Kamis, 18 Februari 2016

Novel Surat Cinta Dari Surga Jilid 94



Di dalam mimpiku, aku dan Dewi jalan-jalan ke Keraton Kerajaan Sambas tempo dulu. Kami berangkat menggunakan sepeda motor Dewi. Orang tuanya mengizinkan kami untuk jalan-jalan kemana pun kami suka. Aku tidak pandai mengendarai sepeda motor, Dewi lah yang mengonceng aku. Sedangkan aku hanya jadi penumpangnya. Aku merangkul pinggang Dewi dengan erat agar tidak jatuh. Karena jalan di desaku sangat jelek. Sekitar 3 km yang seperti itu. Ketika aku merangkul pinggang Dewi, ia hanya tersenyum dan berkata kepadaku.
“Pegangan yang kuat, Bang. Tar jatuh lho.... Jalan jelek ni”, katanya kepadaku.
“Iya... jangan deras-deras ya, nanti Abang bisa jatuh”, kataku.
“Jangan takut, Bang! Beres....!”, jawabnya.
Motor kami pun melaju dijalan-jalan yang jelek lagi berbatu. Seringkali kami berpapasan dengan penduduk yang pulang dari kerja atau pun mau ke kebun. Mereka menyapa dan kami pun menyapa mereka.
“Kemana kita jalan-jalannya ni, Wi?”, tanyaku kepada Dewi.
“Kemana ya...”, jawab Dewi yang masih belum tahu tujuan kami jalan-jalan.
“Kita ke Sambas saja kali ya...”, tambahnya.
“Sambasnya kemana, Wi?”, tanyaku kepada Dewi.
“Keistana aja, Bang. Keistana Kesultanan Sambas. Dewi belum pernah ke sana, Bang”, kata Dewi memberi saran kepadaku.
“O iya, bagus juga tu...”, jawabku.
“Apakah Abang pernah ke sana?”, tanya Dewi kepadaku.
“Belum pernah sama sekali, Wi...”, jawabku.
“Kenapa, Bang?”, tanya Dewi kepadaku.
“Kok kenapa? Kenapa apanya, Wi?”, tanyaku kembali.

Penulis: Sugianto, S.Pd.I
Judul Novel: “Surat Cinta Dari Surga”
Tahun: 2014
Penerbit: -
Hp: 0852 4571 6578

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...