Jumat, 20 Mei 2016

Kultum Subuh malam ke 6 "Islam Tinggal Namanya Dan AlQuran Tinggal Tulisannya"



Kultum Subuh malam ke 6 Islam Tinggal Namanya Dan AlQuran Tinggal Tulisannya

Para Jama’ah yang berbahagia dan dirahmati oleh Allah swt., bertaqwalah kalian kepada Allah dengan sebenar-benarnya taqwa, baik disaat kalian sedang bersembunyi seorang diri ataupun sedang berada bersama-sama orang lain.

Saudara-saudara kaum muslimin yang berbahagia.
Empat belas abad yang lampau, di zaman keemasan Islam di bawah pimpinan Nabi Muhammad saw. Islam menjadi kebanggaan ummat. Pengaruh Islam dengan cepat menyebar hamper keseluruh dunia, padahal jumlah umat Islam baru sedikit dari pada yang lainnya, dan dalam tempo yang relatif singkat. Ini semua tiada lain berkat kekuatan akidah Islamiyah yang tertanam di dalam jiwa dan ketaatan menjalankan agama sesuai dengan tuntunan Allah swt. dan Rasul-Nya. Berdasarkan satu hukum yang bersumber dari Al-Quran.

Pada waktu itu Nabi Muhammad saw. memberi peringatan kepada sahabatnya, bahwa kelak diakhir zaman ada Islam tinggal namanya dan Al-Quran tinggal tulisannya. Sebagaimana disabdakan oleh beliau di dalam hadits yang diriwayatkan oleh Iman baihaqi yang bersumber dari Ali, yang artinya “Akan datang pada manusia satu zaman, dikala itu Islam tidak tinggal melainkan namanya, dan Al-Quran tidak tinggal melainkan tulisannya, masjid-masjidnya bagus namun kosong dari petunjuk ulama-ulamanya termasuk manusia paling jelek yang berada di bawah langit, karena dari mereka timbul beberapa fitnah dan akan kembali kepadanya.” (HR. Baihaqi dari Ali).

Dalam hadits itu menjelaskan bahwa kelak akan dating suatu masa, dimana Islam tinggal namanya, dan Al-Quran akan tinggal tulisannya. Masjid ramai akan tetapi kosong dari petunjuk, ulama’nya manusia yang jelek-jelek.

Banyak orang berbicara tentang Islam, padahal dirinya sendiri tidak mengamalkannya. Pandai memutar lisan untuk memantapkan orang agar percaya dia itu benar-benar Islam dan memperjuangkannya. Sampai tidak terasa atau mungkin dengan sengaja merobah halal menjadi haram dan merobah haram menjadi halal. Bahkan hukum Nash kalau bisa disesuaikan dengan zaman, bukan keadaan zaman disesuaikan dengan ketentuan Nash.

Isyarat Rasulullah ini rasanya sudah ada gejala-gejala datangnya. Minat mempelajari agama Islam semakin berkurang, malahan orang tua memasukkan sekolah pada anaknya dihubungkan dengan ekonomi yang cerah dimasa yang akan dating. Tidak bertujuan dalam mempelajari ajaran Islam yang benar untuk disebar luaskan pada masyarakat awam. Maka dari itu hati-hatilah kita, masukkanlah anak kita ke sekolah yang bernuansa agama, agar mereka tumbuh dengan iman dan taqwa, selamat di dunia dan di akhirat.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...