Kamis, 21 Mei 2015

Kultum Subuh malam ke 19 “Hakikat Taat Kepada Pemerintah dan Pemimpin”


Kultum Subuh malam ke 19 “Hakikat Taat Kepada Pemerintah dan Pemimpin”

Para Jama’ah sholat subuh yang berbahagia dan dirahmati Allah swt. Bagi seorang muslim wajib ta’at kepada pemerintah (ulul amri) terhadap sesuatu yang diperintahkannya bagi dirinya bak hal itu menyenangkan dirinya ataupun tidak menyenangkan dirinya. Selama perintah itu tidak berbentuk suatu kemaksiatan. Apabila diperintahkan untuk melakukan kemaksiatan maka tidak boleh ta’at, karena hal itu akan mengakibatkan durhaka kepada Allah dan Rasul-Nya. Padahal Allah dan Rasul-Nya harus lebih dita’ati, sebagaimana firman Allah swt. yang artinya “Hai orang-orang yang beriman, ta’atilah Allah dan ta’atilah Rasul(Nya), dan orang-orang yang memegang kekuasaan di antara kamu.” (QS. An-Nisa’: 59).

Dan pula Rasulullah saw. bersabda yang artinya “Tunduk dan patuh wajib atas seorang muslim dalam perkara yang disenangi atau dibenci, selama tidak diperintahkan dengan kemaksiatan. Apabila diperintahkan dengan kemaksiatan maka tidak diperkenankan untuk tunduk dan patuh.” (HR. Bukhari).

Ulul amri (pemerintah) ialah orang-orang yang memegang kekuasaan untuk melaksanakan urusan dan kemaslahatan umum, misalnya raja, presiden, gubernur, bupati, hakim dan sebagainya. Kita wajib mentaati mereka meskipun perintah yang dikeluarkan tidak menyenangkan kita, misalnya perintah untuk maju ke medan perang jika negara dalam keadaan darurat, membayar pajak dan lain sebagainya. Selama perintah itu untuk kepentingan umum tidak diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya. Apabila seorang muslim diperintahkan untuk melakukan kemaksiatan, misalnya disuruh untuk berbuat kezhaliman, melakukan perbuatan yang haram seperti membuka tempat pelacuran, perjudian dan lain sebagainya. Maka kita tidak boleh untuk tunduk dan patuh terhadap perintah itu, bahkan kita harus menentang dan memberi nasehat agar ulul amri (pemerintah) tersebut sadar kembali.

Para jamaah sholat subuh yang berbahagia, taatlah kepada ulul amri (pemerintah) selama perintah itu taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Apabila mereka melakukan kemaksiatan berilah nasehat dengan bijaksana dan jangan sampai kita membiarkan mereka melakukan kemaksiatan dan kedzaliman apabila kita cenderung kepada mereka. Hal ini telah ditegaskan oleh Allah dalam firman-Nya yang artinya “Dan apabila kamu cenderung kepada orang-orang yang dzhalim, yang menyebabkan kamu disentuh oleh api neraka, dan sekali-kali kamu tiada mempunyai seorang penolongpun selain Allah, kemudian kamu tidak akan diberi pertolongan.” (QS. Hud: 113).

Dengan demikian, marilah kita taat kepada pemimpin yang bijaksana dan bantulah pemimpin kita, agar negara Indonesia ini aman dan sejahtera serta bahagia.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...