Rabu, 23 September 2015

7 Pantangan Orang Hamil Melayu Sambas


7 Pantangan Orang Hamil Melayu Sambas
Orang Hamil
7 Pantangan Orang Hamil Melayu Sambas mungkin banyak juga yang sudah mengetahuinya. Jika kita bicara soal pantangan dizaman ini, mungkin banyak orang yang sudah tidak memakainya lagi. Merea bilang semua itu hanyalah mitis atau hanya sevara kebetulan belakan jika ada yang mengaami kualat dari melanggar pantangan tersebut. Penulis hanya ingin menyampaikan tujuh dari beratus pantangan yang ada di Kabupaten Sambas. Sedangkan orang Jawa juga mempercayai akan adanya pantangan, atau pantang larang. Mereka bilang nanti “pamali”, jika melanggar pantangan tersebut.

7 Pantangan Orang Hamil Melayu Sambas, diantaranya ialah:
  1. Tidak boleh bicara takabur atau sombar
Jika istri kita lagi hamil,maka ia tidak boleh bicara sombar atau takabur, apalagi sombong. Nanti anaknya juga akan sombong atau lebih dari orang yang dijelek-jelekkan. Contoh dari sombar atau takabur ialah: “si Fulan dilarang untuk makan jengkol terlalu banyak, ibunya bilang “nanti kejarringgan (kejengolan)”. Si Fulan bilang “ahhh...tidak apa-apa Mak, sudah biasa aku makan jengkol, jengkolnya aja yang takut sama aku, Mak. Jika sakit perut, ya ke dokter Mak, kapan lagi mau makan jengkol!” anaknya bilang.
  1. Tidak boleh memotong kaki ayam atau bebek sembarangan
Jika istri lagi hamil, jangan sembarangan memotong kaki ayam atau bebek, nanti jemari anak akan menjadi hilang sesuai dengan apa yang dipotong tersebut. Dan juga jangan memainkan ayam atau bebek yang sudah dipotong tersebut. Karena banyak juga yang sudah mengalaminya, termasuk tetangga penulis sendiri. 
  1. Tidak boleh keluar rumah sore-sore
Tidak boleh keluar rumah sore-sore, nanti jabang bayi akan diganggu kuntilanak atau Jin. Karena waktu sore Jin suka gentayangan untuk mencari mangsa. Jika bepergian harus membawa besi tua atau baca-baca ayat suci Al-Quran.
  1. Tidak boleh keluar rumah ketika hujan panas
Ketika hari hujan panas jangan keluar rumah, nanti terkena hantu jaring. Hantu jaring adalah hantu hujan panas yang menjaring mangsanya yaitu manusia dengan jaring keramatnya. Jika si Ibu sudah dalam perjalannatau lagi dijalan ada hujan panas, gunakan sumping atau (anting-anting) yang terbuat dari rumput yang tajam. Semua itu hanya simbol untuk memutusan jaring si hantu jaring. Jika kita di dalam rumah, usahakan pasang perabun (bara berdupa) dengan bumbu dari kulit bawang atau cabe. Agar mata si hantu jaring akan kepedihan dan tidak mau masuk ke rumah.    
  1. Tidak boleh keluar rumah jika ada gerhana bulan atau matahari
Jangan keluar rumah jika terjadi gerhana bulan atau matahari. Nanti anaknya bisa tompel, orang sambas bilang “kena ra-u”. Kena ra-u bisa di kaki, bisa di pipi, bisa di belakang dan lain-lainnya. 
  1. Tidak boleh marah-marah
Jika hamil besar, jangan suka marah-marah, merajuk. Nanti anaknya juga suka marah dan merajuk. Coba baca Al-Quran, zikir atau sholat atau kerja, atau baca buku. Nanti anaknya juga akan pintar, pandai, rajin dan berilmu.
  1. Tidak boleh mengolok atau menghina, mencaci orang, apalagi orang itu cacat
Tidak boleh mengolok atau menghina apalagi mencaci orang, apalagi orang itu cacat. Nanti anaknya bisa cacat dan jelek sebagaimana orang yang dihina tersebut. Dan mungkin akan lebih jelek lagi, begitu juga pada si suami, jangan berlaku yang tidak sopan dengan hewan atau manusia. Nanti dampaknya akan terkena anak sendiri.

Nah, itulah 7 pantangan orang hamil Melayu Sambas, tapi perlu diingat, bicara soal pantangan, tidak hanya orang Melayu, orang Cina, orang Jawa, orang Batak, orang Dayak, juga mempunyai pantangan. Yang penulis sajikan ini hanya tujuh saja, dan banyak lagi pantangan yang lainnya, baik bagi si suami atau si istri. Ini. Catatan : jika ada yang idappan, jika tidak makainya juga tidak apa-apa. Dan jangan lupa baca ayat-ayat quran dan berserah diri pada Allah serta berdo’a kepada-Nya.  

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...