Sabtu, 13 Februari 2016

Novel Surat Cinta Dari Surga Jilid 90



Novel Surat Cinta Dari Surga Jilid 90
Pulau Lemukutan
Wi, maaf... sepertinya Dewi lagi resah ya? Jika Dewi mau menari dengan mereka, tidak apa-apa kok. Abang izinkan Dewi menari dengan mereka. Semua itu tidak masalah bagi Abang” kataku kepada Dewi menyuruhnya untuk menari dengan teman-temannya.
“Tidak apa-apa, Bang”, jawab Dewi. Tapi matanya selalu keraha teman-temanya.
“Yang benar ni? Abang tahu kok, Dewi mau ke sana”, kataku.
Kurang lebih sepuluh menit kami bicara saat itu. Berdasarkan permintaanku kepada Dewi untuk menari dengan teman-temannya, Dewi pun permisi kepadaku. Karena kutahu ia pun menginginkan hal yang sama. Tapi ia tidak mau mengatakannya kepadaku. Aalah aku ini, aku tidak tahu menari atau pun dance, yang kutahu hanyalah menangis dan mengeluh. 
“Bang, Dewi ke sana dulu, ya”, ucapnya.
“Iya, hati-hati aja, ya. Banyak lelaki tu yang ingin menggodamu”, ucapku.
“Cemburu, ya”, katanya sambil tersenyum manja.
“Enggak...” jawabku menyembunyikan kata hatiku yang penuh dengan rasa cemburu dan benci. Ingin rasanya kurobek-robek hatiku, agar ia tahu tentang perasaanku saat itu.
Aku hanya mampu memperhatikan Dewi menari dengan laki-laki lain. Kemudian muncullah di otakku bahwa aku yang menari dengan Dewi. Semua orang hanya menjadi penonton. Tatapan mereka kepada kami tidak berkedip sedikit pun. Bahkan ada yang iri dengan tarian kami yang begitu dahsyatnya. Dewi menari meliuk-liuk bagaikan si ular kobra, sedangkan aku seperti raja singa layaknya. Ingin rasanya Dewi kubaham saat itu, hingga hatiku puas. Ketika aku asik menari-nari dengan Dewi, tiba-tiba pipiku terasa sakit sekali.
“Plakkkk....” bunyi sesuatu tepat ditelingaku. Aku terkejut dan sadar dari hayalan yang asik tadi. Kini buyar sudah semuanya impianku.
Penulis: Sugianto, S.Pd.I
Judul Novel: “Surat Cinta Dari Surga”
Tahun: 2014
Penerbit: -
Hp: 0852 4571 6578

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...