Selasa, 15 Maret 2016

Novel Surat Cinta Dari Surga Jilid 101



Novel Surat Cinta Dari Surga Jilid 101
Taman Burung Singkawang

Mataku menatap sekeliling makam, semuanya hanya pohon belaka. Tidak ada seorang pun dimakam Dara Nandung dan Bujang Nadi ini.  Suasananya sangat sepi, yang terdengar hanya suara gemerincing dedaunan yang ditiup bayu siang itu. Dan ditambah pula dengan nyanyian burung serta keriang pohon yang amat merdu.
“Bang... ambil kayu Bang kira-kira panjang sedepa kita. Buat Dewi satu, dan buat Abang satu”, suruh Dewi kepadaku untuk mencari kayu entah buat apa.
“Cari kayu di mana dan buat apa, Wi”, tanyaku kepada Dewi sambil melihat-lihat sekeliling makam. Karena aku takut sekali saat itu, hanya kami berdua di atas bukit. Bulu romaku berdiri semuanya.
“Ayo, Bang cepat cari kayunya”, desak Dewi kepadaku.
Aku hanya terdiam, mau cari dimana dan kayu apa serta untuk apa kayu-kayu tersebut.
“Kenapa bengong, Bang!? Tunggu apalagi, Bang?!”, tanya Dewi kepadaku agar aku segera mencari kayu yang panjangnya sedepaku dan sedepa Dewi.
“Iya... iya... tapi buat apa kayu itu?”, tanyaku kepada Dewi.
“Nanti Abang juga tahu, kok... Kayu itu buat apa?”, jawab Dewi.
“Iya lah Abang akan mencari kayunya. Tapi Dewi ikut jugalah mencari kayunya, agar cepat dapatnya dan cepat kita pulangnya. Abang takut ni, Cuma kita berdua dihutan ni”, kataku kepada Dewi sambil mencari-cari kayu.
“Iya, Dewi bantu”, jawabnya.
Kami pun mencari kayu sebagaimana yang dimaksudkan oleh Dewi. Kurang lebih lima menit kami mencari kayu disekitar makam, akhirnya dapat juga kami dua batang kayu yang sesuai dengan depa kami.
“Akhirnya dapat juga kita kayu”, ucapku.

Penulis: Sugianto, S.Pd.I
Judul Novel: “Surat Cinta Dari Surga”
Tahun: 2014
Penerbit: -
Hp: 0852 4571 6578

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...