Selasa, 08 Desember 2015

Novel Surat Cinta Dari Surga Jilid 75


Novel Surat Cinta Dari Surga Jilid 75
Sugianto, S.Pd.I
Bapak dan ibuku pun langsung masuk ke dalam rumah. Karena mereka ingin membersihkan tubuhnya sehabis pulang dari sawah.
Kata Ning merupakan nama panggilan atau base dalam bahasa Sambas untuk orang tua. Untuk kata lengkapnya adalah Pak Ning atau Mak Ning (jika dalam bahasa Betawi persamaannya adalah Pak Lek atau Buk Lek). 
Bapak dan ibuku segera masuk ke dalam rumah, tidak lama kemudian adik-adikku pun berdatangan dari main. Sedangkan adikku yang nomor dua (Susiana) dan yang nomor tiga (Elisa) membantu ibu dan bapakku di sawah. Sedangkan yang nomor empat (Norlia) dan yang nomor lima (Norma) masih main bersama dengan teman-teannya di sekolah atau pun memancing ikan di sungai. Adikku yang nomor lima yang suka jahil menggodaku dan Dewi saat itu.
“Nah,,, ketahuan... Abang dan Cik Dewi lagi pacaran.... berduaan lagi di rumah”, canda adikku Norma menggoda kami.
“Ehh... tidak usah ngomong gitu, tidak baik!”, kataku kepada adikku Norma.
“Ndak! Dedek tidak bilang apa-apa... Emangnya Dedek bilang apa?”, katanya manja kepadaku.
Saat itu Dewi hanya tersenyum melihat tingkah adikku Norma. Kemudian adikku yang lainnya (Norlia) memanggil adikku Norma.
“Dek, jangan ganggu Abang lah... Cepat masuk!”, kata adikku Norlia.
Tanpa bicara sedikitpun adikku Norma masuk ke dalam rumah. Saat itu aku membayangkan di rumah Dewi. Ibunya sedang mencari-carinya, karena ia sudah lama main di rumahku. Mungkin ibunya menyuruhnya memasak nasi atau pun membeli sesuatu di warung untuk makan siang.
“Kemana adikmu Sir, dari tadi kok tidak kelihatan? Ibu mau menyuruhnya ke warung ni, membeli asam jawa untuk masak ikan patin yang dibeli bapakmu”, kata ibu Dewi kepada Mudassir Abang Dewi yang nomor dua.
Penulis: Sugianto, S.Pd.I
Judul Novel: “Surat Cinta Dari Surga”
Tahun: 2014
Penerbit: -

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...