Selasa, 08 Desember 2015

Novel Surat Cinta Dari Surga Jilid 77


Novel Surat Cinta Dari Surga Jilid 77
Sugianto, S.Pd.I
“Tidak tau, Bu... mungkin main ke rumah Anto, atau ke rumah Pak Cik atau ke rumah temannya. Karena dia sudah lama tidak main ke rumah temannya. Atau mungkin,,,, ke rumah Anto”, jawab Mudassir sambil berjalan menuju depan rumahnya.
“Coba kamu cari ke sana, kali-kali ada dia. Jika ada, cepat suruh dia pulang...!” kata Ibu Dewi agak marah.
“Apa juga yang dikerjakannya di sana. Dari dulu hingga sekarang sama saja, tidak jauh berbeda. Meskipun sudah dijauhkan di Pemangkat. Setelah pulang dari Pemangkat, eehhh pulangnya... masih juga ke sana”, ucap ibu Dewi lirih.
Mudassir pun menuruti kata ibunya. Ketika dalam perjalanan ia berjumpa dengan adiknya Alfariza.
“Mau kemana, Ngah tergesa-gesa sekali”, tanya Fariz kepada Abangnya Mudassir. Fariz adalah panggilan dari Alfariza.
“Anggah mencari Acikmu, ada ka kamu melihatnya?”, tanya Mudassir.
“Ada... tu di rumah Bang Anto”, jawab Fariz polos sambil menunjukkan ke arah rumahku.
“Oh, sudahlah. Kamu pulang sana, mandi. Bau sekali ni badanmu. Bagaikan bau ikan gabus dan bau lentar Anggah cium”, kata Mudassir kepada adiknya si Fariz.
“Yeeee, ngolok lagi Anggah ni”, jawab Fariz sambil berlalu dari situ.
Kemudian Mudassir pun berjalan dengan tergesa-gesa menuju rumahku, karena ia takut kelamaan nanti dimarah oleh ibunya. Tidak lama kemudian Mudassir pun muncul di depan rumahku dan teriak memanggil Dewi.
“Cik pulang, ibu nyuruh pulang ke warung!”, kata Mudassir kepada adiknya Dewi. Sedangkan saat itu kami lagi asik ngobrol tentang sekolah Dewi di Pemangkat dan banyak lagi cerita yang lainnya. 
Penulis: Sugianto, S.Pd.I
Judul Novel: “Surat Cinta Dari Surga”
Tahun: 2014
Penerbit: -

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...