Senin, 12 Oktober 2015

Novel Surat Cinta Dari Surga Jilid 62


Novel Surat Cinta Dari Surga Jilid 62
Sugianto, S.Pd.I
Semuanya hancur bagaikan pecahan batu
Tinggallah aku meratapi nasibku

Hanya sesaat yang kurasakan indah
Kini semuanya hancurlah sudah
Apakah aku harus pasrah
Atau pun aku harus mengalah

Aku tak akan mudah menyerah
Aku tak akan mengalah
Kutak akan menyerah
Sebelum aku kalah

Itulah beberapa untaian bait puisi yang dapat aku gubah dengan tinta merah bukan darah. “Aku harus semangat, aku harus kuat, aku harus tegar. Semua ini hanyalah ujian, hidupini adalah tantangan. Semakin tinggi ilmu seseorang, semakin besar atau semakin sulit ujiannya”, itulah yang kutanamkan dalam hatiku saat itu. Tidak hanya itu, aku juga harus bersabar menghadapi semua ini, inilah problema hidup, ini problema cinta yang kurasaan saat itu. Akan tetapi, aku tidak tahu apa yang dirasakan oleh Dewi saat itu. Apakah ia mencintai atau pun sebaliknya.
Bicara soal sabar, samai kapan aku harus besabar? Sampai kapan perasaan ini akan aku sembunyikan? Mampukah aku memendam perasaan cinta yang bergejolak dihatiku ini kepada Dewi? Sedangkan semua ini ingin meledak dari dalam jantung dan hatiku. Bahkan urat nadi dan syarafku berdenyut kencang bila aku bersamanya. Aan teapi sayangnya aku tidak tahu apa yang dirasakan oleh pujaan hatiku itu (Dewi). Mungki ia merasakn hal yang sama, dan mungkin juga tidak. Mungkin sebaliknya, membenciku. Pikiranku kacau, pikiranku sakit sekali, aku susah tidur.

Penulis: Sugianto, S.Pd.I
Judul Novel: “Surat Cinta Dari Surga”
Tahun: 2014
Penerbit: -

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...