Selasa, 09 Februari 2016

Pengaruh Cahaya Terhadap Kacang Hijau

 
Pengaruh Cahaya Terhadap Kacang Hijau
Sugianto, S.Pd.I
SISTEMATIKA PENULISAN
LAPORAN PENELITIAN

BAB I
PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang Masalah
Latar belakang masalah dari penelitian ilmiah ini adalah biji kacang hijau atau kecambah yang sangat disukai oleh sebagian besar masyarakat Kota Singkawang. Maka dengan ini kita harus berpikir lebih kreatif untuk membuat atau memproduksi kecambah. Bagaimana jika tidak ada orang yang membuat atau menjual kecambah?. Jadi, kita harus bisa memanfaatkan keadaan seperti ini, misalnya berwirausaha dengan memproduksi biji kacang hijau menjadi kecambah agar kita bisa mengkomsumsi sendiri. Dan tidak membelinya dari orang lain.  

B.       Identifikasi Masalah
Identifikasi Masalah Penelitian ini adalah:
1.      Melihat semua hal yang melatar belakangi masyarakat Kota Singkawang yang sangat menyukai akan sayur kecambah.
2.      Melihat banyaknya masyarakat yang kurang memproduksi kecambah.

C.       Rumusan Masalah
Rumusan masalah dalam penelitian ini:
1.      Apakah cahaya mempengaruhi terhadap pertumbuhan kecambah?
2.      Kecambah manakah yang lebih cepat pertumbuhannya, apakah ditempat terang atau gelap?

D.      Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah:
1.      Membandingkan laju pertumbuhan biji kecambah pada pencahayaan yang terang dan gelap.
2.      Mengetahui pengaruh intensitas cahaya terhadap pertumbuhan kacang hijau.


BAB II
PEMBAHASAN

A.      Kajian Pustaka
Pertumbuhan adalah bertambahnya massa, ukuran  dan volume dari sel yang bersifat irreversibel. Pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan atau kecambah dipengaruhi oleh dua faktor yaitu eksternal dan internal. Faktor internal itu meliputi gen dan hormon sedangkan faktor internal itu meliputi suhu, nutrisi, air, cahaya, kelembaban, dan oksigen.

Pertumbuhan kacang hijau yang menjadi kecambah terjadi karena adanya pertambahan jumlah sel dan pembesaran sel.

B.       Metode
1.      Populasi dan Sampel
a.         Populasi      :    biji kacang hijau
b.        Sampel       :    6 biji kacang hijau

2.      Variabel Penelitian
a.        Variabel bebas
b.        Cahaya Variabel terikat
c.        Variabel kontrol:
-       Gelas aqua (sebagai wadah)
-       Kapas
-       Biji kacang hijau
-       Air

C.       Analisis Data
Berikut adalah tabel pengamatan tinggi tanaman kacang hijau yang diperoleh dari hasil penelitian yang telah dilakukan:

Tabel Pengamatan

No
KEADAAN
Sinar Matahari
Lampu
Gelap
1
0
0
0,20
2
0,9
0,7
0,90
3
1,4
1,2
2,04
4
2,75
1,9
4,90
5
3,10
2,50
5,5
6
3,49
2,75
6,8


Pengamatan dilakukan setelah 6 hari.

Pada dasarnya tumbuhan membutuhkan cahaya. Banyak sedikitnya cahaya yang dibutuhkan tiap tumbuhan berbeda-beda. Dari penelitian yang telah dilakukan terhadap pertumbuhan dan perkembangan biji kacang hijau dengan merendam kacang hijau selama 5 menit dan meletakan 6 biji kacang hijau ke dalam tiga botol aqua gelas (aqua A dan aqua B serta aqua C) lalu meletakkan gelas A di tempat terang dan gelas B ditempat gelap.
Biji kacang hijau yang terkena cahaya matahari secara langsung (terang) pertumbuhannya lebih lambat, daunnya lebar & tebal, berwarna hijau, batang tegak, kokoh. Sedangkan, biji kacang hijau yang tidak terkena cahaya matahari (gelap) pertumbuhannya lebih cepat tinggi (etiolasi) dan daunnya tipis, berwarna pucat, batang melengkung tidak kokoh. Hal ini terjadi karena cahaya memperlambat atau menghambat kerja hormone auksin dalam pertumbuhan meninggi (primer).

D.      Pembahasan
Kacang hijau adalah sejenis tanaman budidaya dan palawija yang dikenal luas di daerah tropika. Tumbuhan yang termasuk suku polong-polongan (fabaceae) ini memiliki banyak manfaat dalam kehidupan sehari-hari sebagai sumber bahan pangan berprotein nabati tinggi. Bagian paling bernilai ekonomi adalah biji dan kecambahnya.
Pada tumbuhan, khususnya pertumbuhan dan perkembangan kacang hijau diawali dengan perkecambahan biji. Perkembangannya dapat terjadi apabila kandungan air dalam biji semakin tinggi. Masuknya air ke dalam biji melalui proses yang dinamakan imbibisi. Air yang masuk akan memacu embrio dalam biji untuk melepaskan hormone giberelin. Giberelin bekerja secara sinergis dengan auksin saat terjadi perkecambahan. Giberelin diproduksi di semua bagian tumbuhan. Giberelin ini mendorong pelepasan enzim yang berfungsi menghidrolisis makanan cadangan sehingga terbentuklah energi.
Energi ini digunakan untuk proses awal pertumbuhan dan perkembangan embrio dalam biji. Struktur yang pertama muncul dan menyobek selaput biji adalah radikula. Radikula merupakan calon akar primer. Radikula adalah bagian dari hipokotil. Selanjutnya, pada bagian ujung sebelah atas tumbuh epikotil  (calon batang).






BAB III
PENUTUP

A.      Kesimpulan
Dari hasil penelitian yang telah kami lakukan, maka dapat disimpulkan bahwa cahaya dapat mempengaruhi proses perkecambahan biji kacang hijau. Proses pertumbuhan kacang hijau membutuhkan cahaya. Namun, banyak sedikitnya cahaya yang dibutuhkan tiap tumbuhan berbeda-beda, begitu pula dengan tumbuhan kacang hijau.
Dari penelitian yang telah kami lakukan terhadap perkecambahan biji kacang hijau. Sebenarnya biji kacang hijau yang diletakkan di tempat gelap dan terang akan mempunyai perbedaan. Biji kacang hijau yang terkena cahaya matahari secara langsung (terang) pertumbuhannya lebih lambat dan, biji kacang hijau yang diletakkan di tempat yang tidak terkena cahaya matahari secara langsung, pertumbuhan atau perkecambahannya akan lebih cepat.

B.       Saran-saran
Sebaiknya apabila kita melakukan percobaan terhadap kacang hijau atau kecambah, dilakukan dalam waktu yang lebih lama agar terlihat lebih jelas dan lebih detail dalam menyimpulkan perbedaan antara tumbuhan yang berada ditempat terang dan berada ditempat gelap. Dan juga harus dilengkapi dengan peralatan yang lebih komplit dan memadai.






Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...