Rabu, 06 Mei 2015

Puisi Perpisahan Dari Adek Kelas Untuk Kakak Kelas


Puisi Perpisahan Dari Adek Kelas Untuk Kakak Kelas

Puisi Perpisahan Dari Adik Kelas untuk Kakak Kelas dibacakan dengan hikmat sekali oleh salah seorang siswa yang berasal dari SMP Negeri 3 Sekadim. Gadis itu cantik dan manis serta sungguh berbakat sekali dalam mebacakan puisi perpisahan karangan Sugianto, S.Pd.I. Nama anak itu adalah Nurmita. Nurmita pada waktu itu adalah murid kelas 2 B, ia ditunjuk langsung oleh Sugianto, S.Pd.I untuk membawakan puisi tersebut. Saudara Sugianto, S.Pd.I lah yang mengajari dan membimbingnya dalam membaca puisi dengan baik. Semua orang terpegun dan terkesima, mereka terharu dan menangis karena pembawaan puisi yang penuh penghayatan hingga meneteskan air mata. Jepretan demi jepretan kamera selalu terpokus kepadanya, dank ors lagu semakin haru membawakan lagu perpisahan buat guru-guru mereka yang selama ini telah banyak berjasa bagi mereka di dunia pendidikan. Karena guru-gurulah mereka dapat membaca dan menulis, dan akan menjadi manusia yang berguna bagi agama bangsa dan negara. Puisinya ada di bawah ini;     

Puisi Perpisahan Dari Adik Kelas untuk Kakak Kelas

Kakakku yang tercinta
Kini telah terjadi kembali
Di altar ini kami melepasmu pergi
Kau akan pergi kembali kepangkuan ayah bundamu

Kakak-kakakku yang tersayang
Kami akan mendo’akanmu
Agar kalian semuanya lulus dan sukses

Kakak, setelah kau meninggalkan kami
Jangan lupakan kami disini
Kami akan terus berjuang hingga kami sukses sepertimu

Kakak, maafkan kami,
Kami yang selalu membuat kau marah
Yang selalu membuat kau sebel

Kini, kedua orang tuamu sudah menanti
Mereka akan memelukmu dengan erat
Dan kami akan melepasmu dengan deraian air mata

Kenangan demi kenangan akankah terkubur begitu saja
Setelah kau pergi kakakku
Kami harap
Semua yang telah kau berikan
Semua yang telah kami rasakan
Akan kami kenang hingga akhir hayat kami

Selamat jalan kakakku
Semoga sukses do’a kami menyertaimu

Itulah puisi yang dibaca oleh adik kelas yaitu Nurmita, si cahaya permata yang menjadi idola sampai akhir dunia. Banyak pula orang-orang yang mengatakan pembacaan puisinya biasa-biasa saja. Ada juga yang mengatakan luar biasa, biasalah namanya saja orang-orang, pasti ada yang pro, dan pasti ada yang kontra. Tidak mungkinlah semuanya orang suka dengan puisi, apalagi yang baca hanyalah anak kecil. Yang menjadi audisi DMC dt MNCTV saja ada yang suka dan ada yang tidak, mari berbuat demi kesuksesan kita semua.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...