muhammad Adwan telah banyak membantunya daam proses mencari kehidupan yang lebih baik dinegeri jiran. Surat terakhir yang dikirimkan oleh Sunarsih atau Sangngah kepada pihak keluarga di kampung (Sekadim, Kecamatan Tebas) adalah pada tanggal 1 April 1996 dengan alamat No. 18 jalan: Teladan 25/22 Taman Sri Muda, Sah Alam Selangor, Malaysia. Hp: 035216028. Sedangkan alamat yang kedua adalah No. 13, jalan Tertib, 25/32, Taman Sri Muda, Selangor, 40400 Malaysia.

Diharapkan kepada teman-teman ang berada di Malaysia atau Indonesia dapatlah kiranya menginfokan kepada kami (Bapak Hamdani Hp: 0823 5250 2034). Dan pula saya harapkan kepada SUNARSIH atau SANGNGAH anak dari Su HAMDANI, untuk pulang segera ke INDONESIA, SEKADIM, karena orang tua mu sangat merindukanmu kembali. Tolonglah maafkan kesalahan mereka, Ku buatkan ARTIKEL ini sengaja buat mereka, agar KAK NGAH PULANG. AKU ANTO anak NING PARRI, PULANGLANG..... BALIK LAH..... KAMI MENUNGGU MU................      
Hamdani
Kembalilah anakku yang hilang 22 tahun lalu di Malaysia Barat
Bermula 22 tahun lalu (tahun 1995) di desa terpencil yaitu desa Pusaka, Dusun Sekadim, Rt. 19/Rw. 07, jalan Pemugaran, Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat, Indonesia. Pergilah seorang anak gadis ke Malaysia Barat di Selangor yaitu, Sunarsih (Sangngah) anak dari Hamdani dan Asnik. SUNARSIH lahir di Sekadim, tanggal 22 Oktober 1978 lalu. Sunarsih meninggalkan SAMBAS kurang lebih 22 tahun yang lalu. Ia ikut TKI, dan Ia dibawa oleh seorang laki-laki bernama Kardi dari Parit Jawa Selakau ke Pontianak untuk membuat paspor. Ia di Malaysia ditawarkan bekerja sebagai seorang pembantu di rumah orang Cina.  
Tak lama Sunarsih (Sangngah) bekerja di rumah orang Cina tersebut, ia lari ke tempat lain (Kilang Pepaya membuat manisan). Sunarsih lari dari rumah orang Cina tersebut karena orang Cina itu judes dan galak (garang). Sunarsih pergi ke Malaysia bersama dengan teman-temannya serta sepupunya, yaitu; Suriani (Gusti), Saninah (Issan), Sumiati (Neyot), dan Kasmawati (Anong). Selang beberapa waktu Neyot dapat jodoh dengan orang Lombok dan mengajak Sunarsih untuk pulang ke kampung, akan tetapi Sunarsih menolaknya. Di dalam surat yang dikirim oleh Sunarsih ke pada kedua orang tuanya, ia akan kawin dengan orang Jawa, yaitu “Edi”.
Akan tetapi, beberapa bulan kemudian, datang lagi surat kepada kedua orang tuanya, bahwa ia hanya gurau-gurau dengan lelaki tersebut, dan akan kawin dengan budak Malaysia bernama “Muhammad Adwan” orang Selangor, Malaysia. Muhammad Adwan telah banyak membantunya daam proses mencari kehidupan yang lebih baik dinegeri jiran. Surat terakhir yang dikirimkan oleh Sunarsih atau Sangngah kepada pihak keluarga di kampung (Sekadim, Kecamatan Tebas) adalah pada tanggal 1 April 1996 dengan alamat No. 18 jalan: Teladan 25/22 Taman Sri Muda, Sah Alam Selangor, Malaysia. Hp: 035216028. Sedangkan alamat yang kedua adalah No. 13, jalan Tertib, 25/32, Taman Sri Muda, Selangor, 40400 Malaysia.

