Jumat, 11 Maret 2016

Novel Surat Cinta Dari Surga Jilid 95



Novel Surat Cinta Dari Surga Jilid 95
“Iya, maksudnya Dewi, mengapa sampai sekarang Abang belum pernah ke Keraton Sambas. Percuma kan jika kita orang Sambas, ke Keraton Kesultanan kita sendiri saja tidak pernah”, kata Dewi.
“Abang sih sebenarnya sudah lama mau ke Sambas, ke istana. Tapi, perginya sama siapa, Wi? Abangkan tidak punya motor, mana mungkin ada orang yang mau bawa Abang ke sana. Lagi pula Abang kan cacat, mana mungkin ada orang yang mau berteman dengan Abang. Mereka pasti malu punya teman seperti Abang. Hanya Dewi sajalah yang mau berteman dengan Abang”, jawabku.
“Terima kasih ya, Wi”, tambahku.
Dewi hanya diam mendengar penjelasanku. Sedangkan motor kami terus melaju dijalan desa yang berliku dan berbatu. Tidak lama kemudian, tibalah kami dijalan raya. Dijalan raya, Dewi mengendari motornya dengan deras. Aku semakin memegang Dewi dengan erat, sedangkan Dewi hanya terdiam. Tidak banyak yang kami bicarakan saat dijalan raya. Paling-paling Dewi kucubit kecil, karena aku takut Dewi terus melajukan motornya hingga 80 km perjam. Setelah kucubit, ia memperlahankan lajunya motor.
“Jangan laju-laju, Wi. Abang takut”, kataku kepadanya sambil mencubit pinggangnya.
“Santai, Bang... jangan risau, Dewi sudah biasa kok!”, jawabnya.
“Iya sih, tapi hati-hati. Abang takut ni”, jawabku.
“Abang takut mati muda ya? Belum kawin gitu?!”, imbuhnya Dewi kepadaku.
“Iya sih...”, jawabku singkat.
Motor kami terus melaju melewati desa dan kecamatan. Desa-desa yang kami lewati misalnya; Makrampai, Sebedang, Bekut, Sebawi, Rantau Panjang, dan banyak lagi desa-desa yang lainnya. Sedangkan kecamatan yang kami lewati adalah; Kecamatan Tebas, dan Sambas. Setelah melewati beberapa desa dan kecamatan, kami pun sampai ditempat yang dituju.

Penulis: Sugianto, S.Pd.I
Judul Novel: “Surat Cinta Dari Surga”
Tahun: 2014
Penerbit: -
Hp: 0852 4571 6578

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...