Jumat, 02 Oktober 2015

Novel Surat Cinta Dari Surga Jilid 44


Sugianto, S.Pd.I
dibuatnya. Nanti dikirain Abang lagi yang menghasut Dewi”, kataku ke Dewi.
“Begini saja, Dewi izin dulu...bilang dulu ke ibu atau bapak tentang niat Dewi yang ingin belajar ngaji dengan Abang. Nanti apapun hasilnya akan kita bicaraan. Abang takut mereka marah atau pun tidak akan setuju Wi...!” imbuhku kepada Dewi sambil memegang tangannya yang lembut bagaikan sutera dari India.
 “Tapi, Dewi juga takut Bang, nanti apa yang harus Dewi bilang kepada mereka”, ucapap Dewi dengan manjanya kepadaku.
“Dewi saja takut, apalagi Abang... Tapi jika tidak dibilang, itu lebih bahaya lagi, lebih baik dibilang kepada mereka. Inikan niat baik, ya hasilnya pasti baikkan...!”, jawabku membesarkan hati Dewi sambil membelai rambutnya sedikit. 
“Tapi bang, niat baik belum tentu hasilnya baik, perbuatan baik belum tentu dibalas baik oleh orang lain, begitu juga mungkin dengan niat ini” kata Dewi agak ragu.
“Semua inikan belum kita coba, kita coba dulu,,, baru kita tahu. Ayo coba sana, katakan kepada ibu, mudah-mudahan ibu mengizinkan niat kita”, kataku kepada Dewi agar ia mau mengatakan niatnya kepada ibunya. Biasanya ibu Dewi jam segini (selesai sholat isya) lagi berkemas-kemas buat jualan esok pagi. Karena ibu Dewi buat kantin di depan rumahnya buat anak SD di depan rumahnya, atau pun anak SMP yang ada di belakang rumahnya. 
“Iya, lah Bang... Dewi pergi dulu ya, mohon do’anya Bang. Tapi Abang ikutlah ke rumah, biar Abang menunggu di dalam, Dewi yang mengatakannya kepada ibu atau bapak”, kata Dewi kepadaku sambil mengajakku ikut bersamanya ke rumahnya. Dewi menarik kedua tanganku agar aku beranjak dari tempat dudukku.

Penulis: Sugianto, S.Pd.I
Judul Novel: “Surat Cinta Dari Surga”
Tahun: 2014
Penerbit: -


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...