Diharapkan kepada teman-teman ang berada di Malaysia atau Indonesia dapatlah kiranya menginfokan kepada kami (Bapak Hamdani Hp: 0823 5250 2034). Dan pula saya harapkan kepada SUNARSIH atau SANGNGAH anak dari Su HAMDANI, untuk pulang segera ke INDONESIA, SEKADIM, karena orang tua mu sangat merindukanmu kembali. Tolonglah maafkan kesalahan mereka, Ku buatkan ARTIKEL ini sengaja buat mereka, agar KAK NGAH PULANG. AKU ANTO anak NING PARRI, PULANGLANG..... BALIK LAH..... KAMI MENUNGGU MU................      
Di carai anak hilang sudah 22 tahun di Malaysia Barat
Hamdani
Di cari anak hilang sudah 22 tahun di Malaysia Barat
Bermula 22 tahun lalu (tahun 1995) di desa terpencil yaitu desa Pusaka, Dusun Sekadim, Rt. 19/Rw. 07, jalan Pemugaran, Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat, Indonesia. Pergilah seorang anak gadis ke Malaysia Barat di Selangor yaitu, Sunarsih (Sangngah) anak dari Hamdani dan Asnik. SUNARSIH lahir di Sekadim, tanggal 22 Oktober 1978 lalu. Sunarsih meninggalkan SAMBAS kurang lebih 22 tahun yang lalu. Ia ikut TKI, dan Ia dibawa oleh seorang laki-laki bernama Kardi dari Parit Jawa Selakau ke Pontianak untuk membuat paspor. Ia di Malaysia ditawarkan bekerja sebagai seorang pembantu di rumah orang Cina.  

Tak lama Sunarsih (Sangngah) bekerja di rumah orang Cina tersebut, ia lari ke tempat lain (Kilang Pepaya membuat manisan). Sunarsih lari dari rumah orang Cina tersebut karena orang Cina itu judes dan galak (garang). Sunarsih pergi ke Malaysia bersama dengan teman-temannya serta sepupunya, yaitu; Suriani (Gusti), Saninah (Issan), Sumiati (Neyot), dan Kasmawati (Anong). Selang beberapa waktu Neyot dapat jodoh dengan orang Lombok dan mengajak Sunarsih untuk pulang ke kampung, akan tetapi Sunarsih menolaknya. Di dalam surat yang dikirim oleh Sunarsih ke pada kedua orang tuanya, ia akan kawin dengan orang Jawa, yaitu “Edi”.
Aswandi adik Sangngah 

Su Hamdani sama Cucunya Angga anak Kak Nunung
Akan tetapi, beberapa bulan kemudian, datang lagi surat kepada kedua orang tuanya, bahwa ia hanya gurau-gurau dengan lelaki tersebut, dan akan kawin dengan budak Malaysia bernama “Muhammad Adwan” orang Selangor, Malaysia. Muhammad Adwan telah banyak membantunya daam proses mencari kehidupan yang lebih baik dinegeri jiran. Surat terakhir yang dikirimkan oleh Sunarsih atau Sangngah kepada pihak keluarga di kampung (Sekadim, Kecamatan Tebas) adalah pada tanggal 1 April 1996 dengan alamat No. 18 jalan: Teladan 25/22 Taman Sri Muda, Sah Alam Selangor, Malaysia. Hp: 035216028. Sedangkan alamat yang kedua adalah No. 13, jalan Tertib, 25/32, Taman Sri Muda, Selangor, 40400 Malaysia.
Nunung kakak Sangngah

Diharapkan kepada teman-teman ang berada di Malaysia atau Indonesia dapatlah kiranya menginfokan kepada kami (Bapak Hamdani Hp: 0823 5250 2034). Dan pula saya harapkan kepada SUNARSIH atau SANGNGAH anak dari Su HAMDANI, untuk pulang segera ke INDONESIA, SEKADIM, karena orang tua mu sangat merindukanmu kembali. Tolonglah maafkan kesalahan mereka, Ku buatkan ARTIKEL ini sengaja buat mereka, agar KAK NGAH PULANG. AKU ANTO anak NING PARRI, PULANGLANG..... BALIK LAH..... KAMI MENUNGGU MU................     
Angga anak Kak Nunung Cucu Su Hamdani 

