Minggu, 31 Mei 2015

Kultum


Kultum
Kultum adalah kuliah tujuh menit, kultum disajikan hanya pada saat bulan ramadhan. Kultum ini disajikan setelah shiolat isya oleh seseorang, misalnya pak haji, pak imam, dan tokoh masyarakat, serta pemuda atau remaja (da’i) yang lainnya. Selain kultum ada juga yang namanya kulsub. Apa itu kulsub? Kulsub itu adalah kuliah subuh.  
Auzubillahimnassaitonirrojim, Bismillahirohmanirrohim, Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarkatuh.
Para jamaah sholat Isya, Tarawih dan Witir yang dibahagian oleh Allah SWT. Malam ini adalah malam pertama kita melaksanakan sholat sunat tarawih dan witir serta tadarus. Nanti dini hari kita semua akan melaksanakan sahur di rumahnya masing-masing. Pada malam ini saya akan memberikan kultum yang singkatan dari “kuliah tujuh menit” bisa juga kali ya “kuliah tujuh belas menit” atau “kuliah tujuh puluh menit”, itu bukan kuliah ya... tapi ceramah, ha ha ha ..... 
Judul kultum saya beri judul dengan “bulan suci ramadhan”, namun sebelumnya saya akan mengatakan bahwa pahala sholat tarawih malam ini adalah (Klik di sini “Fadilah Sholat Tarawih Malam Pertama 1434 H”)
Para jamaah yang dimuliakan oleh Allah SWT, mari kita sambut bulan suci yang mulia ini, yaitu bulan Ramadhan dengan penuh rasa cinta dan gembira. Mari kita panjatkan rasa sukur kepada Ilahi, atas karunia dan nikmatnya pada kita semua. Di mana kita telah diberi panjang umur, sehingga kita memasuki bulan Ramadhan dengan tenang dan khusuk. Itulah karunia yang amat besar, sebab hidup di bulan Ramadhan berarti kita diberi kesempatan untuk beribadah, meraih pahala sebanyak-banyaknya. Mari kita berlomba-lomba merebut peluang yang besar ini. Karena bulan ini sangat berbeda dengan bulan-bulan yang lainnya.
Pada bulan Ramadhan ini, seandainya kita semua mengetahui apa yang terdapat di dalam bulan Ramadhan, niscaya kita menginginkan agar semua tahun itu menjadi bulan Ramadhan. Karena sesungguhnya kebaikan berkumpul di bulan ini. Ketaatan diterima oleh Allah Subhanahu Wata’ala, do’a dikabulkannya, semua dosa diampuni dan sorgapun rindu kepada kita. Sungguh bulan ini merupakan ajang persaingan yang hebat, untuk kita saling berlomba memperbanyak amal-amal, memperbanyak pahala, mempertebal iman dengan melawan hawa nafsu kita.
Pada bulan Ramadhan ini kita tidak hanya menahan lapar dan dahaga, kita juga menahan hawa nafsu kita dari melakukan perbuatan yang bukan-bukan atau yang tidak-tidak. Semoga amal ibadah kita diterima oleh Allah SWT. Amin....
Wasalamualaikum Warohmatullahi Wabarkatuh....
    
Sumber/Daftar Pustaka:
  1. Mahfudli Sahly. 1995. Pedoman Khutbah Jum’at dari Masa ke Masa. CV. Aneka Solo.
  2. Sugianto, S.Pd.I. 2000. Kumpulan Ringkasan Kultum. CV. Contras Singkawang.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...