Kamis, 15 Oktober 2015

Novel Surat Cinta Dari Surga Jilid 68


Novel Surat Cinta Dari Surga Jilid 68
Sugianto, S.Pd.I
Akankah ada satu penawar
Untuk mengobati hatiku yang gusar

Manalah mungkin
Merak kayangan dan pipit hutan menyatu
Manalah mungkin
Langit dan bumi bersatu-padu

Inilah nasibku kawan
Lambat laun dia akan meninggalkanku
Inilah takdir hidupku teman
Cepat atau lambat ia akan pergi jauh dariku
Tinggallah aku sendiri menyepi
Mengharungi kehidupan dunia rahasia Ilahi

Selesai sudah sebuah puisi curahan hati yang aku gores dengan tinta emas didiarku. Sebuah puisi yang aku rangkai buat mengenang kisah yang barusan aku alami. Aku sedih sekali, tanpa terasa air mataku menetes dengan sendirinya. Kuseka air mataku. Kulap dengan bajuku yang usang lagi jelek. Aku menangis sambil berbaring dikamarku. Suasana semakin hening sekali rasanya. Aku mengenang nasibku yang tidak seindah teman-temanku. Mereka punya pacar, mereka punya segala-galanya. Sedangkan aku? Aku cacat, keluargaku miskin, adik-adikku banyak, orang tuaku buruh tani. “Oh Tuhan, betapa malangnya nasibku. Nasibku tak seindah bianglala. Nasibku tak seindah mentari. Nasibku tak seindah rembulan. Nasibku tak seindah hidupmu”.
Aku pun tertidur dengan pulas. Aku larut dalam dukaku yang kuciptakan sendiri. Tiada mimpi, tiada ilusi, tiada hayal. Semunya berjalan sesuai dengan apa yang telah digariskan oleh Ilahi Rabbi.
Penulis: Sugianto, S.Pd.I
Judul Novel: “Surat Cinta Dari Surga”
Tahun: 2014
Penerbit: -

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...