Sabtu, 03 Oktober 2015

7 Napak Tilas atau Patilasan Kesultanan Sambas


7 Napak Tilas atau Patilasan Kesultanan Sambas
Mensemat (Bantelan)
7 Napak Tilas Kesultanan Sambas selama ini tidak banyak yang mengetahuinya, apalagi anak-anak sekarang yang hanya kesehariannya main game online atau facebookan atau pula twiterran. Jaman sekarang seharusnya pemerintah daerah memasukkan pelajaran mulok adat dan tradisi ke dalam pelajaran atau ke dalam kurikulum KTSP 2015. Sedangkan selama ini buku mulok tersebut sudah dibuat dan siap untuk dicetak, serta dipublikasikan ke sekolah-sekolah diseluruh Kabupaten Sambas, khusnya sekolah dasar. Penulis itu tiada lain adalah Sugianto, S.Pd.I berasal dari Kecamatan Tebas, Desa Pusaka, Dususn Sekadim. Buku molok itupun sudah dikoreksi atau sudah diedit oleh 18 orang pengawas dan guru 6 kecamatan di Kabupaten Sambas.

Mengenai judul di atas, 7 napak tilas atau patilasan Kesultanan Sambas ialah sebagai berikut:  
1.      Kota Lama
Kota Lama terletak di Kecamatan Galing. Di Kota Lama dulu Panembahan Ratu Sapudak mendirikan kerajaan di sana. Kerajaannya merupakan kerajaan  Hindu-Jawa berpusat di hulu Sungai Sambas. Hingga sekarang tempat itu disebut dengan nama "Kota Lama".
2.      Kota Bangun
Kota bangun ini, sampai sekarang masih ada dan dinamakan Kampung kota bangun, yang terletak di pinggir sungai sambas besar. Daerah itu sangat terkenal dengan buayanya, diantaranya terdapat seekor buaya kuning. Buaya tersebut dinamakan oleh penduduk setempat dengan “nek goro” atau “nek agou”.
3.      Mensemat (Bantelan)
Mensemat atau Bantelan yang terletak Desa Kuayan di Kecamatan Sajat terdapat Makam Bantelan di sana yang masih terjaga oleh penduduk setempat. Meskipun penataanya agak kurang bagus, akan tetapi ciri khas Sambasnya masih tetap kekal di sana.
4.      Lubuk Madung (Lubuk Laggak) Sungai Teberau dilantik menjadi Sultan
Lubuk Madung searang disebut dengan Lubuk Lagak terdapat di tepian sungai Teberau ke arah Subah. Lubuk Madung merupakan pertemuan tiga sungai, yaitu sungai Subah, Sungai Sambas Kecil dan Sungai Teberau. Kemudian, di lokasi tersebutlah didirikan Istana Kesultanan yang hingga sekarang dikenal dengan nama Istana Alwatzikoebillah.
5.      Muara Ulakkan
Muara Ulakkan adalah tempat didirikannya sebuah istana, yang bernama “Istana Alwatzikoebillah”.
6.      Sebangkau
Sebangkau erdapat di Sambas pesisir ke arah Kota Singkawang. Di sana pernah disinggahi oleh Sultan ketika ingin ke Selakau Tua.
7.      Selakau Tua
Diselakau Tua terdapat peninggalan kerajaan sementara dari Kesultanan Sambas. Karena terjadi sengeketa di jaman dahulu. Jadi beberapa kerabat raja pergi ke Selakau Tua. Dan disana terdapat makam-makam tua bekas peninggalan kerajaan. Setelah keadaan kerajaan aman, barulah mereka dipanggil kembali ke istana.

Itulah tujuh tempat persinggahan zaman kesultanan Sambas, cerita dari mulut ke mulut, walhuaklam bissawab. Hanya Allah Subhanahu Wata’ala yang mengetahuinya.  

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...