Jumat, 09 Oktober 2015

Novel Surat Cinta Dari Surga Jilid 56


Novel Surat Cinta Dari Surga Jilid 56
Sugianto, S.Pd.I
Ketika aku cemburu atau pun sedih kepada Dewi, hanya diary usanglah yang menamani aku curhat. Ketika ia pulang sekolah seperti biasa ia aku tunggu di pos kamling atau pun di jembatan desaku. Setelah ia duduk di kelas tiga SMP, Dewi sudah memakai sepeda jika pergi ke sekolah. Ketika ia kelas satu, masuknya siang dan pergi sekolahnya jalan kaki. Setelah ia kelas dua masuknya pagi hingga ia kelas tiga sekarang ini seperti sekolah-sekolah yang lainnya.
Siang itu, aku tunggu Dewi pulang sekolah dijembatan desaku. Teradang ada orang lewat yang meneugurku.
“Sedang apa, Bang”, sapa orang yang lewat yaitu ibu Aminah yang baru pulang dari sawah bersama dengan temannya ibu Masnah.  
“Tidak apa-apa, Bu. Santai saja nunggu siang atau nunggu lapar”, jawabku kepada ibu Aminah.
“Nunggu lapar, atau nunggu pacar, Bang?”, kata ibu Masnah menimpali.
“Ahh ibu, bisa aja...”, jawabku malu sambil melemparkan batu ke sungai.  
Mereka pun berlalu meninggalkanku sambil berkata.
“Hati-hati Bang, nanti kesambet hantu jembatan”, kata ibu Aminah dan ibu Masnah bersamaan sambil tertawa. Aku hanya tersenyum simpul mendengar gurauan mereka.
 Kulihat matahari di langit sudah tinggi sekali dan akan mulai condong ke arah barat. Berarti jam sekarang jika diperkirakan sudah menunjukkan pukul 12.30 wiba atau pukul 13.00 wiba.
“Kok lama sekali Dewi ni pulangnya. Sekarang mungkin sudah jam 12.30 atau jam satu. Mana perutku sudah lapar lagi, Dewi belum juga datang-datang. Kemana sih dia, apakah terjadi sesuatu kepadanya? Atau..... atau mungkin sepedanya rusak, bocor.... atau diculik oleh cowok-cowok ganteng”, ucap hati kecilku yang lagi kacau memikirkan Dewi. 

Penulis: Sugianto, S.Pd.I
Judul Novel: “Surat Cinta Dari Surga”
Tahun: 2014
Penerbit: -

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...