Selasa, 22 September 2015

7 Meriam Unik Kesultanan Sambas


7 Meriam Unik Kesultanan Sambas
meriam beranak sambas
7 Meriam Unik Kesultanan Sambas merupakan Pusaka atau peninggalan kerajaan Sambas tempo dahulu. Peninggalan atau warisan yang berupa meriam tersebut, sesunguhnya bisa bertambah sendiri. Mungkin anda tidak mempercainya atau menggap semua itu hanyalah ilusinasi semata. Andaikan kita belum tahu, sesunguhnya meriam yang bias beranak itu hanya berasal dari Kerajaan Sambas. Benda-benda tersebut berupa meriam beranak, masih dikeramatkan hingga sekarang.

Di Istana Kesultanan Sambas juga terdapat sebuah meja bundar berdaun batu marmer peninggalan kerajaan Sambas, yang di atasnya terletak tempat tidur berdinding kaca diselimuti kelambu kuning. Mau tahu tempat itu? Tempat itu tiada lain untuk menyimpan 7 buah meriam kecil yang disitilahkan dengan Pusaka Hasil Pertapaan Kerajaan Sambas. Meriam- meriam kecil itu di bungkus seperti layaknya bayi saja. Ke tujuh meriam unik Kesultanan Sambas itu ialah:

1. Raden Mas
2. Raden Putri
3. Raden Sambir
4. Raden Pajang
5. Ratu Kilat
6. Pangeran Pajajaran
7. Panglima Guntur

Benda-benda pusaka yang menjadi benda-benda kuno itu merupakan peninggalan Raden Sulaiman (Sultan Muhammad Safiuddin), hadiah dari mertuanya Ratu Sepudak, berupa 3 meriam masing-masing bernama; Raden Mas, Raden. Putri dan Raden Sambir. Anehnya, masih memiliki 4 saudara yang berupa meriam kecil juga. Keempat pusaka meriam kecil itu datang dengan sendirinya, masing-masing bernama: Raden Pajang, Ratu kilat, Pangeran Pajajaran dan Panglima Guntur. Banyak yang berkeyakinan, bahwa barang-barang itu sewaktu-waktu dimasuki roh halus dimana kadang-kadang dapat menghilangkan diri dan sewaktu-waktu berkumpul kembali.

Nama lain dari meriam yang kecil-kecil itu juga bernama “lele”. Ke tujuh "LELE", tersebut ada yang berbuntut dan ada juga yang tidak berbuntut. Lele berbentuk meriam kecil ini dibungkus dengan kain kuning berjumlah tujuh masing-masing bernama Raden Mas, Raden Sambir, Raden Putri, Ratu Kilat, Raden Panjang, Pangeran Pajajaran dan Pangeran Guntur. Keberadaan meriam-meriam kecil tersebut sangat diminati pengunjung. Menurut kepercayaan Lele itu hanya berhasil diangkat bila benda itu sendiri berkenan. "Walaupun kecil kalau "beliau" tidak berkenan tidak terangkat," demikian biasa warga masyarakat setempat menyatakannya misteri kesakralan benda yang sebenarnya tergolong sebagai senjata api itu.






Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...