Jumat, 20 Mei 2016

Kultum Subuh malam ke 7 "Bahaya Hasud"


Sugianto, S.Pd.I
Kultum Subuh malam ke 7 Bahaya Hasud

Para Jama’ah yang berbahagia dan dirahmati oleh Allah swt., bertaqwalah kalian kepada Allah dengan sebenar-benarnya taqwa, baik disaat kalian sedang bersembunyi seorang diri ataupun sedang berada bersama-sama orang lain.

Saudara-saudara kaum muslimin yang berbahagia.
Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim dan juga yang lainnya dari sahabatnya Abu hurairah ra. bahwasanya Rasulullah saw. bersabda yang artinya “Takutlah kalian dari buruk sangka, karena sesungguhnya buruk sangka adalah omongan yang paling dusta; dan janganlah kalian memperhatikan omongan orang lain janganlah kalian meneliti cela orang lain; janganlah kalian saling berlomba; janganlah kalian hasud; janganlah kalian saling benci; dan janganlah kalian saling memusuhi; jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara, sebagaimana Allah memerintahkan kepada kalian. Seorang Muslim adalah saudara seorang Muslim yang lain; tidak boleh dia menganiayanya dan tidak boleh menghinanya serta tidak boleh meremehkannya. Taqwa itu ada di sini; taqwa itu ada di sini; taqwa itu ada di sini; beliau sembari isyarah pada dadanya, Cukuplah kejahatan seseorang bila ia telah meremehkan saudaranya yang Muslim. Setiap Muslim terhadap Muslim yang lain adalah haram darahnya, hartanya, dan kehormatannya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Sesungguhnya perilaku yang tercela, yang telah diperingatkan oleh Rasulullah saw. itu adalah dasar kejahatan di antara kaum Muslimin. Andaikan saja seperti ini tersebar di kalangan masyarakat, maka hancurlah masyarakat itu dan porak-porandalah kekuatannya serta pecah-belahlah ide-idenya. Menjadilah masyarakat itu ada di dalam kerisauan dan kegelisahan; rasa kasih sayang dan keselarasan di antara mereka menjadi hilang.

Banyak orang berbicara tentang Islam, padahal dirinya sendiri tidak mengamalkannya. Pandai memutar lisan untuk memantapkan orang agar percaya dia itu benar-benar Islam dan memperjuangkannya. Sampai tidak terasa atau mungkin dengan sengaja merobah halal menjadi haram dan merobah haram menjadi halal. Bahkan hukum Nash kalau bisa disesuaikan dengan zaman, bukan keadaan zaman disesuaikan dengan ketentuan Nash.

Isyarat Rasulullah ini rasanya sudah ada gejala-gejala datangnya. Minat mempelajari agama Islam semakin berkurang, malahan orang tua memasukkan sekolah pada anaknya dihubungkan dengan ekonomi yang cerah dimasa yang akan datang. Tidak bertujuan dalam mempelajari ajaran Islam yang benar untuk disebar luaskan pada masyarakat awam. Maka dari itu hati-hatilah kita, masukkanlah anak kita ke sekolah yang bernuansa agama, agar mereka tumbuh dengan iman dan taqwa, selamat di dunia dan di akhirat.




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...