Jumat, 09 Oktober 2015

Novel Surat Cinta Dari Surga Jilid 60


Novel Surat Cinta Dari Surga Jilid 60
Sugianto, S.Pd.I
yang kalian bahas...? Pasti membahas yang tidak penting...!”, kata ibu Dewi sambil berjalan dibelakang Dewi.
“Ibu kan sudah bilang, jika pulang sekolah itu harus cepat pulang ke rumah, jangan lagi santai-santai di jalan atau di warung. Apalagi bicara dengan orang yang tidak jelas pengetahuannya”, tambah ibunya. 
“Tidak apa-apa, Bu, ya cuma ngomong aja... tidak lebih, Bu”, jawab Dewi sambil menaiki anak tanggga rumahnya. Mereka pun masuk ke dalam rumah dan langsung menuju kamar Dewi. 
Ketika itu, kudengar dari pos kamling, Dewi lagi dimarah oleh ibunya di kamarnya. Meskipun suaranya tidak begitu jelas, hanya samar-samar kudengar. Yang pastinya kedua orang tuanya melarang Dewi untuk dekat-dekat sama aku. Entah apa sebabnya aku juga kurang mengerti. Mungkin karena aku cacat, mungkin karena aku miskin. Mungkin karena aku tidak berpendidikan, karena aku hanya tamatan sekolah dasar. Semuanya itu pastilah penyebabnya, dan mungkin ada sebab yang lain lagi yang tidak aku ketahui. Hanya Allah-lah yang mengetahui semua ini, karena semua ini sudah menjadi goresan Ilahi Rabbi. 
Kucoba untuk menguping pembicaraan ibu Dewi dari pos kamling. Tapi suaranya kurang jelas, jadi aku turun dari pos menuju jembatan. Dari jembatan suara itu agak terdengar jelas, meskipun suara itu agak sedikit pelan.
 “Cik, kan Ibu sudah bilang, bahwa kamu jangan lagi berteman dengan Anto. Cukup saja Abangmu dan Adikmu atau Kak De-mu yang berkawan dengan dia. Tidak usah kamu lagi, Cik”, kata ibunya menasehati atau memarahi Dewi.
“Tapi, Bu... Kami tidak ngapa-ngapain, cuma jalan bareng aja, santai bareng, belajar bareng,,, ya cuma itu”, jawab Dewi kepada ibunya.
“Ibu paham, ibu ngerti.... Tapi, sekali tidak boleh, ya tidak boleh, Cik”, jelas ibunya.

Penulis: Sugianto, S.Pd.I
Judul Novel: “Surat Cinta Dari Surga”
Tahun: 2014
Penerbit: -

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...