Jumat, 09 Oktober 2015

Novel Surat Cinta Dari Surga Jilid 58


Novel Surat Cinta Dari Surga Jilid 58
Sugianto, S.Pd.I
bukan milikku. Ia milik Tuhan dan kedua orang tuanya. Tapi, aku menyayangi dan mencintainya dengan sepenuh jiwa dan hatiku, kawan”.
Tidak lama kemudian, dari kejauahan kulihat Dewi sedang mengayuh sepedanya.
“Alhamdulillah, datang juga akhirnya orang yang kutunggu-tunggu”, ucap hati kecilku.  Aku tersenyum sumringah, au senang sekali ia sudah pulang. Au tahu, Dewi pasti capek, arena mengayuh sepeda sepanjang 3 km dari jalan raya dengan ondisi jalan yang amat jelek. Tidak lama kemudian, Dewi pun sampai disampingku. Kemudian ia pun menyapaku dengan lembutnya.
“Udah lama, Bang...”, sapa Dewi kepadaku sambil turun dari sepedanya.
“Lumayan...”, jawabku singkat sambil memegang stang sepedanya.
“Kok, lama sekali pulangnya? Sepedanya bocor ya... atau ada kegiatan lain di sekolah?”, tanyaku kepada Dewi bertubi-tubi.
“Ia Bang”, jawabnya.
“Sekarang Dewi kan sudah kelas tiga Bang, jadi banyak tugas yang harus diselesaikan. Kami juga less Bang sekarang. Jadi Dewi sekarang pulangnya sudah pukul dua, atau pukul dua tiga puluh, Bang”, tambahnya menjelaskan kepadaku mengapa ia lambat pulangnya.
“Jadi, Abang tidak usahlah untuk menunggu Dewi lagi. Soalnya Dewi pulangnya lama, kasihan Abang menunggu Dewi. Dewi sekarang juga sudah besar Bang, Abang tidak perlu risau dengan Dewi. Dewi bisa jaga diri Dewi dengan baik, Bang”, tambahnya kepadaku.
Perkataan atau jawaban dari Dewi itu tidak kuduga sama sekali. Jauh dari perkiraanku. Aku kira ia akan menanyakan kepadaku “apakah aku sudah makam atau belum. Apakah aku juga capek menunggunya. Apakah aku sudah mandi atau belum” itu pertanyaan yang ada didalam pikiranku saat itu. Tapi lain dari yang kupikirkan kawan. Jauuuuh sekali.

Penulis: Sugianto, S.Pd.I
Judul Novel: “Surat Cinta Dari Surga”
Tahun: 2014
Penerbit: -

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...