Jumat, 03 Juli 2015

7 Pantangan Saat Puasa


Larangan / Pantangan Orang saat Berpuasa juga berlaku atau sama di bulan lainnya selain Bulan Ramadhan. Bulan puasa adalah bulan yang sangat mulia, semua orang atau umat Islam di dunia ini melaksanakan semua perintah dari Allah Subhanahu Wata’ala. Pada bulan ini adalah bulan pengampunan dari Allah Sang Pencipta. Namun, pada bulan yang mulia ini manusia tidak bisa berbuat seenaknya atau semaunya berdasarkan nafsu yang bergejolak di dalam jiwanya. Nafsu jika diturutkan akan berdampak fatal bagi orang tersebut. Misalnya puasanya akan batal, akan dicemooh oleh masyarakat luas serta akan dikucilkan dari masyarakat.

Tujuh Larangan atau pantangan pada bulan puasa ini adalah: 

1.      Tidak boleh makan atau minum pada siang hari mulai terbit fajar (setelah azan atau sholat subuh) hingga terbenamnya matahari (setelah azan sholat magrib).
2.      Berbohong, mengunjingkan orang lain.  
3.      Mengintip, nonton film bf, onani.  
4.      Mencuri atau merampok.
5.      Muntah dengan sengaja.
6.      Memasukkan sesuatu kelubang kemaluan atau anus.
7.      Khususnya pantangan bagi suami istri adalah dilarangnya untuk melakukan persetubuhan atau intim. Sedangkan yang lainnya dapat dilakukan sebagaimana mestinya, misalnya ciuman, pelukan, atau tidur bersama. Khususnya pada pelukan atau ciuman, jika perlu diusahakan dihindari, karena takutnya tidak mampu untuk mengendalikan nafsu atau sahwat yang akan membawa pada hubungan badan. Perhatikan firman Allah Subhanahu Wata’ala yang artinya “Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan isteri-isteri kamu; mereka adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi ma'af kepadamu. Maka sekarang campurilah mereka dan ikutilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, dan Makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, Yaitu fajar. kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam, (tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri'tikaf dalam mesjid. Itulah larangan Allah, Maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, supaya mereka bertakwa” (QS. Al-Baqarah: 187). 

Dan pula, bagi suami istri yang sudah terlanjur bersetubuh dengan istrinya (tidak sengaja karena tidak tahan) maka ia (mereka) wajib membayar fiyah yaitu dengan memberi makan fakir miskin sebanyak 60 orang. Semoga artikel kami bermanfaat bagi anda,,,, 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...