Kamis, 15 Oktober 2015

Novel Surat Cinta Dari Surga Jilid 66


Novel Surat Cinta Dari Surga Jilid 66
Sugianto, S.Pd.I
Aku terkejut dan terjaga dari lamunan yang memilukun hati itu.
“Astarfirullahulazim... mengapa aku. Kok bisa seperti ini. Semua itu belum tentu dan belum pasti. Semuanya sudah kubayangkan yang bukan-bukan”, ucapku dalam hati sambil menyapukan tanganku ke wajahku dan rambutku berulang-ulang. Kemudian aku pun istirfar berulang kali.  
Ketika aku lagi menembalikan alam bawah sadarku. Tiba-tiba adikku yang bungsu menghampiriku.
“Ada apa, Bang... Linglung ya?”, katana meledekku sambil duduk disampingku.
“Tidak...”, jawabku singkat.
“Pasti mikirin Cik Dewi, ya? Abang takut ia dimiliki oleh orang lain ya?”, kata adikku Norma Yunita yang baru kelas tiga sama seperti Fariz adik Dewi. 
“Kamu tahu apa, Dik... Kamu itu masih kecil”, jawabku kepadama sambil bangkit dari duduk.
“Sudah sana mandi, sudah sore ni. Jangan urusin masalah Abang”, tambahku sambil mengambilkan adikku handuk agar ia segera mandi.
“Yeeee.... gitu aja sewoot”, jawab adikku sambil mengambil handuknya dan terus mandi di sumur. 
Kini tinggallah aku sendiri, saat itu ingin rasanya aku teriak, namun aku malu. Ingin rasanya aku membunuh diri atau pun lari dari kampung. Tapi, aku tidak tahu harus ke mana. Mau terjun ke sungai, aku takut dimakan buaya. Mau bunuh diri,,,, aku takut mati. Dasar aku yang bodoh mencintai seorang puteri dari kayangan, sedangkan diri hanyalah seekor burung pungguk yang selalu merindukan bulan. “Sampai kapan aku akan begini ya...”, bisik hati kecilku. Aku hanyalah seekor semut hitam sedangkan dia seekor semut putih. Aku hanyalah seorang yang dhoif, sedangkan ia seorang yang jamilah. Aku hanyalah seorang manusia biasa, sedangkan ia seorang dewi. Aku hanyalah seorang hamba, sedangkan ia seorang puteri.
Penulis: Sugianto, S.Pd.I
Judul Novel: “Surat Cinta Dari Surga”
Tahun: 2014
Penerbit: -

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...