Sugianto, S.Pd.I
Kata Kata Sambutan Atau Pembukaan, Contoh Kata Sambutan itu banyak sekali, mungkin salah satu dari kata sambutan itu, ini yang anda cari. Contoh Kata Sambutan Pembukaan ini banyak sekali contoh-contohnya, misalnya saja, kata sambutan pembukaan rapat, kata sambutan pembukaan pengajian, kata sambutan pembukaan open haouse, kata sambutan taliman atau liqo’an, dan bayak lagi yang lainnya. Setiap awal pertemua pasti ada kata sambutan dari pembawa acara atau kata sambutan dari tuan rumah, atau panitia penyelenggara serta bapak-ibu yang terhormat, dan lain sebagainya. Kata sambutan ini disampakan jangan terlalu lama, karena nantinya membuat orang menjadi bosan, sedangkan puncak acara masih cukup lama, yang memberikan kata sambutan teralu ramai. Jadi diharapkan kepada panitia penyelenggara harus mempertimbangkan siapa-siapa saja yang dapat memberikan kata sambutannya. Jangan terlalu lama, ngantuk dan bosan gays.    

Mengenai judul di atas, kita ambil contoh kata sambutannya ialah “kata sambutan pemilihan ketua RT” misalnya lagi Rt 19, Rw 07 Desa Pusaka, Dusun Sekadim, Kecamatan Tebas. Dan pelaksanaan ini dilaksanakan di rumah Pak Rt yang lama, yaitu bapak Hamdani, AR. Kita mulakan sekarang, saya sebagai pemandu acara tersebut, yaitu Sugianto, S.Pd.I.

Buah nanas buah lakum, diambil orang dengan galah dan jatuh, Assalamualaikum warohmatullahi wabarkatuhhhhh….
Auzubillahi minasyaitonirrozim, bismillahi rohmanirrohim,,,, robbis rohli sodri wayas sirli amri wahlul ukhdatan min lisani yafqohu qowli, ammaba’….

Yang saya hormati Bapak Hamdani selaku Mantan RT 19, RW 07 Dusun Sekadim,
Yang saya hormati Bapak Sapari Abdul Latif, bapak RW 07 Dususn Sekadim.
Yang saya hormati bapak haji Basuni, dan seluruh tokoh masyarakat Rt 19 yang berbahagia dan selalu dalam lindungan Allah SWT.

Sebelumnya marilah kita memanjatkan puji dan syukur kehadirat Allah Yang Maha Kuasa, yang mana dengan rahmat dan nikmat-Nya jualah kita dapat berkumpul di rumah bapak Hamdani Arji dalam rangka pemilihan kembali Pak RT kita, yaitu RT 19. Dalam kesempatan kali juga, kita ucapkan terima kasih kepada ibu haji, dan ibu pkk yang sudi datang memenuhi undagan kami. Saya selaku pembawa acara, mengatasnamakan masyarakat RT 19 mengucapkan banyak terima kasih kepada Bapak Hamdani yang mana telah banyak berpartisifasi dan telah semaksimal mungkin dalam menjalankan tugasnya selaku aparatur pemerintah desa. Sekarang masa jabatan beliau sudah habis, jadi pada malam ini kita berkumpul kembali untuk memilih Ketua RT dan Wakil Ketua RT untuk periode yang akan datang seperti periode Jokowi-JK, 2014-2019. Untuk tahun berikutnya periode berikutnya, maksud saya, saya yang akan mencalonkan menjadi menteri Jokowi-JK. Dan saya akan mencalonkan diri sebagai anggota dewan kabupaten.  

Dengan ini, saya selaku pembawa acara mempersilakan kepada bapak-ibu sekalian, siapakah yang akan kita calonkan pada malam ini, paling tidakcalonnya itu 2 orang, jadi siapa yang menang, ia akan menjadi Ketua RT, siapa yang nilainya kalah, secara otomatis ia menjadi Wakil Ketua RT 19. Dengan ini saya serahkan kepada bapak-ibu sekalian. Akhirkata wabillahi taufik walhidayah, wasalamualaikum warahmatullahi wabarkatuh.

