Rabu, 23 September 2015

Novel Surat Cinta Dari Surga Jilid 40



 “Tidak, cuma mau tanya sesuatu, boleh tidak, Bang?” ucapnya.
“Ya, tentu saja boleh, apa dia?!” jawabku. Aku mulai salah tingkah, entah apa yang akan ditanyakan oleh Dewi. Apakah ia akan menanyakan “apakah aku mencintainya?” atau “apakah aku menyukainya?” atau “kapan abang akan melamarku?” atau .... atau... aku menjadi bingung dan agak grogi.
Ndak,,, Dewi hanya mau tanya, tapi dibisikin ya”, katanya sambil menatap wajahku. Aku menjadi malu dan hatiku berdebar-debar, apakah apa yang aku pikirkan akan menjadi nyata.
“Mana kupingnya, sini” katanya sambil menarik kupingku.
“Dengar ya, yang serius...” imbuhnya. Aku mengangukkan kepalaku. Lalu Dewi pun membisikkan sesuatu ditelingaku. Setelah Dewi membisikkan sesuatu ditelingaku hanya diam dan agak sedikit kecewa. Wajahku murunggggggg.... kecewa.... Kenapa?
Dewi membisikkan ditelingaku katanya “Bang, pernahkah Abang kentut di dalam air ketika mandi”. Itulah pertanyaan Dewi kepadaku. Melihat reaksi wajahku seperti itu, Dewi pun menjadi tidak enak. Ia bertanya kepadaku.
“Ada apa, Bang...?!” tanyanya sambil memalingkan wajahku ke arahnya.
“Tidak...!”, jawabku singkat. Ternyata apa yang aku pikirkan tidak menjadi kenyataan. Aku terlalu berharap dan terlalu bodoh menginginkan semua itu yang tidak mungkin akan terjadi. Seharusnya aku bercermin dulu, sadari diri-sendiri.
“Bang...Kenapa? ada yang salah dengan ucapan Dewi? Jika ada yang salah, Dewi mohon maaf, Bang...!”, kata Dewi sambil memegang tanganku. Aku menarik tanganku.
“Tidak, Abang hanya terharu saja, ternyata kamu bisa juga bergurau ya... Apakah Abang pernah kentut di dalam air ketika mandi. Jika Dewi,

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...