Rabu, 23 September 2015

Novel Surat Cinta Dari Surga Jilid 42



Kau korbankan banyak waktumu untuk aku
Sedangkan aku insan yang tak berdaya
Dan tak lama lagi mungkin tak bernyawa
Sang Dewi mulia

Kehidupanmu yang tegar
Laksana bongkahan karang di laut lepas  
Kedukaan yang selalu kubawa
Kini semuanya telah pudar

Aku bukannya insan hebat
Aku lemah dan cacat
Aku hina dan terasing
Namun engkau tidak melihat semua itu

Sopan-santunmu dan bahasamu
Tutur katamu yang halus dan lembut
Membuat hatiku semakin sayang kepadamu
Namun aku tidak tahu apa yang ada di hatimu

Itulah beberapa bait puisi atau goresan pena yang dapat aku rangkai untuk menghiasi buku diaryku yang sudah usang dan berwarna hijau tua. Semua itu aku lakukan sekedar meluahkan perasaan hatiku saja yang tidak dapat aku curahkan ke Dewi ataupun kepada orang lain. Hanyalah diary dan Allah Subhanahu Wata’ala tempat aku curhat, kala itu.  

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...