Selasa, 08 Desember 2015

Novel Surat Cinta Dari Surga Jilid 78


Sugianto, S.Pd.I
Dewi terperanjat mendengar teriakan Abangnya, begitu juga dengan aku.
“Tidak mampir dulu, Sir”, ajakku kepada Mudassir.
“Tidak, To. Maaf udah siang, ibuku menyuruh Dewi segera pulang, karena mau membeli asam jawa dan yang lainnya untuk masak siang ni”, jawab Mudassir kepadaku.
“Ohhhh....”, jawabku singkat.
“Sudahlah Dewi, kita cukupkan pembicaraan kita hari ni, lain kali kita sabung lagi. Nanti malam juga boleh di tempat biasa”, kataku kepadanya.
“Tapi, Bang... baru saja asik kita ngomong”, katanya dengan berat hati.
“Tidak apa, lain kali kita sambung kembali, ya...”, bujukku kepada Dewi.
“Cik! Cepatlah... Ibu tu.... Marah!”, kata Mudassir.
Dewi pun segera meninggalkan rumahku dengan wajah yang agak sayu. Sedangkan aku, hanya mampu menatap kepergiannya meninggalkan istanaku. Mudassir dari belakang mengikuti langkah Dewi menuju rumahnya. Rumahku dan rumah Dewi berjarak kurang lebih 100 meter. Namun sebelumnya Mudassir pamit kepadaku terlebih dahulu.
“Pulang dulu, To...!”, kata Mudassir kepadaku sambil mengikuti langkah adiknya dari belakang.
“Ya...”, jawabku singkat sambil memperhatikan gerak langkah Dewi yang mulai menjauhi rumahku. Kutatap Dewi dari kejauhan hingga tidak terlihat lagi oleh kedua pelupukku. Kemudian adikku Norma menegurku dari belakang.
“Cik Dewi udah pulang, Bang. Jadi agak kecewa lah ni, ya...?”, ledek adikku kepadaku.   
“Ehhh Dedek, ada-ada saja. Dia disuruh Ibunya membeli asam Jawa, mecin dan lain sebagainya untuk masak siang ini” kataku kepada Adikku Norma. Sedangkan tatapan mataku masih ke arah rumah Dewi.
Penulis: Sugianto, S.Pd.I
Judul Novel: “Surat Cinta Dari Surga”
Tahun: 2014
Penerbit: -

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...