Sabtu, 03 Oktober 2015

Novel Surat Cinta Dari Surga Jilid 48


Novel Surat Cinta Dari Surga Jilid 48
Sugianto, S.Pd.I
bidadarinya, janganlah menangis lagi, Abang juga sedih dengan semua ini”, ucapku kepada Dewi menghiburnya agar ia tidak menangis lagi.
“Abang tidak apa-apa, Abang mengerti akan semua ini. Meskipun Dewi tidak ngaji dengan Abang, esok atau lusa pun kita tetap berjumpa, slalu berjumpa di tempat yang sama”, ucapku kepada Dewi.
Kemudian Dewi pun mengangkat kepalanya, ia menghapus sisa air matanya yang menetes itu.
“Sekarang tersenyumlah, Abang kepengen melihat Dewi tersenyum kembali, agar cahaya rembulan atau bintang dilangit menjadi terang kembali”, rayuku kepada Dewi.
Tapi Dewi masih saja diam membisu, ia seakan-akan terbang jauh bersamaku mencari suatu tempat yang tidak ada satu orang pun yang mengganggu kami. Ditempat itu kami akan bercengkrama tentang alam, tentang cinta, tentang dunia, tentang semuanya. Ohhh, betapa indahnya dunia ini jika bersama orang yang kita cintai. Namun sayang seribu kali sayang, semua itu hanyalah sebuah ilusinasi saja.
   Ketika ami saling hanyut dalam ilusi atau pun pantasi yang ami ciptakan sendiri, tiba-tiba kami diejutkan oleh suatu suara yang agak nyaring dan ami kenal seali dengan suara itu. Dewi dipanggil pulang oleh bapaknya untuk segera pulang, karena hari sudah agak larut malam. Kuperkirakan jam waktu itu sudah puul 22.00 wiba.
“Dewi pulang!”, teriak bapaknya di depan teras rumahnya. Kami terperanjat.
“Astarfirullahul’azim”, ucap kami bersamaan secara tidak sengaja.
“Iya, Pak. Bentar...”, jawab Dewi sambil menyapu air matanya, mungkin masih ada yang tersisa.
“Bang, Dewi pulang dulu ya, maafkan Dewi bang...”, ucapnya kepadaku.

Penulis: Sugianto, S.Pd.I
Judul Novel: “Surat Cinta Dari Surga”
Tahun: 2014
Penerbit: -

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...