Senin, 14 Maret 2016

Novel Surat Cinta Dari Surga Jilid 98




tahu isi hatinya. Sedangkan aku masih dalam kebingungan, apa yang harus aku baca atau niatkan. Kini Dewi sudah selesai membaca niatnya.
“Bang, kenapa bengong...! Sudah belum baca niatnya atau baca do’anya”, tanya Dewi kepadaku.
“Belum...! Abang bingung mau baca do’a apa dan niat apa”, jawabku.
Ketika kami asik bicara mengenai aku yang kebingungan dalam hal niat yang harus diucapkan ke Allah dengan perantara Datok Sultan, tiba-tiba juru kunci bicara kepadaku.
“Jangan bingung Cu... samoaikan saja apa yang ada di dalam hatimu, tentang perasaanmu dengan kekasihmu. Tentang cintamu, tentang harapan dan impianmu untuk mendapatkan gadis yang kau cintai. Itu saja yang harus kau ucapkan”, kata kakek tersebut kepadaku. Seakan-akan ia tahu isi hatiku yang sebenarnya aku menginginkan Dewi menjadi kekasih dan istriku kelak.
“Seperti itu ya, Kek”, jawabku. Kakek itu tersenyum dan mengangguk kepadaku. Sedangkan Dewi memperhatiakan tingkahku.
“Udah Bang, ucapkan saja sekarang... jangan lama-lama, karena orang masih ramai yang ngantri ni”, kata Dewi kepadaku.
Aku pun melihat disekelilingku, dan ternyata benar. Orang-orang masih ramai untuk membayar niat atau pun berniat. Kemudian dengan keyakinan hati aku taburkan sedikit beras kuning, setelah itu aku berniat di dalam hatiku.
“Tok, aku memohon dan meminta kepada Datok, agar Dewi jadi milikku Tok”, hanya itu yang dapat aku ucapkan ke Datok. Entah benar atau salah aku juga tidak tahu.
“Sudah selesai, Bang...?!”, tanya Dewi kepadaku.
“Sudah...”, jawabku singkat.
“Jika sudah, kita pulang yok... Kita ke bukit Dara Nandung dan Bujang Nadi lagi. Disana juga kita bisa berniat yang sama, dan bahkan di sana terdapat suatu kemistikan yang hebat”, kata Dewi. 

Penulis: Sugianto, S.Pd.I
Judul Novel: “Surat Cinta Dari Surga”
Tahun: 2014
Penerbit: -
Hp: 0852 4571 6578

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...