Senin, 12 Oktober 2015

Novel Surat Cinta Dari Surga Jilid 61


Novel Surat Cinta Dari Surga Jilid 61
Sugianto, S.Pd.I
“Paham...!”, tambah Ibu Dewi dengan tegasnya.
“Paham, Bu...”, jawab Dewi singkat.
Kemudian ibu Dewi keluar dari kamar Dewi, sedangkan kulihat Fariz lagi santai di kantin depan rumahnya bersama Abangnya Mudassir. Setelah semuanya aman, aku pun pulang ke rumah. Aku pulang berlari-lari kecil agar cepat datangnya ke rumah. Setibanya aku di rumah, aku langsung mengambil buku diaryku yang sudah usang. Kemudian aku tulis beberapa bait puisi sekedar untuk mengenang kisah tersebut. Puisi itu aku beri judul “Pos Kamling dan Jembatan Tua jadi Saksi”   

Pos Kamling dan Jembatan Tua jadi Saksi

Hari ini, siang ini
Dipanas terik sinar mentari
Aku menunggu dengan tiada jemu pujaan hati
Pos kamling dan jembatan tua menjadi saksi

Lelah sudah aku menunggu
Hingga pegal lutut dan pundakku
Kapan ia akan muncul dihadapanku
Sedangkan jam sudah pukul satu

Setibanya ia di depanku
Alangkah bahagianya hatiku saat itu
Seolah-olah dunia ini hanya miliknya dan milikku
Aku tak akan berbagi walau pun sedikit denganmu

Namun sayang, hanya sesaat bahagia itu
Kini, semuanya terbang bagaikan debu

Penulis: Sugianto, S.Pd.I
Judul Novel: “Surat Cinta Dari Surga”
Tahun: 2014
Penerbit: -

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...