Selasa, 08 Desember 2015

Novel Surat Cinta Dari Surga Jilid 74


Novel Surat Cinta Dari Surga Jilid 74
Sugianto, S.Pd.I
“Abang mengerti. Sudahlah, jangan dikenang lagi semua itu. Sekarang Dewi sudah jauh dari Abang, Dewi di Pemangkat Abang di Sekadim. Dewi menuntut ilmu, sedangkan Abang hanya ngangur di kamar dan melamun yang bukan-bukan. Dewi teruslah belajar dan capai cita-citanya, jangan seperti Abang. Keluarga Abang tidak mampu untuk menyekolahkan Abang hingga perguruan tinggi. Apalagi kuliah, SMP saja Abang tidak sekolah. Begitu juga dengan adik-adik Abang, mereka cuma SMP semuanya. Perjalanan hidupmu masih panjang, sedangkan Abang.... Abang tidak tahu. Karena Abang sebagaimana yang Dewi ketahui, sering sakit-sakitaan. Lambat atau cepat, Tuhan akan memanggil Abang”, ucapku pada Dewi dikala itu.
“Jangan mengeluh, Bang...”, ucapnya kepadaku.
“Tidak, memang demikian faktanya. Mengapa takdir tidak memihak kepada Abang. Mengapa Abang cacat? Mengapa Abang miskin? Mengapa Abang hina dimata manusia? Coba Dewi tanyakan kepada Tuhan... adilkah buat Abang semua ini? Lambat laut Dewi pun akan menjauhi Abang...”, ucapku dengan penuh perasaan hingga mebuat hatiku menangis. 
“Jangan ngomong seperti itu, Bang... Tuhan pasti tahu semuanya. Ada rahasia dibalik rahasia yang tidak kita ketahui”, ucap Dewi kepadaku.
Keadaan hening sejenak. Tak lama kemudian, kedua orang tuaku pulang dari sawah.
“Ehhh ada cewek rupanya. Kok tidak diajak masuk, Bang”, kata Ibuku menyapa Dewi dan menyuruhku agar Dewi masuk ke dalam rumah.
“Tidak apa-apa, Ning. Biar di luar saja, panas di dalam”, jawab Dewi kepada ibuku sambil salaman kepada kedua orang tuaku.
“Kapan datang”, tanya bapakku kepada Dewi.
“Kemarin, Ning”, jawabnya.
“Ohhhh....! Masuklah, jangan diluar”, kata bapakku kepada Dewi. Sedangkan Dewi hanya membalas dengan anggukan dan senyuman. 
Penulis: Sugianto, S.Pd.I
Judul Novel: “Surat Cinta Dari Surga”
Tahun: 2014
Penerbit: -

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...