Rabu, 16 Maret 2016

Novel Surat Cinta Dari Surga Jilid 102



“Iya... sekarang coba kita ukur dengan depa kita masing-masing, apakah sudah sama panjang atau pun tidak”, kata Dewi kepadaku sambil mengukur kayunya. Panjang ukuran kayu Dewi sesuai degan ukuran depanya. Kemmudian aku mengukur kayuku.
“Punya Abang juga sesuai panjangnya dengan depa, Abang! Jadi sekrang apa yang harus kita lakukan, Wi?”, tanyaku kepadanya.
“Abang sini, ikuti apa yang Dewi lakukan ya...”, kata Dewi kepadaku sambil berjalan masuk ke dalam lokasi makam Dara Nandung dan Bujang Nadi. Aku pun mengikutinya dari belakang.
“Sekarang pejamkan mata Abang, kemudian baca niat di dalam hati. Terserah apa saja niatnya, mau kaya, mau sehat, mau apa saja ucapkanlah niatnya. Minta pada Tuhan, bukannya pada penunggu makam ini atay pada Datok yang meninggal ini”, kata Dewi kepadaku menjelaskan
Aku pun melaksanakan apa yang diperintahkan oleh Dewi. Aku niatkan di dalam hatiku bahwa ;
“Ya Allah, jadikanlah Dewi menjadi milikku selama-lamanya, dari sekarang hingga ke mati, dan bahkan sampai hidup lagi”, hanya itulah yang kuucapkan.
“Setelah ini, apalagi Wi”, tanyaku kepadanya.
“Ok, sekarang Dewi pun sudah selesai niatnya, sekarang kayu ini kita tancapkan bersama-sama. Tapi sebelumnya baca bismillah dulu ya... Biar terkabul dan berkah”, ucap Dewi kepadaku.
“Ok, sekarang kita tancapkan bersama-sama kayu ini yang sudah kita bacakan niat”, kataku
“Bismillahirohmanirrohim”, ucap kami secara bersamaan.
Kayu yang panjang sedepa milikku dan punya Dewi kini sudah ditancapkan ke tengah-tengah makam Dara Nandung dan Bujang Nadi.
“Nah, sekarang tunggu apa lagi ni, Wi”, tanyaku kepada Dewi.

Penulis: Sugianto, S.Pd.I
Judul Novel: “Surat Cinta Dari Surga”
Tahun: 2014
Penerbit: -
Hp: 0852 4571 6578

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...