Jumat, 11 Desember 2015

Novel Surat Cinta Dari Surga Jilid 80

Novel Surat Cinta Dari Surga Jilid 80
Sugianto, S.Pd.I

Malam Minggu yang ditunggu-tunggu kini tiba. Malam yang dinanti-nantikan datanglah sudah. Aku memberanikan diri untuk mengajak Dewi keluar malam untuk jalan-jalan ke kampung tetangga yaitu Sungai Kelambu. Malam itu ku dengar suara Dewi lagi dijalan. Aku segera bergegas menemuinya di jalan. Saat itu ia dari warung disuruh ibunya belanja barang sembako.
“Dewi, tunggu sebentar. Abang mau bicara...”, pintaku pada Dewi sambil mendekatinya. Dewi pun memberhentikan langkahnya dan membalas sapaanku.
“Ada apa, Bang... Sepertinya penting sekali?”, kata Dewi kepadaku.
“E...ee... e...”, aku terbata-bata. Aku ragu mau bicara. Aku hanya mampu garuk-garuk kepala.
“Ada apa, Bang? Ayo bicara...! Dewi sudah ditunggu Ibu ni, Dewi mau masak Bang!”, katanya kepadaku.
“Iya... iya... Abang bicara”, ucapku. Aku takut Dewi marah dan ia segera pulang.
“Iya, katakan saja Bang, jangan malu. Dewi siap kok mendengarnya”, desak Dewi kepadaku.
“Begini, Wi... Abang mau ngajak Dewi keluar jalan-jalan... Mau tidak?”, ajakku kepada Dewi meberanikan diri.
“Yang benar, Bang...?!”, tanyanya kegirangan dan agak sedikit terkejut.
“Iya, benar lah... Masa Abang bohong...! Kita makan bakso atau beli gorengan di warung Dah Imma. Kemudian kita santai dijembatan Sungai Kelmabu. Malam ini kan ramai orang-orang di sana. Tapi kita jalan kaki, ya....! Abang kan tidak punya kendaraan, abang hanya punya sepeda ontel yang sudah tua. Kalau Dewi sih, apa pun ada. Sepeda motor juga masih baru”, kataku kepada Dewi.
“Oke lah, Bang”, jawab Dewi singkat, ia menyetujui ajakanku.

Penulis: Sugianto, S.Pd.I
Judul Novel: “Surat Cinta Dari Surga”
Tahun: 2014
Penerbit: -
Hp: 0852 4571 6578

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...