Selasa, 29 Maret 2016

Perguruan Silat Bulan Sabit Merah Sambas Indonesia


Persatuan Silat Indonesia

Perguruan Silat Bulan Sabit Merah Sambas Indonesia didirikan atau dikukuhkan pada tanggal 29 April 1977 oleh seorang Maha Guru atau Guru Besar yang berasal dari Banjarmasin Kalimantan Selatan Indonesia. Pada waktu itu murid beliau sangat ramai dari berbagai desa. Mereka sengaja dating untuk belajar ilmu beladiri. Maklum pada era tersebut, para pemudanya suka tawuran antar desa. Murid beiau yang terkenal adalah H. Kader, Ki Sodel, Ki Solihin, Ki Abdul Latif, dan banyak lagi yang lainnya. Dari beberapa generasi murid-murid beliau, muncul lagi angkatan yang berikutnya, yaitu Safari, Hairani, Ramali, Husni, Latif, dan lain-lainnya. Perguruan Silat Bulan Sabit Merah ini, didirikan bukan untuk bertanding atau mengadu kekuatan, melainkan hanya untuk membela diri dari musuh atau menolong orang yang teraniaya.

Para murid-murid beliau yang handal dan mumpuni tersebut. Mereka kembali mengembangkan ilmu bela diri mereka dikampung halamannya masing-masing dengan mengangkat murid baru. Mereka dibolehkan untuk mengajarkan ilmu yang mereka dapatkan dari Guru Besar, yaitu H. BUJANG MANSUR AKHMAD, atau nama yang sangat trend disaat itu hingga kini adalah “TOK JANGGUT”. Mengapa disebut dengan Tok Janggut? Karena Ki H. BUJANG MANSUR AKHMAD ini mempunyai janggut putih yang panjang. Tok Janggut ini sangat baik kepada murid-muridnya, ia juga tegas kepada masyarakat yang berada dilingkungannya. Kebetulan waktu itu beliau menjabat sebagai Bapak Kepala Desa di Desa Sekadim, Kecamatan Tebas Kabupaten Sambas.

Perguruan Silat Bulan Sabit Merah Sambas Indonesia ini berdomisili di Desa Sekadim, Kecamatan Tebas Kabupaten Sambas (waktu dulu). Sekarang tidak lagi, Desa Sekadim menjadi Dusun Sekadim, sedangkan desanya adalah Desa Pusaka, Kecamatan Tebas Kabupaten Sambas. Jika di Jawa, mungkin Tok Janggut atau Ki H. BUJANG MANSUR AKHMAD disebut dengan Kyai atau wali. Karena keimuan beliau yang sangat mumpuni, ilmunya diluar batas kemampuan manusia biasa. Beliau juga seorang paranormal (bahasa ngetren sekarang), akan tetapi ia tidak mau dibiang seperti itu. Karena tugasnya hanya membantu orang yang membutuhkan pertolongan. Dari itulah nama Perguruan Silat Bulan Sabit Merah Sambas Indonesia semakin berkembang. Karena murid-murid beliau selalu mengajarkan imu bela diri tersebut.

Namun sekarang, Perguruan Silat Bulan Sabit Merah Sambas Indonesia mungkin tinggal namanya lagi. Karena sekarang tidak ada lagi yang mengajarkan ilmu bela diri tersebut secara kontinyu. Mungkin karena ekonomi atau pun pekerjaan yang lainnya.
 


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...