Selasa, 29 Maret 2016

7 Kejadian Setelah Gerhana Matahari Total 2016



Gerhana Matahari

7 Kejadian Setelah Gerhana Matahari Total 2016 kali ini penulis sajikan berdasarkan temuan penuis semata. Tidak ada kena-mengena dengan penilitian yang luar biasa dari ahlinya. Sejak terjadinya gerhana matahari total pada hari Rabu tanggal 9 Maret 2016, pukul 06.30 wiba. Kini penulis menyimpulkan tujuh kejadian setelah gerhana matahari total. Tujuh kejadian setelah gerhana matahari total 2016 tersebut, penulis rangkum atau penulis lihat dilingkungan penulis sendiri dan ada pula dibelahan Indonesia yang lainnya. Tujuh kejadian setelah gerhana matahari total 2016 tersebut, ialah;
 
1.      Panas yang menyengat.
Setelah gerhana matahari penulis perhatikan jika ditempat penulis panasnya bukan main hebatnya. Penulis tidak mengetahui pasti dengan daerah sahabat yang lainnya. Kebetulan penulis tinggal di wilayah Pantai Utara Indonesia. Menurut info dari teman-teman penulis yang tinggal di kota Provinsi yang berdekatan dengan garis khatulistiwa, katanya amat panas sekali. Hingga artikel ini diluncurkan curah hujan masih terbilang tidak ada. Hanya hujan debu orang kami bilang atau hujan gerimis. 
2.      Terlihat kalimah Allah dilangit.
Menurut sumber lain yang penulis dengar dan lihat berita ditelevisi. Setelah kejadian gerhana matahari total beberapa hari yang lalu. Terlihat penomena yang subhanallah, yaitu terlihat Kaimah Allah di langit. Apakah maksud dari semua itu? Hanya Tuhan Yang Maha Kuasa yang mengetahuinya. 
3.      Gempa, perubahan cuaca, hingga perubahan iklim.
Sebagaimana uraian artikel di atas, menurut sumber lain yang penulis dengar dan lihat berita ditelevisi. Bahwa terjadi beberapa gempa dibelahan bumi Indonesia. Khususnya daerah yang terkena gempa adalah Aceh, yang disebut dengan nama istilah Tsunami. Maka dari itu, kita harus berhati-hati dengan kejadian alam yang tidak kita ketahui.
4.      Kemarau.
Sekarang ini, sudah beberapa hari tidak turun hujan. Hingga saat ini hujan asih belum merata turunnya ke belahan bumi. Didaerah penulis juga sama, yaitu di Kabupaten Sambas pada umumnya. Jika di Kota Singkawang sudah mulai turun hujan akan tetapi masih belum merata.   
5.      Pertikaian.
Mengenai pertikaian, itu disebabkan oleh manusianya sendiri. Hanya gara-gara kecil, tawuran, gara-gara sesuap nasi atau pun uang seribu rupiah, hutang, kesenggol, dan lain sebagainya, kelahi dan tawuran, saling bacok, akhirnya “mati”.   
6.      Penyakit.
Saat ini penyakit yang berkembang didaerah penulis adalah penyakit cacar yang menyerang anak-anak. Orang atau masyarakat kami menyebutnya dengan nama “kembang dungun” atau “demam ramai”. Jika diwarai dengan mantra “demam ramai” atau “cacar”, insya Allah penyakit tersebut hilang dengan seketika. Semua itu dengan izin Allah semata.
7.      Fitnah.
Dimana-mana manusia suka memfitnah temannya sendiri. Tidak terkecuali sebelum terjadi gerhana matahari total beberapa hari yang lalu. Semua itu memang lumrah dari manusianya sendiri. Jika kita sadar, maka janganlah kita memfitnah orang. Fitnah lebih kejam daripada membunuh. 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...