Rabu, 23 September 2015

Novel Surat Cinta Dari Surga Jilid 38


Surat Cinta Dari Surga
Epesod 2

Novel Surat Cinta Dari Surga Jilid 38
Sugianto, S.Pd.I
Kukkuruyuk... Kukkuruyuk... Kukkuruyuk... bunyi suara ayam jantan berkokok membangunkan tidurku yang tertidur pulas. Aku mulai bangkit dari tempat tidurku.
“Ahhh....”, aku menggeliat membetulkan urat-urat setelah tidur dan mimpi yang indah.
“Badanku sakit sekali, leherku terasa kaku. Mungkin salah tidur ni, gara-gara mimpi ni pasti” ucap hati kecilku. Aku berolahraga kecil dikamarku dengan memutar leher, menggerakkan kaki dan tanganku. Setelah itu aku mengambil handuk dan mandi di sumur belakang rumahku.
 Selesai mandi aku pergi ke sawah membantu ibuku memotong rumput yang tumbuh dengan subur di celah-celah rumpun padi yang kami sebut dengan merumput. Kami punya lahan pertanian kurang lebih dua hektar. Akan tetapi semua itu yang telah kami garap selama ini bukanlah tanah kami. Tanah tersebut merupakan punya tauke kami. Tauke (bos) kami  suku Tionghoa (Cina) yang bernama Si Akew orang Tebas Kuala.
Tanaman padi yang kami tanam di tanah tersebut tumbuh dengan subur, seluas mata memandang hijau semuanya. Hatiku dan kedua orang tuaku menjadi senang. Ssetiap hari dan setiap malam kami berdo’a kepada Tuhan agar diberikan rezeki yang melimpah agar dapat zakat atau inpak ke masjid di kampungku. Kulihat padi-padiku sudah mulai bunting, sebentar lagi akan keluar benih-benih dari rumpun padi tersebut.
“Alhamdulillah, syukur kepada Allah yang selalu melimpahkan rezekinya pada seluruh makhluknya tidak terkecuali kami. Mudah-mudahan semua ini akan kami nikmati hingga buahnya”, do’aku pada Yang Maha Kuasa setiap habis sholat.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...