Kamis, 21 Mei 2015

Kultum Subuh malam ke 20 “TauBat”


Kultum Subuh malam ke 20 “TauBat”

Para Jama’ah sholat subuh yang berbahagia dan dirahmati Allah swt., kita semua tentu menyadari bahwa betapapun giatnya usaha kita dalam memenuhi amalan-amalan agama tentu masih terdapat kekuarangan dalam diri kita masing-masing. Dari sekian banyaknya perintah-perintah agama pasti masih ada sebagian yang belum kita penuhi atau kita laksanakan. Apalagi tentang larangan-larangannya tentu banyak sekali yang kita perbaiki kesalahan-kesalahan kita dan kita kejar terus kekurangan-kekurangan kita, di samping kita harus bertobat kepada Allah swt. Rasulullah saw. bersabda yang artinya “Setiap anak Adam itu bersalah, dan sebaik-baik orang yang bersalah adalah mereka yang minta ampun.”.

Adapun yang dimaksud taubat adalah mohon ampun kepada Allah swt. dengan lisan dan penyesalan di dalam hati terhadap sesuatu dosa yang telah dilakukan dengan jalan meninggalkan dosa tersebut disertai niat tidak akan kembali lagi untuk mengulanginya. Jikalau dosa tersebut berhubungan dengan hak manusia, maka wajib minta maaf kepada orang tersebut, dan mengembalikan harta benda yang dianiayanya atau minta halalnya.

Memang, kata-kata taubat ini sangat simpel (mudah) enak didengar dan mudah diucapkan, akan tetapi tidak semudah itu hakikatnya, sebab taubat diperlukan sekali tindakan yang nyata sebagai realisasinya. Maka sangatlah kurang bijaksana dan ceroboh sekali, manakala seseorang mengaku bertaubat, akan tetapi ia masih melakukan dosa pula. Hal itu berarti ia mengejek Tuhan-Nya, dan menghina kepada-Nya. Dan sangat memalukan sekali, manakala seseorang beristirfar mohon ampunan kepada Allah swt. akan tetapi hatinya masih berniat ingin mengulangi kembali dosa itu pula.

Hal itu menurut seorang wali yang bernama Rabi’ah Al Adawiyah disebut taubat orang-orang pendusta, lagi pula tidak diterima tobatnya. Maka sebagai sifat-sifat mukmin yang taqwa dan bertaubat dengan mohon ampunan kepada Allah adalah apa yang telah digariskan oleh Allah swt. dengan firman-Nya, yang artinya “Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji dan menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui. Mereka itu balasannya ialah ampunan dari Tuhan mereka dan sorga yang di dalamnya; dan itulah sebaik-baik pahala bagi orang-orang yang beramal.” (QS. Ali Imran: 135-136).

Maka selagi kita masih diberi waktu, bertobatlah sebelum nafas sudah ditenggorokan dan matahari tertib dari sebelah barat. Dengan demikian, hidup kita aman dan sejahtera serta bahagia.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...