Jumat, 02 Oktober 2015

Novel Surat Cinta Dari Surga Jilid 43


Novel Surat Cinta Dari Surga Jilid 43
Sugianto, S.Pd.I
Pada suatu malam, seperti biasa kami sholat magrib atau sholat isya berjamaah di mushola Al-Ikhlas yang berada tidak jauh dari rumah Dewi, tepatnya di halaman sekolah SDN 08 Sekadim. Mushola tua yang mejadi saksi antara aku dan Dewi kala itu dengan sinar suramnya sang rembulan ditemani sinar kunang-kunang kecil yang gemerlapan bak lampu discotic saja.
Malam yang indah menyaksikan antara aku dan Dewi yang lagi duduk di epan rumahnya. Di depan rumahnya tepatnya di tepi jalan depan rumahnya terdapat bangku atau tempat duduk buat santai anak-anak muda dikampungku. Biasanya jam segini (pukul 19.30 wiba) sudah ramai yang duduk dibangku ini, akan tetapi malam ini satu pun tidak ada yang duduk-duduk santai. Biasanya orang tua-tua juga suka duduk santai di depan rumah Dewi. Karena hanya inilah satu-satunya tempat duduk buat santai selain dari pos ronda. Seakan-akan mereka sudah tahu bahwa aku dan Dewi akan duduk santai di bangku ini.
Malam itu terjadilah percakapan antara aku dan Dewi. Aku diminta oleh Dewi untuk megajarinya ngaji, karena Dewi ngajinya masih terbata-bata.
“Bang, boleh nanya ngak..”, tanya Dewi manja kepadaku.
“Boleh, ada apa...tanya aja jika Abang bisa jawa, Abang Jawab. Jika tidak, akan Abang jadikan PR...!”, jawabku sambil mengayun-ayunkan kedua kakiku.
“Dewi an ngajinya masih belum lancar, masih terbata-bata. Jadi Dewi minta Abang yang ajarin Dewi ngaji. Soalnya ibu Dewi sibuk untuk menyiapkan jualannya buat esok pagi” kata Dewi kepadaku sambil menuruti tingkahku yang mengayun-ayunkan kaki. 
“Bagaimana ya Wi... Abang tidak berani. Bukannya Abang tidak mau, tapi Abang takut orang tuamu nanti marah ke Abang. Nanti bisa berabe

Penulis: Sugianto, S.Pd.I
Judul Novel: “Surat Cinta Dari Surga”
Tahun: 2014
Penerbit: -


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...