Sabtu, 03 Oktober 2015

Novel Surat Cinta Dari Surga Jilid 47


Novel Surat Cinta Dari Surga Jilid 47
Sugianto, S.Pd.I
Saat itu, aku hanya bisa menenangkan hati Dewi. Mesipun hatiku saat itu juga sedih atau hancur oleh kata-kata kedua orang tuanya.
“Jangan sedih, tidak apa-apa, Abang sadar siapa Abang”, kataku kepada Dewi.
“Tapi, Bang... Dewi kan niatnya baik, bukan apa-apa. Dewi hanya mau belajar ngaji sama Abang, bukannya lebih, dan bukan berbuat yang tidak-tidak, itu saja tidak boleh”, jawab Dewi sambil menangis dan menyeka air matanya. Air mata Dewi yang jernih berjatuhan bagaikan air hujan disaat kemarau. Setiap tumbuhan yang tersentuh oleh tetesan air mata Dewiku itu, akan tumbuh dengan subur dan indah.
Kemudian kuberanikan hatiku untuk mengelus atau mengusap belakang Dewi agar tangisnya menjadi reda. Kemudian tanpa aku sadari ia rebahkan kepalanya ke dadaku yang kurus kerempeng tidak punya dagin ini. Aku terkejut, aku grogi, aku takut. Semua perasaan menyatu dan menjadi tidak tentu.  Tapi aku buang semua perasaan yang kacau-balau itu, aku seolah-olah siap dengan semua yang kualami saat ini. 
Aku tahu mengapa kedua orang tua Dewi mengatakan kalimat semacam itu kepada Dewi. Kawan mau tahu kenapa? Karena aku cacat, aku hina, aku miskin. Aku anak orang tidak punya, bapak dan ibuku hanyalah seorang petani dan kuli orang Cina. Aku cacat pada  tulang belakangku (bongkok) sejak dari usiaku 9 tahun karena dipukul oleh sepupuku sendiri yang berusia 15 tahun. Dan pula usiaku sudah tua, selisih usiaku dengan Dewi 10 tahun. Waktu itu Dewi baru berusia 13 tahun sedangkan usiaku 23 tahun. Dewilah cinta pertamaku. Dialah yang mengerti aku, dan aku juga mengerti akan dia. Apa yang ia inginkan selalu saja aku turuti.
“Sudahlah, Wi... Jangan menangis lagi, anggaplah semua ini hanyalah mimpi disaat kemarau panjang. Lihatlah rembulan dilangit itu, ia pun menjadi redup karena tangisanmu. Karena engkaulah dewinya, engkaulah

Penulis: Sugianto, S.Pd.I
Judul Novel: “Surat Cinta Dari Surga”
Tahun: 2014
Penerbit: -

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...