Rabu, 23 September 2015

Novel Surat Cinta Dari Surga Jilid 41



apakah pernah kentut di dalam air ketika mandi? Dan bagaimana bunyinya jika kita kentut di dalam air. Pasti airnya meletus ya ke atas. Prooootttt.... prottt.... gitu ya...”, jawabku memulihkan suasana hatiku yang galau agar Dewi tidak merasakan atau mengetahui galaunya hatiku.
“Abang, bisa aja... Dewi kira apaan. Wajah Abang mendadak murung dan lemah rasanya”, ucap Dewi.
“Bang... Naik yok! Dingin ni...” imbuhnya.
“Iya lah, ayo kita naik, Abang juga sudah dingin ni, dan kamukan harus segera ke sekolah, nanti terlambat lagi ke sekolahnya”, jawabku sambil naik ke atas jamban dan diikuti oleh Dewi dan ia pun langsung menuju jambanya serta menyalin pakaiannya. Setelah itu kami pulang ke rumah masing-masing.
Siang itu di kamarku, aku tengkurap sambil orat-oret kertas di diaryku yang sudah agak usang. Aku merangkai kata-kata yang terlintas direlung hati dan benakku. Goresan itu aku beri judul “Sang Dewi”

Sang Dewi

Sang Dewi, Dewi mulia
Ketulusan hatimu, oh Dewi mulia
Kebaikan hatimu, laksana permata
Oh... Sang Dewi

Keikhlasanmu dan ketulusan hatimu
Pada diriku ini
Ku tak tau pada diriku ini
Bagaimana akan membalas budi baikmu


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...