Selasa, 08 September 2015

Konsep Ceramah Tentang Menghargai Waktu


Konsep Ceramah Tentang Menghargai Waktu
Sugianto, S.Pd.I
Konsep Ceramah Tentang Menghargai Waktu, Auzubillahimnassaitonirrojim, Bismillahirohmanirrohim, Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarkatuh.

Para jamaah sholat Isya, Tarawih dan Witir yang dibahagikan oleh Allah SWT. Malam ini adalah malam kedua puluh satu kita melaksanakan sholat sunat tarawih dan witir serta tadarus.

Judul kultum saya beri judul dengan “Menghargai Waktu”, namun sebelumnya saya akan mengatakan bahwa pahala sholat tarawih malam ini adalah (Klik di sini “Fadilah Sholat Tarawih Malam KeduaPuluh Satu 1434 H”).    

Para jamaah sholat Isya, Tarawih dan Witir yang berbahagia dan dirahmati oleh Allah SWT, manusia tidak akan terlepas dari tiga sistem, yaitu berdiri, duduk, dan berbaring. Coba kita fikirkan, mengapa kita seperti itu? Maka dengan itu kita harus bisa membagi waktu, yaitu kapan waktu untuk kita berbaring, artinya waktu kita unuk istrirahat, baik siang atau malam. Kapan waktu kita berdiri, yaitu waktu kita bekerja, berusaha mencari nafkah buat kita dan anak-anak, istri atau suami serta keluarga, termasuk orang tua kita. Dan kapan waktu untuk kita duduk, yaitu waktu untuk kita kumpul bersama keluarga, teman, sanak saudara, kolega, dalam membicarakan hal kerjaan atau permasalahan rumah tangga dan lain sebagainya.

Sekarang ini, waktunya kita sholat Isya, Tarawih, dan Witir, serta sebentar lagi kita akan tadarus, esok puasa lagi, nanti dini hari kita sahur lagi. Maka dari itulah kita selaku insan harus bijaksana dalam membagi waktu dengan sebaik-baiknya. Sekarang ini kita sudah tua, berapa lama lagi kita akan hidup, sedangkan hidup kita sudah dijatah 63 tahun, bagi yang lebih itu mendapat “bonus” dari Allah SWT. Satu jam atau dua jam, sehari atau dua hari, seminggu atau dua minggu, sebulan atau dua bulan, setahun atau dua tahun, kita tidak mengetahuinya kapan kita akan dijemput.

Perhatikan firman Allah dalam Quran Surah Al-Ashr ayat 1-3 yang artinya “demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran” (QS. Al-‘Ashr: 1-3).

Demikianlah kultum pada malam ini yang dapat saya sampaikan. Semoga amal ibadah kita diterima oleh Allah SWT. Amin.... Wasalamualaikum Warohmatullahi Wabarkatuh....
    
Sumber/Daftar Pustaka:
  1. Mahfudli Sahly. 1995. Pedoman Khutbah Jum’at dari Masa ke Masa. CV. Aneka Solo.
  2. Sugianto, S.Pd.I. 2000. Kumpulan Ringkasan Kultum. CV. Contras Singkawang.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...