Gunung Kaba
Kota Singkawang terkenal dengan nama kota Amoy dan Kota Seribu Kuil. Kota Singkwang tidak sama seperti dulu lagi, kini Kota Singkawang sudah dikenal diseluruh Indonesia dan manca negara. Kini Kota Singkawang mulai membangun dan mempromosikan diri ke seluruh Indonesia dan luar negeri. Pembangunan di mana-mana, hotel, pertamina, ruko, penginapan, minimarket, supermarket, kos-an, losmen, restauran, pasar, BTN, dan banyak lagi yang lainnya. Begitu juga dengan tempat-tempat rekreasi, tempat-tempat rekreasi ditata dengan rapi agar setiap pengunjung kerasan dan ingin datang lagi ke Kota Singkawang. 



Begitu banyaknya tempat rekreasi di Kota Singkawang, menjadikan Kota Singkawang terkenal kepolosok negeri, misalnya Sinka Island, Simping Island, Batu Burung, Danau Biru, Pasir Panjang, Teluk Mak Jantu (Mak Janda Tua), Taman Teratai, Bukit Bogenvil, Eria, dan banyak lagi yang lainnya. Namun, apakah masyarakat Kota Singkawang dan sekitarnya pernah mendengar Gunung Kaba’? Gunung Kaba’ terletak di Kelurahan Naram Hulu, Kecamatan Singkawang Utara. Diperkirakan dari pusat Kota Singkawang sekitar 15 km. Jika dari pusat Kecamatan Singkawang Utara hanya sekitar 3 km. 
Gunung Kaba’ tidak terkenal sama sekali seperti Gunung Sari dan Gunung Poteng yang ada di Singkawang Selatan dan Singkawang Tengah. Gunung Kaba’ hanya diketahui oleh penduduk sekitar Kelurahan Sei Bulan,  Kelurahan Sei Garam dan Kelurahan Naram, Kecamatan Singkawang Utara, dan Kelurahan Bukit Batu, Kecamatan Singkawang Tengah.

Gunung Kaba’ dikelilingi oleh lahan persawahan yang menghijau dan perkebunan dipesisir Kota Singkawang Utara. Disebut dengan Gunung Kaba’ adalah karena Gunung Kaba’ ini tidak setinggi gunung yang lainnya. Menurut cerita penduduk setempat Gunung Kaba’ ini adalah gunung yang tidak jadi untuk menjadi gunung karena bersaing dengan Gunung Jempol di Roban Singkawang Tengah. Gunung Kaba’ memiliki keindahan yang tersendiri dibalik Seribu Kuil Kota Singkawang. Dengan ciri khas Gunung Kaba’ hanya dapat dimanfaatkan oleh penduduk setempat untuk main-main ke Gunung kaba’ tersebut. Misalnya memancing dan menembak tupai serta mencari burung-burung. 

 


KATA PENGANTAR

Anak PAUD Pondok Belajar
Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang, Kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kami. Sehingga kami dapat menyelesaikan Proposal Program Biaya Operasional Pendidikan (BOP) PAUD PONDOK BELAJAR yang terletak di Jalan Pramuka, Kelurahan Bukit Batu, Rt. 012/Rw. 004, Kecamatan Singkawang Tengah.

Proposal ini telah kami susun dengan maksimal agar mendapatkan bantuan dari berbagai pihak khususnya Dinas Pendidikan Kota Singkawang dan instansi yang terkait. Sehingga dapat memperlancar kegiatan belajar mengajar di PAUD PONDOK BELAJAR, serta menambah sarana dan prasarana di PAUD PONDOK BELAJAR.

Besar harapan kami untuk mendapatkan bantuan Biaya Operasional Pendidikan dari Pemerintah demi kemajuan pendidikan khususnya lembaga PAUD “PONDOK BELAJAR”. Dan selain itu pula kami banyak mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah banyak membantu kami baik jajaran Dinas Pendidikan Kota Singkawang khususnya Bidang Pelaksanaan Pendidikan Luar Sekolah (PLS), sehingga proposal ini dapat kami selesaikan dengan baik, namun masih banyak kekurangan-kekurangan yang perlu kami perbaiki dalam kesempurnaan proposal ini.  


                                                                                              Singkawang, 1 Juni 2015
                                                                                 Pengelola PAUD PONDOK BELAJAR



                                                                                               FIRMANSYAH, S.Pd